Ikan Koi & Cara Budidayanya Untuk Pemula Dengan Mudah

Ikan Koi & Cara Budidayanya Untuk Pemula Dengan Mudah – Jika ini ditekuni bukan tak mungkin akan menghasilkan pundi-pundi rupiah. Dan pada kesempatan kali ini tanam.co.id  akan berbagi cara tehnis pembudidayaan iakan koi. Dan untuk leih terangnya mari kita baxca secara seksama materi kami di bawah ini.

Contents

Ikan Koi & Cara Budidayanya Untuk Pemula Dengan Mudah

Ikan koi dikenal luas karena orang Jepang suka memelihara ikan tersebut dan menjualnya ke negara lain. Orang Jepang meyakini bahwasanya ikan ini membawa keberuntungan bagi pemiliknya. Menurutnya Ikan ini merupakan simbol persahabatan yang kekal dan cinta yang tulus. Ikan koi merupakan salah satu jenis ikan mas atau common carp yang secara ilmiah diberi nama Cyprinus caprio.

Dan kalau di kita Indonesia ada juga yang menamakannya dengan sebutan ikan koin. Lebih terincina baca daja uraian singkatnya di bawah ini kami akan samapiaikan buat para pemula yang akan membudidayakan iakan koi.

Ikan Koi Cara Budidayanya

Bisnis budidaya  jinli atau ikan koi di daerah Blitar berkembang berkah Presiden Sukarno yang menerima ikan koi sebagai hadiah dari pemimpin Cina. Ikan koi sudah sangat terkenal di Indonesia sejak tahun 1959, 1960-an.

Di Pasara  jinli semakin berkembang dari waktu ke waktu, meskipun keberadaan ikan ini kurang diminati di masa lalu. Mengenai harga ikan koi impor dari luar semakin timggi sehingga harga ikan koi lokalan justru semakin kompetitif. Agar berhasil memelihara ikan koi, Anda perlu mengikuti langkah-langkah ini agar tidak mengalami kerugian dari pengeluaran uang untuk pembibitan ikan ini.

Ikan Koi Memilih Indukan Yang Bagus

Bibit memegang peranan penting dalam perkembangbiakan  jinli. Indukannya dengan gen yang baik juga akan memiliki keturunan yang baik. Bila sulit mencari indukan yang baik, Anda bisa meminjamnya dari penggemar koi yang akan memelihara ikan ini dalam waktu lama. Pecinta koi biasanya mengoleksi ikan koin berkualitas tinggi untuk perawatan mereka sendiri atau untuk tujuan kompetisi. Sebagian besar pecinta ikan mas ini tidak memiliki keterampilan maupun waktu untuk membudidayakan ikan mereka. Perkawinan dapat membuat ikan tetap sehat.

Petani ikan koi memanfaatkan ini dengan bekerja sama dengan pemilik ikan. Pemilik ikan diuntungkan karena ikan dapat dipelihara dan pembudidaya senang karena mendapatkan keturunan yang berkualitas. Sebagai imbalannya, pemilik biasanya memberikan izin kepada peternak untuk memilih satu atau dua ikan dari perkawinan.

Induk Ikan Koi

Indukan ikan koi yang sehat mestinya memiliki ciri-ciri yaitu:

  1. Ikan itu umurnya sudah di atas 2 tahun.
  2. Jenis ikan yang dikandung misalnya sama atau mirip, seperti dengan Kohaku dan Kohaku.
  3. Bentuk tubuhnya ideal dan memiliki lekukan di bagian atas, mirip dengan torpedo.
  4. Gaya berenang ikan ini cukup tenang dan seimbang (tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat).
  5. Ikan berwarna cerah dan kontras.
  6. Ikan harus sehat dan bergerak atau tidak berhenti di dasar kolam.
  7. Jantan dan betina sudah matang untuk kawin.
  8. Betina dan jantan harus dipelihara di kolam terpisah sehingga induk tidak harus diinseminasi ulang saat kawin (kawin dengan perut kosong). Secara umum perawatan kolam penetasan sama dengan pemeliharaan kolam penetasan.

Pembuatan Kolam Buat Tempat dan Perkawinan Ikan

Kolam merupakan faktor penting dalam keberhasilan budidaya ikan. Bentuk kolam dan sifat kolam juga harus diperhatikan, apakah kolam bawah tanah, kolam kanvas atau kolam beton. Ada juga beberapa yang membudidayakan ikan koi di akuarium karena  jinli relatif mudah dalam perawatannya. Menurut peternak koi, kolam terpal tidak cocok untuk ikan koin. Idealnya kotak pemijahan berukuran 3×6 meter dengan kedalaman 60 cm dan tinggi 40 cm.

Gunakan kolam gypsum untuk hasil yang maksimal. Kolam harus mendapat sinar matahari yang cukup dan harus mengalirkan air agar sirkulasi air selalu terjaga. Lebih baik memasang saringan halus di saluran air agar ikan koin tidak hanyut bersama air yang keluar dan mengurangi jumlah hama di lokasi. Kolam harus dibiarkan kering sepenuhnya selama beberapa hari.

Untuk menghindari bahan kimia yang ada di dalam semen di kolam. Setelah kering, Anda bisa menambahkan air. Air juga harus mengendap selama sekitar 24 jam, setelah itu Anda dapat menambahkan indukan koi.

Anda perlu menyediakan kakaban untuk menampung telur  jinli. Lalu bagaimana cara melakukan kakaban? Itu mudah. Berikut cara pembuatan kakabana untuk budidaya ikan koi :

  1. Siapkan ijuk, bilah bambu dan paku dengan panjang 120 cm dan lebar 40 cm. Atau disesuaikan saja.
  2. Susun ijuk serapi mungkin, lalu kencangkan dengan bambu dan paku. Jumlah serat dapat disesuaikan dengan ukuran betina.
  3. Catatan untuk induk yang dengan berat badan 1 kg, pemberian ijuk yang baik adalah 4-6 pcs. Serat ini bisa dipasang setelah kolam diisi air.
  4. Selain ijuk, Anda bisa menggunakan Hydrilla sebagai tempat bertelur. Kemudian Anda bisa menyiapkan tempat untuk ikan mas rambai.
  5. Dibutuhkan banyak ruang untuk membedakan ikan koi dari ikan yang berumur 3 bulan atau hingga enam inci panjangnya.
  6. Untuk membuat kolam, perawatan bisa disesuaikan dengan kondisi lahan. Biasanya, kolam berukuran 3 × 4 dengan kedalaman 40 cm diperlukan untuk menampung 250 hingga 300  jinli.

Tahap Pemijahan

Fase pemijahan menentukan berhasil tidaknya budidaya  jinli. Tahap ini harus benar-benar maksimal dalam pengelolaan atau pemeliharaannya. Untuk memperkecil kekeliruan pemijahan, Anda harus menyediakan lebih dari satu jantan, karena salah satu jantan mungkin tidak sehat. Sediakan 3 sampai 5 ekor pejantan.

Setelah semuanya siap, sekitar jam 16 tempatkan betina di kotak pemijahan terlebih dahulu, biarkan ikan terbiasa dengan kotak pemijahan. Kemudian, 3-5 jam kemudian, induk jantan diperkenalkan, pemijahan biasanya terjadi pada tengah malam. Induk betina berenang di sekitar kolam, dan pejantan mengikutinya dan dari waktu ke waktu menempel padanya dengan tubuhnya.

Berikut ini dijelaskan cara membudidayakan ikan kejar yang harus diperhatikan selama fase pemijahan.

Pada proses utama, betina melepaskan sel telur, diikuti oleh pejantan yang melepaskan sperma. Biasanya, telur yang telah dibuahi menempel pada kakaban atau tanaman air, dan perkawinan dilakukan pada pagi hari.

Dan secepatnya untuk memsihkan induknya dari kolam pemijahan, agar telur terlindung dari kemungkinan dimangsa oleh induknya sendiri.

Proses penetasan membutuhkan akurasi suhu air yang tepat; jika suhu air terlalu dingin, larva akan lama menetas dan telur akan membusuk jika suhu air terlalu tinggi.

Untuk inkubasi telur yang telah dibuahi, suhu air sekitar 27-30 derajat Celcius. Kakao harus terendam air agar telur menetas dengan baik.

Telur menetas setelah sekitar 48 jam, dan pada tahap ini mereka tidak segera diberi makan, karena larva yang baru menetas masih memiliki cadangan makanan selama 3-5 hari.

5 hari setelah pakan dikonsumsi, berikan pakan hidup seperti daphnia yang disaring. Makanan hidup ini lebih baik daripada kuning telur rebus karena airnya lebih bersih dan kuning telurnya membuat air kolam berbau amis dan keruh.

Ikan koi juga membutuhkan lebih banyak makanan hidup. Kutu air ini bisa diganti dengan ulat sutera ketika  jinli sudah mencapai panjang 1,5 cm. Namun, suplai cacing sutera tidak akan dilanjutkan saat ikan berumur 3 minggu.

Yang Sanagat Perlu Diperhatiakan

1. Jaga Kualitas Air

Selalu perhatikan kualitas air di kolam anda agar  jinli anda tetap sehat. Perhatikan juga suhu dan kekeruhan air. Mencegah  jinli menjadi keruh karena ini akan merepotkan ikan koi. Kalaupun pernah menggunakan sistem femilteran di kolam ikan koi, bisa saja air di kolam tersebut menjadi keruh karena kotoran yang dikeluarkan oleh ikan-ikan di kolam.

2. Ganti air seminggu sekali

Disarankan untuk mengganti sekitar 10% air kolam seminggu sekali. Jangan pernah mengganti semua air karena ikan akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Membiasakan diri dengan mengganti air dapat membuat ikan stres, jadi sebaiknya jangan mengeringkan kolam sepenuhnya. Kondisi air juga dapat mempengaruhi warna koi hingga 20%. Ingatlah bahwa warna ikan mempengaruhi kualitas dan harga pasar ikan.

3. Membatasi jumlah ikan di kolam

 Jinli membutuhkan kebebasan bergerak yang cukup untuk tumbuh dengan cepat. Jumlah ikan yang tidak sesuai dengan kapasitas kolam (terlalu banyak ikan) dapat memperlambat pertumbuhan  jinli. Dengan ukuran kolam, Anda harus memperhatikan jumlah ikan.

Seperti banyak ikan hias air tawar lainnya, koi juga membutuhkan kualitas air yang baik. Anda perlu menyiapkan air biasa yang bebas dari kontaminasi, termasuk bahan kimia. Bagi Anda yang baru saja membuat kolam semen sebaiknya jangan langsung memasukkan koi ke dalam kolam tersebut.

4. Perhatikan keasaman air kolam

Kolam semen yang baru masih meninggalkan bau semen yang tidak dapat diterima, dan ikan bisa mabuk. Untuk menghilangkan bau semen dengan cepat, peternak koi biasanya menggunakan batang pisang. Anda juga perlu menjaga keasaman air kolam antara 6,5 ​​hingga 8,5 agar ikan koi selalu sehat.

Jadi siapa saja bisa melakukan budidaya  jinli. Hanya saja pekerjaan apa pun membutuhkan keterampilan yang khusus dan ketekunan untuk menjadi sukses. Namun, mengingat prospek dan harga jual yang lumayan tinggi, budidaya ikan koi bisa menjadi bisnis yang bagus di masa depan. Jadi anda bisa langsung mempraktekkan cara-cara budidaya  jinli tersebut.

"Budidaya

Demikian Uraian Singkat kami tentang; Ikan Koi & Cara Budidayanya Untuk Pemula Dengan Mudah – In Syaa Allah uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat, selain itu juga dapat memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya