Tanaman Durian : Asal, Morfologi, Jenis, Kandungan Gizi dan Panduan Pilih Durian Matang

4 min read

Tanaman Durian : Asal, Morfologi, Jenis, Kandungan Gizi dan Panduan Pilih Durian Matang
0
()

Tanaman Durian : Asal, Morfologi, Jenis, Kandungan Gizi dan Panduan Pilih Durian Matang – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Tanaman Durian.

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini.


Tanaman Durian : Asal, Morfologi, Jenis, Kandungan Gizi dan Panduan Pilih Durian Matang


Durian Durio zibethinus memilki buah yang digemari warga. Buah durian dijuluki bagaikan rajanya buah sebab kekuatan rasanya.

Buah durian mempunyai rasa yang lezat serta aroma menusuk yang harum serta khas, namun tidak sedikit pula orang yang tidak menggemari durian sebab aromanya yang menusuk.

Tumbuhan durian banyak dimanfaatkan warga pada bagian buahnya sebab mempunyai nilai ekonomi yang bagus.

Tidak hanya buahnya yang lezat serta lezat, batang tumbuhan durian pula dimanfaatkan buat bahan bangunan serta kayu bakar.

Di dasar Kingdom Plantae, durian( Durio zibethinus) masuk ke dalam Subkingdom Tracheobionta, Divisio Magnoliophyta, Class Magnoliopsida, Subkelas Dilleniidae, serta Ordo Malvales( Widodo 2010).

Ordo Malvales merupakan tanaman berbunga yang terdiri atas 21 famili, 342 genus, serta 6. 285–6. 297 spesies( Suhono et. angkatan laut(AL) 2009). Di dasar Ordo Malvales, durian tercantum Famili Bombacaceae.

Bombacaceae ialah famili yang mempunyai kepribadian khusus ialah nyaris senantiasa mempunyai rambut- rambut berupa bintang, serta kulit luar batang umumnya berserat jelas.

Di dasar Famili Bombacaceae, durian diklasifikasikan ke Genus Durio serta spesies dengan nama ilmiah Durio zibethinus.


Taksonomi Durian

Tumbuhan yang menciptakan buah berduri ini mempunyai klasifikasi ilmiah Sebagai berikut:

  • Kingdom Plantae
  • Divisi Spermatohyta
  • Subdivisi Angiospermae
  • Kelas Dicotyledonae
  • Ordo Bombacales
  • Famili Bombacaceae
  • Genus Durio
  • Species Durio zibethinus

Asal dan Habitat Durian

Tumbuhan durian diprediksi berasal dari daerah Kalimantan, Sumatera, serta Semenanjung Malaya. Perihal itu pula didukung dengan nama‘ durian’ yang nyatanya diambil dari Bahasa Melayu.

Tidak hanya itu Pulau Kalimantan pula diucap bagaikan pusat keanekaragaman durian sebab jadi tumbuhan endemik yang cuma berkembang liar di areal hutan.

Bersumber pada harian yang dikeluarkan Herbarium Bogoriense, ada 29 spesies durian yang hidup di segala dunia serta 20 antara lain ditemui di daerah Indonesia.

Baca Juga :  Budidaya Lada : Metode Pembibitan, Perawatan dan Panen (Panduan Sukses)

Menariknya 19 dari 20 spesies tersebut cuma berkembang di Kalimantan, di Sumatera ada 7 spesies, serta pulau yang lain cuma mempunyai satu spesies saja.

Tumbuhan durian tersebar di bermacam daerah nusantara, sangat banyak ditemukan di Pulau Kalimantan.

Tumbuhan ini pula tersebar ke daerah Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua, serta bergerak mengarah negara- negara di bagian barat semacam Malaysia, Thailand, India, Birma, serta Pakistan.

Negeri penghasil serta pengekspor utama durian merupakan Thailand. Thailan dmengembangkan durian jadi bermacam tipe kultivar bermutu besar dengan sistem budidaya yang sangat baik.

Tidak hanya itu, posisi budidaya durian yang berorientasi ekspor antara lain Mindanao di Filipina, Queensland di Australia, Kamboja, Laos, Vietnam, India, serta Sri Lanka.

Habitat asli dari tumbuhan durian merupakan daerah beriklim tropis, salah satunya kawasan Asia Tenggara tercantum Indonesia.

Tumbuhan ini bisa berkembang secara optimal kala terletak di dataran rendah hingga daerah dengan ketinggian 800 m di atas permukaan laut.

Secara universal tumbuhan ini menggemari wilayah yang agak lembab serta tidak sangat panas.

Perkembangan tumbuhan durian lebih optimal bila terletak di daerah dengan kelembaban antara 50% hingga 80% dengan temperatur hawa pada kisaran 25 sampai 32 derajat Celcius.

Sedangkan buat keseriusan sinar yang diperlukan cuma dekat 45% hingga 50%. Tumbuhan ini sanggup berkembang menggapai umur 200 tahun kala terletak di habitat aslinya.


Morfologi Tanaman Durian

Ketinggian tumbuhan durian biasanya dekat 30 sampai 40 m, namun pada sebagian keadaan bisa menggapai ketinggian 50 m dengan diameter batang antara 2 hingga 2, 5 m.

Batang durian berkembang tegak serta memiliki banyak percabangan yang nantinya hendak jadi tempat perkembangan bunga serta buah.

Daun tumbuhan durian dibagi jadi 2, pada bagian atas bercorak hijau serta nampak mengkilap, sebaliknya bagian bawahnya mempunyai corak kuning keemasan ataupun cokelat.

Wujud daun membulat ataupun tumpul di bagian pangkalnya dengan perkembangan daun tunggal serta terletak berselang- seling.Bunga tumbuhan durian berkembang secara berkelompok pada batang ataupun cabang yang telah tua.

Jumlah bunga pada tiap kelompok dekat 3 hingga 10 kuntum dengan wujud malai rata ataupun tukal yang mempunyai kuncup.

Panjang kelopak bunganya dekat 3 centimeter serta berupa tabung. Adapula bonus daun kelopak berupa bundar telur dekat 2 hingga 3 helai.

Bagian bunga pula memiliki mahkota yang panjangnya 2 kali lipat dari kelopak bunga. Wujud mahkota tersebut menyamai sudip dengan jumlah 5 helai serta bercorak putih.

Baca Juga :  Budidaya Durian : Metode, Penanaman, Pemeliharan Dan Pemanenan

Ada benang sari dan putik yang wujudnya mirip bongkol serta bagian tangkainya berbulu.Buah durian merupakan bagian sangat menarik, sebab tertutup oleh kulit yang berduri tajam serta runcing.

Wujudnya bundar serta terkadang oval dengan panjang dekat 30 centimeter sampai 45 centimeter, lebar dekat 20 centimeter hingga 25 centimeter, serta beratnya kurang lebih 1, 5 kilogram sampai 2, 5 kilogram.

Kala buah durian dibuka hendak ditemui 5 hingga 7 ruang yang berisi daging buah 2 hingga 5 biji pada tiap ruang. Daging buah tersebut memiliki biji serta wujud fisiknya bermacam- macam tebal maupun tipis.

Corak daging buah lumayan bermacam- macam mulai dari putih, kuning, serta kemerah- merahan.Satu tumbuhan durian bisa menciptakan jumlah buah antara 80 buah sampai 100 buah.

Pada keadaan tertentu, satu tumbuhan apalagi dapat menciptakan lebih dari itu. Perihal tersebut dipengaruhi oleh sebagian aspek, semacam tempat tumbuhnya, varietas, serta pula usia tumbuhan durian.


Jenis Durian

Indonesia mempunyai paling tidak 20 tipe spesies durian serta 9 antara lain bisa dimakan. Bermacam kultivar pula dibesarkan oleh lembaga riset di Indonesia buat menciptakan durian unggul.

Tidak hanya itu, ada ras- ras durian lokal yang diketahui bermutu baik tetapi belum terseleksi buat kembali ditingkatkan kualitasnya, semacam durian tanpa jarum dari kaki gunung rinjani.

  • Kultivar Unggul Nasional

    • Gapu, dari Puncu, Kediri, Jawa Timur

    • Hepe, bijinya kempis dengan daging tebal
    • Kelud, dari Puncu, Kediri, Jawa Timur
    • Ligit, dari Kutai
    • Mawar, dari Long Kutai
    • Ripto, dari Trenggalek
    • Salisun, dari Nunukan
    • Sememang, dari Banjarnegara
    • Tong Medaye, dari Lombok, NTB
    • Bentara, dari Kerkap, Bengkulu Utara
    • Bido Wonosalam, dari Jombang, Jawa Timur
    • Perwira, dari Simapeul, Majalengka
    • Petruk, dari Dukuh Randusari, Desa Tahunan, Jepara, Jawa Tengah
    • Soya, dari Ambon, Maluku
    • Sukun, bijinya kempis dengan daging tebal
    • Sunan, dari Boyolali
    • Kani(“ chanee”, durian bangkok)
    • Otong,( alihnama dari durian“ monthong”, durian bangkok, di Malaysia diucap klon D159)

  • Ras Lokal

Durian ras lokal diucap pula durian asli yang belum terseleksi, segingga keunggulan varietasnya belum terjamin. Tipe durian lokal umumnya dinaman cocok posisi geografis tumbuhnya.

    • Durian Parung
    • Durian Lampung
    • Durian Jepara
    • Durian Palembang
    • Durian Padang
    • Durian Merah Banyuwangi

  • Kultivar Unggul Malaysia

Hasil pilih kultivar durian unggul dari Malaysia diberi kode no dengan huruf D, antara lain:

    • D24
    • D99
    • D123
    • D145
    • D158
    • D159( klon sama dengan varietas‘ Montong’)
    • D169
    • MD- UR 888( Durian Terbaik Dunia)

Tumbuhan durian belum dikategorikan bagaikan tumbuhan berstatus sangat jarang ataupun terancam punah.

Namun sebagian tipe durian semacam Durio oxleyanus serta Durio graveolens dikala ini terletak pada status sangat jarang. Kedua durian tersebut berasal dari Kalimantan serta Sumatera.


Panduan Memilah Buah Durian Matang

Untuk yang gemar serta menggemari buah ini, berikut merupakan metode memilah buah durian yang matang serta berdaging tebal, ialah:

Memilih buah dengan wujud bundar sebab daging buah yang terdapat didalamnya hendak lebih banyak

Jangan sangat menghiraukan corak kulit buah, sebab corak hijau ataupun kuning tidak memastikan durian tersebut matang ataupun tidak

Memilih buah durian bertangkai pendek sebab pada biasanya daging buah lebih tebal

Ketuk durian serta dengarkan suaranya, suara yang nyaring menunjukkan bila buah belum matang

Yakin ataupun tidak, nyatanya durian berduri pendek biasanya dagingnya lebih tebal

Durian matang hendak menciptakan bau yang harum walaupun belum dibuka kulitnya

Memilih juring ataupun ruang yang berjumlah lima

Jauhi membeli durian yang sudah dibuka kulitnya sebab gas pada buah hendak keluar serta membuat durian terasa hambar

Jangan tertipu oleh beratnya, berat durian belum menjamin isi dagingnya lebih banyak

Belilah durian kala musimnya datang, ialah pada masa kemarau

Tanaman Durian : Asal, Morfologi, Jenis, Kandungan Gizi dan Panduan Pilih Durian Matang


Kandungan Gizi Durian

Dalam tiap 100 gr durian, tercantum nilai nutrisi bagaikan berikut:

Nilai Nutrisi per 100 gram( 3, 5 oz)

  • Energi 615 kJ( 147 kcal)
  • Karbohidrat 27. 09 g
  • Serat pangan 3. 8 g
  • Lemak 5. 33 g
  • Protein 1. 47 g
  • Air 65g
  • Vit C 19. 7 miligram( 33%)
  • Kalium 436 miligram( 9%)
  • Cuma bagian yang bisa dimakan, mentah ataupun beku.
  • Brangkasan: 68%( Shell and seeds)

Sumber: USDA Nutrient database

Demikian Uraian kami tentang Tanaman Durian Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5