Teknik Budidaya Tanaman Kapas Yang Baik Dan Tepat Untuk Pemula

Teknik Budidaya Tanaman Kapas Yang Baik Dan Tepat Untuk Pemula – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Cara Menanam Cincau Hijau .

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini :


Contents

Teknik Budidaya Tanaman Kapas Yang Baik Dan Tepat Untuk Pemula


Kapas merupakan serat halus yang menyelubungi biji sebagian tipe Gossypium ataupun biasa diucap dengan tumbuhan kapas, tanaman ini berasal dari wilayah tropika serta subtropika.

Serat kapas ialah bahan berarti dalam industri tekstil. Serat dipintal jadi benang serta setelah itu ditenun jadi kain. Produk tekstil dari serat kapas biasa diucap bagaikan katun( benang ataupun kainnya).

Serat kapas ialah produk yang berharga sebab cuma dekat 10% dari berat kotor( bruto) produk lenyap dalam pemrosesan.

Apabila lemak, protein, malam( parafin), serta lain- lain residu disingkirkan, sisanya merupakan polimer selulosa murni serta natural.

Selulosa ini tersusun sedemikian rupa sehingga membagikan kapas kekuatan, energi tahan( durabilitas), serta energi serap yang unik tetapi disukai orang.

Tekstil yang dibuat dari kapas( katun) bertabiat menghangatkan di kala dingin serta melegakan di kala panas disebabkan bisa meresap keringat.

Tumbuhan kapas secara botanis diucap dengan Gossypium sp serta mempunyai dekat 39 spesies serta 4 spesies antara lain yang dibudidayakan ialah: Gossypium herbacium L, Gossypium arberium L, Gossypium hersutum L serta Gossypium barbadense.

Morfologi Tumbuhan Kapas

Tumbuhan kapas biasanya dikembangbiakkan dari biji.Pada waktu berkecambah calon pangkal tunggang berkembang lebih dulu masuk ke dalam tanah, diiringi oleh keping biji.

Kapas memiliki pangkal tunggang yang panjang serta dalam, bergantung pada usia, besarnya tumbuhan. aerasi, serta stuktur tanah. Pangkal tunggang kerap lebih panjang daripada tanamannya sendiri.

Tumbuhan kapas dalam kondisi wajar berkembang tegak. Batang berwama hijau tua, merah ataupun hijau bernoktah merah.

Batang biasanya berbulu serta terdapat pula yang tidak, dan terdapat yang ujungnya berbulu, pangkalnya tidak berbulu. Dari tiap ruas, berkembang daun serta cabang pada ketiaknya.

Panjang serta jumlah cabang berbeda- beda bagi tipe cabang serta dipengaruhi oleh lingkungannya. Cabang vegetatif berkembang pada batang pokok dekat leher pangkal serta umumnya berkembang ke atas.

Cabang- cabang vegetatif baru bisa berbunga serta berbuah sehabis berkembang cabang generatif. Banyaknya cabang vegetative bermacam- macam. umumnya dekat 3- 4 cabang.

Cabang generatif berkembang pada batang pokok ataupun pada cabang vegetatif. Cabang generatif posisinya mendatar serta langsung membentuk bunga.

Seluruh bunga serta buah berkembang pada cabang generatif. Cabangcabang buah yang awal umumnya dihasilkan pada ketiak daun ke- 6 hingga ke- 8 ke atas pada batang pokok.

Jumlah cabang generatif antara 8- 20 cabang( Balittas, 1993).Tumbuhan kapas mulai berbunga dekat 30- 45 hari serta mulai mekar dekat 45- 60 hari bergantung tipe serta varietas kapas.

Bunga awal mulai berkembang pada batang di atas cabang vegetatif, berupa spiral dengan filotaksi 3/ 8( Mauney, 1984). Masing- masing cabang generatif bisa berkembang 6- 8 bunga.

Kuncup bunga berupa piramid kecil terdapat pula yang melintir( frego) serta berwama hijau.

Bunga mulai mekar pada pagi hari( jam 6- 7) serta layu pada siang harinya serta setelah itu kepala putik membuka( reseptit).

Bagian tangkai yang mengandung tepung sari pula lekas membuka serta menghamburkan tepung sarinya. Tepung sari bisa menempel pada kepala putik serta sanggup bertahan hingga 12 jam.

Tepung sari berkecambah dalam waktu yang pendek serta menggapai bakal buah dalam waktu dekat 12- 30 jam sehabis persarian( Stewart dalam Mauney, 1984).

Sehabis terjalin persarian, hingga buah lekas tercipta. Dari bunga hingga jadi buah masak dekat 40- 70 hari. Buah yang masak hendak retak serta terbuka. Mayoritas buah terdiri dari 3 ruang serta kadangkadang 4- 5 ruang.

Kulit luar biji terdapat yang berserat serta terdapat yang tidak. Serat menyelimuti kulit biji sangat pendek, terdapat yang tebal serta halus, ataupun tebal serta agresif, tipis dan halus.

Serat menempel erat pada biji, berwama putih ataupun krem terdapat pula yang berwama keabu- abuan. Serat diucap” fuzz”( kabu- kabu).

Biji kapas tidak cuma dilapisi kabu- kabu, namun di luarnya ada susunan serabut yang diucap serat kapas( kapas). Kulit biji menebal membentuk susunan serat berderet pada kulit bagian dalam.

Pemanjangan serat berlangsung dekat 13- 15 hari. Pada waktu buah masak kulit buah retak serta kapasnya/ seratnya jadi kering serta siap dipungut.

Bagian serat terpanjang ada pada puncak biji. Berat serat kapas dekat 1/ 3 berat kapas berbiji. Panjang serat bermacam- macam bergantung pada tipe serta varietas kapas.

Panjang serat yang dibesarkan di Indonesia dekat 26- 29 milimeter( Ditjenbun. 1977).

Ketentuan Berkembang Tumbuhan Kapas

Curah hujan yang diperlukan supaya tumbuhan kapas bisa berkembang berkisar antara 850- 1100 milimeter per tahun.

Temperatur yang diperlukan tumbuhan kapas buat bisa berkecambah berkisar antara 16- 27°C dengan kelembapan hawa berkisar antara 70%.

Pada dikala perkembangan, tumbuhan kapas memerlukan temperatur dekat 27- 32°C serta temperatur malam minimum 15°C sebab apabila suhunya dibawah 15°C ataupun diatas 40°C hingga perkembangan tumbuhan kapas hendak terhenti.

Tumbuhan kapas tercantum dalam tumbuhan yang bisa menyesuaikan diri pada bermacam tipe tanah.

Tetapi tumbuhan ini hendak lebih produktif apabila ditanam pada tanah tipe alluvial dengan banyak bahan organik serta gembur dan tingkatan kelembapan yang baik.

Tanah tipe ini mempunyai watak gembur serta porositas yang besar sehingga mempermudah buat mengikat air.

Ketinggian tempat pada tumbuhan mempengaruhi aspek hawa tempat tersebut. Sehingga berarti buat mencermati ketinggian tempat menanam tumbuhan.

Pada tumbuhan kapas, tumbuhan ini bisa berkembang pada dataran rendah dengan ketinggian 10- 150 mdpl.

Tumbuhan kapas masih bisa bereproduksi dengan baik dikala ditanaman pada tempat dengan ketinggian diatas 150 mdpl tetapi perkembangan serta produksinya hendak menurun apabila ditanam pada tempat dengan ketinggian di atas 260 mdpl.

Metode Budidaya Tanaman Kapas

  • Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah ini diartikan buat mempersiapkan lahan kapas sebaik- baiknya, sehingga tumbuhan yang hendak ditanam pada lahan tersebut bisa menggapai perkembangan yang maksimal.

Penyiapan lahan tersebut dicoba dengan metode merubah lapisan tanah sedemikian rupa, sehingga tekstur serta strukturnya membolehkan peredaran hawa serta air di dalamnya berjalan baik.

Pengolahan tanah untuk pengusahaan tumbuhan kapas pada prinsipnya meliputi: pembersihan tanaman liar serta sisa tumbuhan yang terdahulu, pengaturan drainase, supaya kelembapan serta peredaran hawa dalam tanah jadi baik, serta pengendaliah haman penyakit.

  • Pemilihan Benih

Biji yang baik buat benih merupakan besarnya seragam serta energi kecambahnya besar, ialah diatas 80– 90 persen.

Penggantian benih ialah salah satu usaha buat tingkatkan penciptaan, ialah membetulkan kualitas genetic benih.

Tetapi tidak hanya membetulkan kualitas genetic, butuh pula perbaiki kualitas fidik benihnya ialah dengan memperkecil kerusakan- kerusakan yang bisa jadi terjalin pada benih.

Benih kapas bisa terjalin saat sebelum panen, yang diakibatkan oleh siraman hujan ataupun kelembapanyang besar.

  • Penanaman

Faktor- faktor yang butuh dicermati dalam penanaman meliputi dikala tanam serta metode tanam. Dikala tanam yang pas sangat bergantung keadaan hawa setempat yang berbeda- beda buat tiap wilayah.

Metode tanam terdapat 2 berbagai, ialah memakai tugal serta tidak menggunkan tugal.

Metode tanam memakai tugal memudahkan dalam pemeliharaan tumbuhan, sebaliknya metode tanam tanpa tugal menyulitkan dalam pemeliharaan tumbuhan sebab perkembangan bibit tidak seragam.

Biasanya metode kedua cuma dicoba dalam kondisi terpaksa pada tanah datar.

Pemeliharaan Tumbuhan Kapas

Buat mendapatkan perkembangan tumbuhan yang baik serta hasil yang memuaskan, terdapat sebagian aktivitas pemeliharaan yang wajib dijalankan.

Aktivitas tersebut meliputi: menyulam, menjarangkan, mendangir serta membumbun.

  • Penyulaman

Pekerjaan penyulaman dicoba apabila dalam sesuatu areal pertanaman kapas ada sebagian tempat terbuka akibat benih yang ditanam tidak berkembang.

Penyulaman yang dicoba diharapkan segala areal jadi terisi oleh tumbuhan, sehingga produktivitas lahan tercapai semacam yang diharapkan.

Faktor- faktor yang jadi pemicu tidak tumbuhnya benih yang ditanam terdapat 3, ialah hawa yang sangat kering, letak benih sangat dalam, serta energi berkembang benih yang rendah.

  • Penyiangan

Penyiangan ialah usaha buat menekan perkembangan gulma sekecil bisa jadi, sehingga pengaruh negatifnya terhadap perkembangan tumbuhan bisa ditekan serendah bisa jadi.

Oleh sebab itu, penyiangan hendaknya dicoba pada sesi seawall bisa jadi dari perkembangan tumbuhan. Perkembangan gulma yang tidak dikendalikan secara pas hendak sangat kurangi hasil tumbuhan kapas.

Perihal ini diakibatkan sebab tumbuhan kapas tercantum tumbuhan yang sangat peka terhadap persaingan dengan perkembangan gulma, paling utama pada sesi dini perkembangan tumbuhan.

  • Penjarangan

Penjarangan tumbuhan dimaksudkan buat mendapatkan tumbuhan yang memiliki kepadatan populasi menyeluruh serta optimum, sehingga perkembangan tumbuhan bisa seragam.

penjarangan dicoba pada rumpun tumbuhan yang memiliki jumlah tumbuhan melebihi jumlah yang diharapkan.

Teknik Budidaya Tanaman Kapas Yang Baik Dan Tepat Untuk Pemula

  • Pendangiran serta Pembumbunan

Pendangiran serta pembumbunan dicoba dengan iktikad supaya proses penyerapan unsur- unsur hara serta mineral disekitar wilayah perakaran tumbuhan senantiasa baik.

Pemanenan Supaya segala kapas layak diterima buat diolah berikutnya, pemungutan hasil wajib betul- betul memperjatikan kriteria serta metode pemetikan nya.

Metode pemetikan yang pas hendak diperoleh hasil yang baik pula.

  • Pengeringan

Petani diajarkan melaksanakan penjemuran kapas biji yang dipanen, sehingga menggapai tingkatan kekeringan tertentu( hingga kandungan air± 8%).

Petani bisa dengan gampang mengenali tingkatan kekeringan yang dikehendaki itu dengan metode menggigit biji kapas tersebut serta apabila berbunyi nyaring berarti tingkatan kekeringan sudah terpenuhi.

Demikian Uraian kami tentang Budidaya Tanaman Kapas Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.