Tanaman Alpukat : Morfologi, Jenis dan Jarak Tanam Idealnya

8 min read

Tanaman Alpukat : Morfologi, Jenis dan Jarak Tanam Idealnya
0
()

Tanaman Alpukat : Morfologi, Jenis dan Jarak Tanam Idealnya – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Tanaman Alpukat.

Dan menerangkan tentang jarak tanamnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini.


Tanaman Alpukat : Morfologi, Jenis dan Jarak Tanam Idealnya


Avokad ataupun Alpukat( Persea americana) yakni tanaman penghasil buah meja dengan nama sama.

Tanaman ini berasal dari Meksiko serta Amerika Tengah serta saat ini banyak dibudidayakan di Amerika Selatan serta Amerika Tengah.

Sebagai tumbuhan perkebunan monokultur serta sebagai tumbuhan pekarangan di daerah- daerah tropika yang lain di dunia.

Daging buah alpukat yang telah matang bercorak kuning serta bertekstur lembut. Budidaya tumbuhan alpukat sangat gampang buat dicoba sebab tidak membutuhkan perawatan dengan bayaran yang mahal.

Asalkan ketentuan berkembang tumbuhan alpukat terpenuhi serta perawatan dicoba secara tertib, tumbuhan alpukat hendak berkembang produktif serta kilat berbuah.

Saat sebelum melaksanakan budidaya tumbuhan alpukat, terdapat baiknya mengenali tentang jenis- jenis alpukat yang mempunyai cita rasa sangat lezat, sangat banyak dicari warga serta pastinya sesuai buat ditanam di Indonesia.


Morfologi Tanaman Alpukat

Tumbuhan, dengan batang menggapai besar 20 meter dengan daun sejauh 12 sampai 25 centimeter. Bunganya tersembunyi dengan corak hijau kekuningan serta dimensi 5 sampai 10 mm.

Ukurannya bermacam- macam dari 7 sampai 20 sentimeter, dengan massa 100 sampai 1000 gr; biji yang besar, 5 sampai 6, 4 sentimeter.

Buahnya bertipe buni, mempunyai kulit lembut tidak rata bercorak hijau tua sampai ungu kecoklatan, bergantung pada varietasnya.

Daging buah alpukat bercorak hijau muda dekat kulit serta kuning muda dekat biji, dengan tekstur lembut.

Tumbuhan alpukat untuk bisa berkembang maksimal membutuhkan tanah yang gembur, tidak gampang tergenang air, produktif, serta banyak megandung bahan organik.

Jenis tanah yang baik buat perkembangan alpukat merupakan jenis tanah tanah berpasir (sandy loam), tanah liat (clay loam), serta tanah endapan (alluvial loam).

Keasaman (pH) tanah berkisar 5,6 – 6, 4. Apabila pH di dasar 5,5 maka tumbuhan hendak mengidap keracunan sebab faktor Al, Miligram, serta Fe larut dalam jumlah cukup banyak.

Pada umumnya tumbuhan alpukat bisa berkembang di dataran rendah hingga dataran tinggi, ialah 5 – 1500 mdpl. Tumbuhan ini hendak berkembang produktif dengan hasil yang memuaskan pada ketinggian 200 – 1000 mdpl.

Untuk tumbuhan alpukat ras Meksiko serta Guatemala lebih sesuai ditanam pada ketinggian 1000 – 2000 mdpl, sebaliknya ras Hindia Barat pada ketinggian 5 – 1000 mdpl.

Temperatur maksimal buat perkembangan alpukat berkisar antara 12,8 – 28,3 oC.

Mengingat tumbuhan alpukat bisa berkembang di dataran rendah hingga tinggi, tumbuhan alpukat bisa mentolerir temperatur iklim antara 15 – 30 oC.

Kebutuhan sinar matahari buat perkembangan alpukat berkisar antara 40 – 80%. Angin dibutuhkan tumbuhan alpukat buat penyerbukan.

Tetapi demikian angin dengan kecepatan 63, – 73,6 kilometer/jam bisa mematahkan ranting serta percabangan tumbuhan alpukat yang terkategori lunak, rapuh, serta gampang patah.

Buah alpukat ini mempunyai 2 masa panen, ialah berbuah rimbun pada bulan Januari, Februari, November, serta Desember, dan berbuah sedikit pada bulan Mei serta Juli.

Tumbuhan alpukat sanggup berkembang besar sampai menggapai 20 m. Permukaan kulit buahnya halus tidak rata, bercorak hijau tua sampai ungu kecoklatan bergantung pada jenisnya.


Jenis Jenis Alpukat

Jenis- jenis alpukat tersebut sudah dirangkum pada postingan ini serta berikut penjelasannya.


  • Alpukat Aligator

Alpukat aligator populer sebab wujud buahnya yang unik, ialah berupa bundar lonjong, dengan bagian dasar agak membengkak serta bagian ujung mengecil semacam buah pir.

Buat ukurannya pula lumayan besar, dapat menggapai berat sampai 1. 2 kilogram/ buah. Alpukat tipe ini memiliki daging buah yang tebal, pulen dengan tekstur lembut tanpa serat.

Buat rasanya, buah alpukat aligator ini mempunyai cita rasa yang manis serta tidak mempunyai rasa getir sedikitpun. Tidak hanya itu, buah alpukat aligator pula mempunyai aroma yang khas.

Baca Juga :  Kandungan Petai Dan Manfaatnya Untuk Kesehatan Yang Perlu Di Ketahui

Tumbuhan alpukat aligator bisa ditanam pada wilayah dataran rendah dengan ketinggian sempurna dekat 300 mdpl.

Buat pemanenan umumnya bisa dicoba dikala tumbuhan telah berusia 3- 5 tahun sehabis penanaman. Permintaan pasar buat buah alpukat tipe ini pula senantiasa bertambah tiap tahunnya.

Perihal ini menjadikan budidaya alpukat aligator jadi suatu kesempatan bisnis yang bagus. Sebab tidak hanya wujudnya yang unik, alpukat aligator tercantum kedalam tumbuhan yang bertabiat genjah( gampang berbuah).


  • Alpukat Kendil

Dinamakan alpukat kendil sebab buah alpukat tipe ini memiliki dimensi yang lumayan besar serta memiliki wujud semacam kendil. Bobot satu buahnya dapat menggapai sampai 1– 2 kilogram/ buah.

Alpukat kendil memiliki daging buah yang tebal, berbiji kecil dengan rasa yang nikmat, lembut, manis serta bisa di makan langsung.

Tumbuhan alpukat kendil sanggup berkembang maksmial bila ditanam pada wilayah dataran besar dengan ketinggian 1500 mdpl.

Ada pula tanah yang sesuai merupakan tanah yang gembur, produktif, tidak gampang tergenang air, serta memiliki banyak faktor hara.

Tidak hanya buahnya yang berdimensi besar, daun alpukat tipe ini pula tidak disukai ulat. Pemanenan buah alpukat kendil bisa dicoba dikala tumbuhan telah berusia 3- 4 tahun semenjak penanaman.

Harga jual buah alpukat kendil ini pula terkategori besar sehingga sangat sesuai buat di budidayakan buat investasi masa depan.


  • Alpukat Mentega

Alpukat mentega merupakan salah satu tipe buah alpukat unggulan yang populer sebab mempunyai daging bau yang lumayan tebal, padat serta bertekstur kenyal tidak berair.

Yang sangat menarik dari alpukat tipe ini merupakan daging buahnya yang bercorak kuning menawan serta bersih semacam mentega.

Wujud buah alpukat mentega cenderung bundar dengan bagian pangkal serta ujung agak membulat pula dan mempunyai panjang dekat 13- 17 centimeter serta diameter 10– 14 centimeter.

Ada pula berat buahnya dekat 0. 6 kilogram/ buah. Alpukat tipe ini mempunyai kandungan protein 1, 37%, serta kandungan lemak 7, 58%.

Pemanenan buah alpukat mentega bisa dicoba dikala tumbuhan telah berusia dekat 4- 5 tahun sehabis penanaman dengan tingkatan produktifitas buah yang terkategori besar.buat satu tumbuhan alpukat mentega sanggup menciptakan dekat 350– 450 buah/ tahun.

Keistimewan lain dari alpukat tipe ini merupakan kemampuannya yang bisa berbuah sejauh tahun.


  • Alpukat Hass

Alpukat Hass populer sebab wujud buahnya yang unik. Kulit buahnya bercorak coklat kehitaman dikala telah matang, tekstur kulitnya agresif serta bergerigil. Wujud buahnya bundar dengan daging buah yang bercorak kuning.

Tumbuhan alpukat hass dapat berkembang di dataran rendah ataupun dataran besar serta sangat sesuai buat ditanam di Indonesia. Rasa daging buahnya pula sangat nikmat serta pulen.

Tidak mengherankan bila alpukat hass jadi buah yang sangat terkenal buat disantap seluruh orang dari bermacam belahan dunia.

Alpukat tipe ini pula tidak gampang membusuk sehingga sesuai buat ditaruh dalam waktu yang lumayan lama. Alpukat hass mempunyai bermacam berbagai isi nutrisi.

Tidak hanya itu, lemak tidak jenuh yang terdapat pula sangat berguna buat kurangi kolesterol. Alpukat hass ialah tipe buah alpukat yang mempunyai rasa sangat lezat dibanding dengan tipe alpukat lain.

Bukan tanpa alibi, alasannya buah alpukat hass tercantum kedalam tipe buah dengan mutu internasional, yang mempunyai niai jual sangat besar, ialah menggapai Rp 120. 000/ kilogram.


  • Alpukat Tanpa Biji

Sesuai dengan namanya, tipe alpukat ini memiliki keistimewaan yang tidak dipunyai oleh tipe alpukat lain, ialah daging buahnya tebal serta tidak mempunyai biji sama sekali.

Nyaris seluruh buahnya penuh dengan daging luar biasa tebal. Buah alpukat tanpa biji mempunyai rasa yang tidak kalah dengan tipe alpukat lain.

Perpaduan antara daging buahnya yang tebal dengan citarasa yang nikmat pastinya bisa membagikan kepuasan tertentu untuk penikmat buah alpukat.

Tumbuhan alpukat tipe ini bisa berkembang produktif pada wilayah dataran rendah serta dataran besar, dengan ketinggian sempurna dekat 200– 1000 m di atas permukaan laut.

Temperatur yang baik buat penanaman alpukat tanpa biji merupakan dekat 20- 28° C beriklim sejuk. Secara raga, tumbuhan alpukat tanpa biji mimiliki karaktersitik yang sama dengan tipe alpukat lain.

Batangnya bercorak cokelat, wujud daunnya lonjong bercorak hijau pada bagian atas serta bercorak kuning kecokelatan pada bagian dasar.

Wujud buahnya pula sama persis dengan tipe alpukat lain, cuma saja buah alpukat tipe ini mempunyai daging buah yang lebih tebal serta tidak memiliki biji.


  • Alpukat Wina

Alpukat Wina merupakan salah satu tipe alpukat lokal unggulan yang populer sebab buahnya yang berdimensi besar serta mempunyai berat dekat 1. 3 kilogram– 1. 8 kilogram/ buah, lebih berat dibanding dengan tipe alpukat biasa.

Baca Juga :  Pestisida Alami : Manfaat, Keunggulan dan Jenis Bahannya

Buah tipe ini memiliki daging buah yang tebal, padat serta bercorak kuning. Tidak hanya itu, buah alpukat wina memiliki citarasa yang gurih, manis, serta nikmat.

Daunnya berupa memanjang dengan dimensi dekat 12- 25 centimeter dengan bunga yang bercorak hijau kekuningan berdimensi kecil.

Tumbuhan alpukat wina bisa berkembang produktif bila ditanam pada wilayah dataran besar, dengan ketinggian idealnya dekat 1000 mdpl.

Buat pemanenan umumnya bisa dicoba dikala tumbuhan telah berusia 4- 5 tahun sehabis penanaman. Keunggulan alpukat tipe ini merupakan kemampuannya yang bisa berbuah sejauh tahun tanpa memahami masa.

Tidak cuma itu, tumbuhan alpukat wina pula diketahui memiliki tingkatan produktifitas buah yang besar, dan buahnya yang sanggup bertahan sampai 15 hari sehabis dipetik.


  • Alpukat Miki

Sesuai dengan namanya, Alpukat miki memiliki buah yang berdimensi kecil, bobot satu buahnya rata- rata cuma berkisar antara 400- 600 gr.

Alpukat tipe ini memiliki daging buah bercorak kuning, bertekstur padat, serta pulen yang tidak kalah dengan tipe buah alpukat yang lain.

Alpukat miki ialah salah satu tipe buah alpukat unggulan yang sanggup berkembang serta berbuah dengan baik pada wilayah dataran rendah.

Alpukat tipe ini tercantum kedalam tipe tumbuhan buah yang bertabiat genjah( gampang berbuah) serta sanggup meproduksi buah sejauh tahun.

Buat pemanenan umumnya telah bisa dicoba sehabis tumbuhan berumur dekat 3- 4 tahun semenjak penanaman.

Tidak hanya itu, buah alpukat miki pula tahan terhadap serbuan hama semacam ulat sebab mempunyai kulit buah yang sangat tebal, sehingga sangat susah buat ditembus oleh ulat pengganggu.


  • Alpukat Pluwang/ Green Star

Alpukat Pluwang memiliki dimensi yang terkategori jumbo. Berat buahnya dapat menggapai 600- 800 gr/ buah, apalagi terdapat yang sanggup menggapai berat 2 kilogram/ buah.

Alpukat tipe ini memiliki daging yang padat, bertekstur lembut dengan citasara yang lebih manis serta gurih dibanding tipe alpukat yang lain.

Tumbuhan alpukat pluwang ialah tipe alpukat unggulan yang populer sebab memiliki bentuk badan badan yang pendek sehingga sangat mempermudah dalam proses panen.

Alpukat tipe ini mempunyai banyak nama, semacam alpukat hawai jumbo serta alpukat pangeran. Perihal ini diakibatkan sebab alpukat pluwang sendiri belum bersertifikasi.

Tidak hanya ukurannya yang jumbo, alpukat pluwang pula tercantum kedalam tipe tumbuhan yang bertabiat genjah( gampang berbuah).

Tumbuhan alpukat tipe ini umumnya hendak mulai berbuah dikala telah berusia 2- 3 tahun sehabis penanaman.

Keunggulan yang lain merupakan buah alpukat pluwang tidak disukai oleh hama semacam ulat serta memiliki energi tahan buah yang lumayan lama.


Jarak Tanam Alpukat

Terdapat 3 jarak tanam yang dapat kamu gunakan, ialah jarak tanam sempurna, jarak tanam minimun, serta jarak tanam optimal.


  • Jarak Tanam Alpukat yang Ideal

Idealnya dalam menanam bibit Alpukat jarak antara bibit ialah 5 m x 5 m.

Perihal ini diperuntukan supaya ranting tumbuhan nantinya tidak silih bersinggungan, sehingga perkembangan tumbuhan serta hasil produktivitasnya hendak optimal.

Rata- rata ranting tumbuhan Alpukat umur 10 tahun lebih mempunyai panjang 2 m sehingga dengan jarak tanam tadi tumbuhan masih bebas buat terus berkembang optimal tanpa butuh pemangkasan atau pengaturan cabang.

Ataupun dapat pula 5 m x 6 m, dengan tujuan sisa 1 m buat memudahkan aktivitas mobilisasi perawatan, ataupun pemanenan.


  • Jarak Tanam Minimal

Tetapi buat sanggup menanam lebih banyak bibit alpukat dalam sesuatu zona, kamu pula dapat menggunkan jarak tanam minimun.

Jarak tanam minimun tumbuhan Alpukat ialah 3 m x 3 m. Sebagian pekebun Alpukat di Jawa Barat menanam bibit Alpukat dengan jarak 3. 5 m x 3. 5 m.

Buat pemilihan jarak tanam minimun ini kamu wajib mencermati perkembangan cabang. Upayakan antar cabang tidak bersinggungan, triknya dapat dengan mengendalikan cabang dengan sistem zig- zag ataupun tumpang tindih.

Dapat pula dengan memotong cabang apabila telah silih bertumpukan. Tetapi buat pemotongan cabang hendak berdampak pada vigour tumbuhan yang nampak memanjang keatas serta tumbuhan hendak lebih besar.

Dengan jarak tanam minimun ini satu perihal lain yang benar benar wajib kamu perhatikan merupakan membuat tumbuhan berkembang simetris.

dimana batang utama berkembang tegak lurus serta percabangan balance tidak condong kekanan ataupun kekiri. Ini dapat kamu atur semenjak tumbuhan masih kecil.


  • Jarak Tanam Maksimal

Buat jarak tanam optimal dalam menanam alpukat sesungguhnya tidak terdapat batasnya.

Baca Juga :  11 Manfaat Kelapa Sawit Serta Mengenal Karakteristik Morfologinya

malah terus menjadi lebar jaraknya hingga hendak terus menjadi bagus sebab tumbuhan akan lebih bebas serta bagian tumbuhan hendak lebih banyak memperoleh cahaya matahari.

Tetapi pasti kelemahan dari jarak tanam yang sangat lebar jumlah tumbuhan yang bisa ditanam dalam sesuatu zona hendak lebih sedikit.Dengan lebar 10 m x 10 m bagi kami telah lebih dari lumayan.

Percabangan hendak lebih bebas tanpa kita atur, cahaya matahari yang masuk pula lebih banyak dan apabila tumbuhan tidak berkembang simetris pula masih nyaman.

Lebih dari jarak tersebut bagi kami sangat kelewatan kecuali apabila kamu menggunkan sistem tumpang sari dengan tumbuhan lain, hingga itu legal legal saja.


Metode Menguhitung Jumlah Bibit Yang Dibutuhkan

Sehabis kamu memastikan jarak tanam yang hendak kamu gunakan, slanjutnya merupakan menghitung berapa jumlah tumbuhan yang bisa ditanami dalam sesuatu zona.

Perihal ini hendak kamu pakai buat menghitung kebutuhan bibit serta jumlah penciptaan buah dalam sesuatu zona.Triknya luas lahan dipecah dengan hasil kali jarak tanam.

Contoh apabila luas zona yang hendak kamu tanami mempunyai luas 1 ha( 10. 000 meter persegi) serta kamu menggunkan jarak tanam sempurna ialah 5 m kali 5 m.

hingga metode menghitungnya 10. 000:( 5 x 5)= 10. 000: 25= 400. Hasilnya merupakan 400 bibit ataupun tumbuhan.

Dari hasil tersebut berapakah bibit yang kamu butuhkan?

Dikala kamu berencana mengunkan tumbuhan buah hususnya Alpukat hambatan bibit yang ditanam terdapat yang mati peru kamu perhatikan, serta butuh terdapatnya penyulaman.

Dalam teori serta sebagian pengalaman ditaksir kematian 10% dari totalitas bibit yang ditanam. Dari contoh diatas hingga dapat kamu hitung 400 bibit+( 10% x 400)= 400+ 40= 440 bibit.

Dengan begitu dalam merencakan anggaran buat pembelanjaan bibit Alpukat kamu dapat menghitung cocok kebutuhan kamu dengan lebih pas.

Tanaman Alpukat : Morfologi, Jenis dan Jarak Tanam Idealnya


Hasil Budidaya Alpukat

Sehabis itu butuh pula kamu kalkulasi ditaksir berapa hasil buah yang dapat kamu miliki dari sekian tumbuhan yang kamu budidayakan.

Tumbuhan Alpukat dari perbanyakan grafting rata- rata berbuah di umur 2. 5 tahun hingga 3. 5 tahun, bergantung ketinggian tempat serta perawtan.

Kita ambil contoh umur sangat optimal ialah 3. 5 tahun. Serta buat tumbuhan Alpukat yang berbuah perdana ataupun awal kali baru berbuah dekat 5 kilogram– 15 kilogram.

Ini pasti dipengaruhi oleh tipe alpukat serta perawatan. Tetapi ditahun selanjutnya tumbuhan hendak berbuah dapat 3 kali lipat dari jumlah dini. Ayo kita hitung dari contoh diatas.

Apabila kamu menanam 400 tumbuhan hingga diusia tahun kamu baru memperoleh ditaksir hasil sebagi berikut:

  • Umur 3. 5 tahun( perdana)
  • Hasil Minimun 400 tumbuhan x 5 kilogram= 2. 000 kilogram/ 2 ton
  • Hasil Optimal 400 tumbuhan x 15 kilogram= 6. 000 kilogram/ 6 ton
  • Umur 4. 5 tahun( tahun kedua/ bukan buah kedua, sebab sebagian tipe Alpukat Unggul sanggup berbuah lebihb dari 1 kali dalam 1 tahun)
  • Hasil Minimun 400 tumbuhan x 15 kilogram= 6. 000 kilogram/ 6 ton
  • Hasil Optimal 4000 tumbuhan x 45 kilogram= 18. 000 kilogram/ 18 ton

Berikutnya dapat kamu hitung sendiri disesuaikan dengan rencana kamu. Dari sebagian pengalaman serta wawancara pekebun Alpukat, satu tumbuhan umur 6 tahun sanggup memproduksi hingga 100 kilogram apalagi lebih.

Buat hasil penjualan silahkan kamu hitung sendiri diseuaiakan dengan harga buah alpukat ditempat kamu baik dipengepul/ tengkulak, pasar ataupun konsumen langsung.

Sedikit cerminan di wilayah kami 3 tahun terahir harga buah alpukat per kilo ditingkat pengepul/ tengkulak merangkak naik dari Rp 15. 000– Rp 20. 000 serta dikala ini 2019 Rp 25. 000.

Sebaliknya buat penjualan langsung ke konsumen buat tipe alpukat unggul rata- rata di harga Rp 50. 000/ kilogram.

Demikian Uraian kami tentang Tanaman Alpukat Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5