Pupuk Organik Cair : Karakteristik, Cara Membuat, Keunggulan dan Manfaatnya

5 min read

Metode Membuat Pupuk Cair dari Air Cucian Beras
0
()

Pupuk Organik Cair : Karakteristik, Cara Membuat, Keunggulan dan Manfaatnya – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Pupuk Organik Cair.

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini.


Pupuk Organik Cair : Karakteristik, Cara Membuat, Keunggulan dan Manfaatnya


Pupuk organik ialah pupuk yang pembuatannya berasal dari limbah organik semacam kotoran hewan ataupun sampah/ kompos, sisa tumbuhan, serbuk sisa gergajian kayu, lumpur aktif dimana mutu bergantung pada proses.

Tipe Pupuk ini memiliki faktor hara yang jumlahnya banyak sehingga sangat berfungsi buat tingkatkan kesuburan tanah dan buat perkembangan tumbuhan.

Kelebihan pemakaian dari pupuk cair ini merupakan faktor hara yang ada didalamnya lebih gampang diserap tumbuhan.

Pupuk organik cair merupakan pupuk tipe pupukyangberbentuk cair dimana proses pembuatannya berasal dari bahan bahan organik yang lewat proses pengomposan .

semacam kotoran hewan dan manusia yg isi faktor haranya lebih dari satu faktor, sisa tumbuhan, serta lain sebagainya.

Pengguna pupuk kimiawi telah banyak berpindah memakai pupuk organik disebabkan tidak hanya lebih gampang diserap dalam tanah pupuk inii pula sangat diperlukan tumbuhan.


Sifat dan Ciri Pupuk Organik Cair

Pupuk organik cair tidak dapat dijadikan pupuk utama dalam bercocok tanam. Hendaknya pakai pupuk organik padat untuk pupuk utama/ dasar.

Pupuk organik padat hendak tersimpan lebih lama dalam media tanam serta dapat sediakan hara buat jangka yang panjang.

Sebaliknya, nutrisi yang terdapat pada pupuk cair lebih rentan terbawa erosi. Tetapi di sisi lain, lebih gampang di cerna oleh tumbuhan.

Tipe pupuk cair lebih efisien serta efesien bila diaplikasikan pada daun, bunga serta batang dibandingkan pada media tanam( kecuali pada tata cara hidroponik).

Pupuk organik cair dapat berperan bagaikan perangsang berkembang. Paling utama dikala tumbuhan mulai bertunas ataupun dikala pergantian dari fase vegetatif ke generatif buat memicu perkembangan buah serta biji.

Daun serta batang dapat meresap secara langsung pupuk yang diberikan lewat stomata ataupun pori- pori yang terdapat pada permukaannya.

Pemberian pupuk organik cair melalui daun wajib hati- hati. Jaga jangan hingga overdosis, sebab dapat mematikan tumbuhan.

Pemberian pupuk daun yang berlebih pula hendak mengundang hama serta penyakit pada tumbuhan. Jadi, ketepatan takaran wajib betul- betul dicermati buat memperoleh hasil optimal.

Tiap tumbuhan memiliki kapasitas dalam meresap nutrisi bagaikan makanannya. Secara teoritik, tumbuhan cuma mampu meresap faktor hara yang ada dalam tanah tidak lebih dari 2% per hari.

Baca Juga :  Teh Daun Sukun : 6 Manfaat Bagi Kesehatan dan Cara Membuatnya

Pada daun, walaupun kami belum menciptakan angka persisnya, dapat diperkirakan jumlahnya tidak lebih dari 2%. Oleh sebab itu pemberian pupuk organik cair pada daun wajib diencerkan terlebih dulu.

Sebab sifatnya bagaikan pupuk bonus, pupuk organik cair hendaknya kaya hendak faktor hara mikro.

Sedangkan faktor hara makro dipadati oleh pupuk utama melalui tanah, pupuk organik cair wajib membagikan faktor hara mikro yang lebih. Buat memperoleh isi hara mikro, dapat dipilah dari bahan baku pupuk.


Metode Membuat Pupuk Organik Cair

  • Siapkan bahan- bahan berikut: 1 karung kotoran ayam, separuh karung dedak, 30 kilogram hijauan( jerami, gedebong pisang, daun leguminosa), 100 gr gula merah, 50 ml bioaktivator( EM4), air bersih seperlunya.
  • Siapkan tong plastik kedap hawa dimensi 100 liter bagaikan media pembuatan pupuk, satu m selang aerotor transparan( diameter kira- kira 0, 5 centimeter), botol plastik sisa akua dimensi 1 liter.
  • Lubangi tutup tong seukuran selang aerotor.
  • Potong ataupun rajang bahan- bahan organik yang hendak dijadikan bahan baku. Masukkan kedalam tong serta tambahkan air, komposisinya: 2 bagian bahan organik, 1 bagian air. Setelah itu aduk- aduk sampai menyeluruh.
  • Larutkan bioaktivator semacam EM4 serta gula merah 5 liter air aduk sampai menyeluruh. Setelah itu tambahkan larutan tersebut ke dalam tong yang berisi bahan baku pupuk.
  • Tutup tong dengan rapat, kemudian masukan selang melalui tutup tong yang sudah diberi lubang. Rekatkan tempat selang masuk sehingga tidak terdapat celah hawa.
  • Perkenankan ujung selang yang lain masuk kedalam botol yang sudah diberi air.
  • Yakinkan betul- betul rapat, sebab reaksinya hendak berlangsung secara anaerob. Guna selang merupakan buat menyetabilkan temperatur adonan dengan membuang gas yang dihasilkan tanpa wajib terdapat hawa dari luar masuk ke dalam tong.
  • Tunggu sampai 7- 10 hari. Buat mengecek tingkatan kematangan, buka penutup tong cium bau adonan. Apabila wanginya semacam wangi tape, adonan telah matang.
  • Pisahkan antara cairan dengan ampasnya dengan metode menyaringnya. Pakai saringan kain. Ampas adonan dapat digunakan bagaikan pupuk organik padat.
  • Masukkan cairan yang sudah melewati penyaringan pada botol plastik ataupun kaca, tutup rapat. Pupuk organik cair sudah jadi serta siap digunakan. Apabila dikemas baik, pupuk dapat digunakan hingga 6 bulan.

Cara Pemakaian Pupuk Organik Cair

Pupuk organik cair diaplikasikan pada daun, bunga ataupun batang. Triknya dengan mengencerkan pupuk dengan air bersih terlebih dulu setelah itu disemprotkan pada tumbuhan.

Kepekatan pupuk organik cair yang hendak disemprotkan tidak boleh lebih dari 2%. Pada mayoritas produk, pengenceran dicoba sampai seratus kalinya. Maksudnya, tiap 1 liter pupuk diencerkan dengan 100 liter air.

Dapat disemprotkan langsung pada bunga maupun pada batang serta daun. Tiap penyemprotan sebaiknya dicoba dengan interval waktu satu minggu bila masa kering ataupun 3 hari sekali pada masa hujan.

Baca Juga :  Cara Merebus Daun Sirsak : Takaran Tepat dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Tetapi dosis ini wajib disesuaikan lagi dengan tipe tumbuhan yang hendak disemprot.


Keunggulan serta Khasiat Pupuk Organik Cair

Kelebihan pemakaian pupuk organik di antara lain menyehatkan area, membetulkan struktur tanah, menekan bayaran penciptaan, serta tingkatkan produktivitas tumbuhan.

Berikut ini kami jelaskan secaran lengkap khasiat serta keunggulan pupuk organik.

  • Menyehatkan Lingkungan

Bagaikan modul akhir ataupun sisa sesuatu proses, sampah biasa- nya diatasi dengan mengangkutnya dari tempat sampah di permukiman serta membuangnya ke tempat pembuangan sampah akhir ataupun membakarnya.

Salah satunya metode menanggulangi sampah yang efisien serta efektif merupakan dengan mendaur ulang. Sampah non- organik dapat didaur ulang jadi biji plastik.

Sedangkan itu, sampah organik dapat diolah lagi jadi kompos ataupun pupuk organik. Daur ulang sampah organik jadi pupuk tidak cuma bisa menyuburkan tumbuhan, namun pula ikut menyehatkan area.

Tidak hanya itu, pemakaian pupuk organik pula tidak meninggalkan residu pada tumbuhan sehingga nyaman buat disantap.

  • Revitalisasi Produktivitas Tanah

Pada dasarnya, pemakaian pupuk anorganik secara selalu sampai pada sesi tertentu nyatanya bisa berdampak kurang baik untuk keadaan hara tanah.

Pupuk anorganik hendak terakumulasi di dalam tanah serta menimbulkan kekahatan( kekurangan) hara.

Tanah yang kerap diberi pupuk anorganik lama- kelamaan bisa jadi keras sehingga jadi susah buat diolah serta mengusik perkembangan tumbuhan.

Sebab itu, pemanfaatan pupuk organik buat tanah sangat menolong membetulkan struktur tanah, tingkatkan permeabilitas tanah, serta kurangi ketergantungan lahan pada pupuk anorganik.

Tidak hanya itu, pupuk organik pula berfungsi bagaikan sumber santapan untuk mikroorganisme tanah.

Dampak positifnya, bisa tingkatkan jumlah serta kegiatan mikroorganisme tanah sehingga tanah jadi gembur serta gampang meresap air.

  • Menekan Biaya

Tidak bisa dipungkiri, para petani biasanya lebih kerap memakai pupuk anorganik dibanding dengan pupuk organik. Bagi mereka, pemakaian pupuk anorganik lebih instan dari pupuk organik.

Pada kesimpulannya, petani jadi ketergantungan dengan pupuk anorganik. Sementara itu harga serta ketersediaannya di pasaran cenderung berfluktuatif.

Pada dikala ketersediaan pupuk anorganik susah ditemui di pasar, biayanya juga jadi mahal. Tetapi, para petani terpaksa senantiasa membelinya sebab telah terbiasa dengan pupuk tersebut.

Sebab itu, dibutuhkan sosialisasi yang berkesinambungan buat menghadirkan petani tentang keunggulan serta keuntungan pupuk organik dibanding dengan pupuk anorganik.

Tidak hanya itu, harga pupuk organik di pasaran umumnya lebih murah dibanding dengan harga pupuk anorganik. Sebab itu, pemakaian pupuk organik bisa menekan bayaran operasional serta pula tingkatkan hasil panennya.

  • Tingkatkan Mutu Produk

Pada dasarnya, tumbuhan yang diberikan pupuk organik dapat lebih bermutu. Tumbuhan sayur- mayur yang dipupuk dengan pupuk organik hendak lebih fresh serta lezat, dan energi simpannya lebih lama.

Misalnya, wortel organik dapat ditaruh sepanjang 3—4 minggu, sebaliknya wortel non- organik cuma tahan ditaruh 1—2 minggu.

Kubis organik dapat tahan ditaruh hingga satu minggu, sebaliknya kubis non- organik cuma bertahan kurang dari seminggu.

Baca Juga :  Tanaman Cocor Bebek : Morfologi, Jenis, Kandungan Gizi, Manfaat dan Cara Budidayanya

Tidak hanya tahan lebih lama, kubis organik pula mempunyai bobot yanglebih berat dibanding dengan kubis non- organik, ialah dekat 2 kilogram/ buah.

Sedangkan itu, selada organik dapat tahan ditaruh sepanjang 7 hari, sebaliknya selada anorganik cuma tahan ditaruh 2 hari.

Tumbuhan buah juga kualitasnya jadi lebih baik dengan pupuk organik. Tumbuhan salak yang dipupuk memakai pupuk organik bisa menciptakan buah yang rasanya lebih manis.

Tidak hanya itu, energi fruitset ataupun persentase bunga yang jadi buah jauh lebih banyak. Begitu pula santapan yang diolah dari bahan organik juga energi simpannya lebih tahan lama.

Nasi yang diolah dari beras organik dapat tahan sepanjang 24 jam tanpa dimasukkan ke dalam perlengkapan pemanas elektrik( rice cooker), sebaliknya nasi dari beras anorganik cuma tahan ditaruh sepanjang 12 jam.

Metode Membuat Pupuk Cair dari Air Cucian Beras

Metode Membuat Pupuk Cair dari Air Cucian Beras

Air cucian beras nyatanya dapat menyuburkan tumbuhan sebab memiliki sebagian zat yang berguna serta kuman baik.

Air cucian beras sesungguhnya dapat disiramkan langsung ke tumbuhan.namun, air cucian beras pula dapat diolah jadi pupuk cair buat hasil yang lebih baik.⠀

Saat sebelum mangulas tentang metode pembuatannya, kalian butuh mempersiapkan sebagian perlengkapan serta bahan terlebih dulu, ialah bagaikan berikut:

  • Air cucian beras 10 liter
  • Gula merah 1/ 4 kg
  • Air kelapa tua 1 L( bila ada)
  • Ragi tape 1 butir( bila ada)
  • Cairan EM4
  • Wadah semacam ember, tong, ataupun jerigen kapasitas 15 L
  • Kayu/ bambu bagaikan pengaduk

Berikut ini merupakan langkah- langkah pembuatannya:

  • Pertama- tama, masukkan air cucian beras ke dalam wadah yang telah disediakan
  • Masukkan 100 ml cairan EM4 serta parutan gula merah ke dalam wadah
  • Setelah itu, masukkan air kelapa tua ke dalam wadah
  • Berkembang ragi tape sampai sirna kemudian masukkan ke wadah
  • Aduk seluruh bahan tersebut hingga rata serta jadi satu
  • Tutup wadah tersebut rapat- rapat serta diamkan sepanjang dekat 7- 10 hari
  • Sehabis 7- 10 hari, bila ada belatung ataupun ulat di dalamnya, berarti pupuk cairnya telah dapat diaplikasikan ke tanaman
  • Sehabis pupuk cair telah jadi, Kamu dapat langsung menuangkannya ke dekat pangkal tumbuhan ataupun menyiramnya ke segala bagian tumbuhan. Pupuk cair pula dapat digunakan bagaikan pupuk dini.

Demikian Uraian kami tentang Pupuk Organik Cair Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5