Buah Lumai : Klasifikasi, Morfologi, Kandungan Gizi dan Manfaatnya

Buah Lumai : Klasifikasi, Morfologi, Kandungan Gizi dan Manfaatnya – Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Buah Lumai .

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini :


Contents

Buah Lumai : Klasifikasi, Morfologi, Kandungan Gizi dan Manfaatnya


Buah Lumai atau juga disebut Leunca( Solanum Nigrum L) ialah tanaman dari suku terung- terungan( Solananceae) yang berasal dari Eropa serta Asia Barat, setelah itu menyebar ke Amerika, Autralia, Malaysia serta Indonesia.

Leunca juga mempunyai nama lain Ranti( bahasa Jawa),bobose( ternate) serta black nightshade( Eropa). Tumbuhan Leunca bisa berkembang besar sampai menggapai 120 centimeter.

Tumbuhan Leunca mempunyai identitas batang yang tidak berkayu serta ditutupi bulu halus, begitu pula dengan daunnya.

Panjang daun tanaman Leunca bisa menggapai 7 centimeter serta lebar 5 centimeter. Buah Leunca umumnya berdiameter kurang lebih satu centimeter.

Solanum nigrum ataupun di Indonesia populer dengan nama Leunca ataupun Ranti( Jawa). Tumbuhan ini berasal dari Eropa serta Asia Barat, setelah itu menyebar secara luas lewat Malaysia.

Tanaman ini digunakan bagaikan obat– obatan semenjak lebih dari 2. 000 tahun kemudian. Tetapi dalam warga kita, lebih banyak disantap bagaikan lalapan ataupun sayur- mayur.


Klasifikasi Buah Lumai

Klasifikasi buah lumai adalah berikut ini :

  • Divisi: Spermatophyta,
  • Sub divisi: Angiospermae,
  • Kelas: Dicotyledoneae,
  • Bangsa: Solanales, Suku: Solanaceae,
  • Marga: Solanum,
  • Tipe: Solanum nigrum L.
  • Morfologi Buah Lumai

Morfologi Buah Lumai

Tumbuhan ini tercantum ke dalan kalangan semak, dengan besar lebih kurang 1, 5 meter. Pangkal berbentuk pangkal tunggang, dengan corak putih kecoklatan. Batang memiliki batang tegak, berupa bundar, lunak, serta bercorak hijau.

Daun: Berdaun tunggal, lonjong, serta tersebar dengan panjang 5– 7, 5 centimeter; lebar 2, 5–3, 5 centimeter. Pangkal serta ujung daun meruncing dengan tepi rata.

Pertulangan daun menyirip. Daun memiliki tangkai dengan panjang± 1 centimeter serta bercorak hijau.

Bunga: berbentuk bunga majemuk dengan mahkota kecil, bangun bintang, bercorak putih, benang sari bercorak kehijaunan dengan jumlah 5 buah. Tangkai bunga bercorak hijau pucat serta berbulu.

Buah: berbentuk buah buni berupa bundar, bila masih muda bercorak hijau, serta bercorak gelap mengkikat bila telah tua, ukurannya kira- kira sebesar kacang kapri.

Biji: berupa bundar pipih, kecil- kecil, serta bercorak putih.


Kandungan Gizi Buah Lumai

Komposisi( isi) gizi per 100 gr” lumai/ leunca, fresh”, dengan BDD= 95%( Berat Bisa Dimakan), semacam berikut ini( urut abjad/ huruf)..

  • Abu( Ash): 0, 5 gram
  • Air( Water): 90, 5 gram
  • Besi( Fe), Ferrum, Iron: 1, 0 miligram
  • β- Karoten( Carotenes): 25 mikrogram
  • Tenaga( Energy): 38 Kalori
  • Fosfor( P), Phosphorus: 55 miligram
  • Kalsium( Ca), Calcium: 7 miligram
  • Karbohidrat( CHO): 7, 6 gram
  • Lemak( Fat): 0, 3 gram
  • Natrium( Na), Sodium: 2 miligram
  • Niasin, C6H5NO2, Niacin: 0, 6 miligram
  • Protein: 1, 1 gram
  • Riboflavin( vit B2): 0, 10 miligram
  • Seng( Zn), Zinc: 0, 3 miligram
  • Serat( Fiber): 2, 0 gram
  • Tembaga( Cu), Copper: 0, 10 miligram
  • Tiamina( vit B1): 0, 20 miligram
  • Vit C: 17 miligram

Leunca sudah dilaporkan mengadung banyak senyawa polifenolik paling utama flavonoid serta steroid. Kegiatan antioksidan serta antitumor dihubungkan dengan isi polifenol.

Keberadaan glikosida steroid, alkaloid steroid, oligoglikosida steroid, solamargine serta solasonin pula sudah dideteksi( Ikeda et angkatan laut(AL)., 2000).

Leunca memiliki solanine, solasonine, solamargine serta chaconine( Everist, 1974; Wetter serta Phipps, 1979; Cooper serta Johnson, 1984).

Dan dikenal pada buah leunca yang belum matang memiliki steroidal alkaloid solasodine dan steroidal sapogenin diosgenin serta tigogenin.

Pushpa Khanna serta Rathore( 1977) memberi tahu kalau ada isi signifikan dari diosgenin( 1, 2%) serta solasodine( 0, 65%) pada buah leunca yang masih hijau( belum matang).

Saijo et angkatan laut(AL).( 1982) mempelajari pada buah leunca yang belum matang memiliki steroidal glikosida ialah proto- desgalactotigonin, desgalactotigonin serta tigogenin3- O-β- D- glucopyra- nosyl-( 1-2)-[β- D- glucopyranosyl-( 1-3)]-β- Dglucopyranosyl-( 1-4)-β- D- galactopyranoside.

Buah Lumai : Klasifikasi, Morfologi, Kandungan Gizi dan Manfaatnya


Manfaat Buah Lumai Untuk Kecantikan dan Kesehatan

Dalam aplikasi tradisional, khasiat leunca buat kecantikan biasa digunakan buat penyembuhan psoriasis serta eksim.

Perihal ini sebab leunca memiliki zat antipruritus ataupun antigatal. Triknya, daun leunca dihaluskan sampai jadi pasta, kemudian dioleskan di zona kulit yang bermasalah.

Bila diolah jadi minyak esensial, leunca jadi sumber buat asam linoleat( linoleic acid) sebagai zat pembangun ceramid, yang berfungsi berarti buat melindungi kelembapan kulit.

Kandungan linoleic acid dalam skin care pula bisa menolong meredakan jerawat ringan, kurangi hiperpigmentasi akibat cahaya UV, dan menolong mengembalikan keadaan skin barrier yang rusak.

Keuntungan yang lain, linoleic acid mempunyai tekstur yang ringan, sehingga bisa diserap dengan baik oleh kulit, sekalian menolong mengoptimalkan penyerapan isi skin care yang lain.

Tidak hingga di sana, pada tahun 2014, leunca pula dibesarkan jadi tabir surya, dalam suatu riset yang dikreasikan oleh regu mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala( WM) Surabaya.

Dalam inovasi tersebut, isi tertentu dari leunca diekstraksi serta dikombinasikan dengan teknologi farmasi, sehingga stabilitas serta khasiatnya terpelihara.

Bagi pengakuan regu periset, inovasi menyulap leunca jadi tabir surya ialah pengembangan dari inovasi salep antikanker, yang pula terbuat dengan ekstraksi buah leunca.

Alasannya, ekstrak leunca memiliki zat serta senyawa yang besar antioksidan, sehingga dapat mencegah dampak radiasi leluasa faktor sel kanker, paling utama kanker kulit.

Khasiat Leunca Tidak Cuma buat Kecantikan

Berdialog tentang kehebatan leunca, pasti tidak dapat jauh- jauh dari khasiatnya yang banyak buat kesehatan. Malah sebab seperti itu leunca jadi tumbuhan herba yang terus diolah sebab dipercaya secara turun- temurun.

Biasanya, bagian buah serta daun leunca yang digunakan buat penyembuhan. Tetapi tampaknya, seluruh bagian tanaman leunca, dapat dioptimalkan jadi obat.

Bila dijabarkan per bagian, khasiat leunca buat kesehatan bagaikan berikut:

  • Daunnya dapat buat menyembuhkan penyakit rematik, tuberkulosis, mual, serta hemorrhoid( sembelit).
  • Rebusan buah serta bunga dapat buat mengobat batuk, bronkitis, serta asma.
  • Buahnya dapat buat menyembuhkan diare, disentri, demam, serta malaria.
  • Akarnya dapat buat menyembuhkan kendala hati.
  • Serbuknya bisa berperan bagaikan antiulcerogenik( penyembuhan lambung).

Sedangkan di negeri lain, leunca pula sering diandalkan bagaikan penyembuhan. Buah serta daun leunca diolah jadi obat pusing di Meksiko.

Di negara Cina, leunca digunakan buat mengobati radang ginjal. Serta di India, dipakai buat mengobati penyakit rabies.

Bijinya bisa digunakan buat penyembuhan gonorrhea serta disuria( Jain serta Borthakur, 1986).

Tandon serta Rao( 1974) memberi tahu kalau buah serta jusnya bisa mengobati penyakit perut serta demam sebaliknya tunasnya bisa digunakan buat penyakit kulit.

Tidak hanya itu, bunga serta daunnya bisa digunakan bagaikan penurun panas serta melawan dampak overdosis dari alkohol( Heiser, 1963).

Daunnya yang di juice digunakan bagaikan obat cacing, perih pada sendi dan sakit kuping( Grieve, 1931)

Demikian Uraian kami tentang Buah Lumai Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.