Budidaya Oyong : Panduan Agar Berbuah Lebat dan Cepat Panen untuk Pemula

3 min read

Budidaya Oyong : Panduan Agar Berbuah Lebat dan Cepat Panen untuk Pemula
0
()

Budidaya Oyong : Panduan Agar Berbuah Lebat dan Cepat Panen untuk Pemula – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Budidaya Oyong.

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini :


Budidaya Oyong : Panduan Agar Berbuah Lebat dan Cepat Panen untuk Pemula


Oyong ataupun gambas tercantum sayur- mayur yang banyak digunakan pada masakan, permintaan oyong di pasar terbilang besar, sehingga menguntungkan untuk para petani yang membudidayakannya.

Siklus tanamnya juga pendek, dekat satu bulan semenjak penanaman oyong telah bisa dipanen.

Metode budidayanya juga simpel, tidak hanya monokultur oyong bisa di tanam dengan sistem tumpangsari, sehingga petani bisa menanam bermacam komoditas dalam satu lahan.

Supaya produksinya maksimal dibutuhkan metode dan pula waktu budidaya yang pas, buat itu dibutuhkan benih yang jelas energi produksinya serta dapat diterima pasar.

Oyong ialah salah satu tipe sayur- mayur yang sangat laris dipasaran, daripada tipe sayur- mayur lain oyong pula ialah sayur- mayur yang sangat gampang ditemui dipasar.

Rasanya yang fresh dengan tekstur yang renyah, membuat oyong kerap dijadikan bahan utama dalam pembuatan sayur bening, oseng- oseng apalagi bagaikan kombinasi bumbu sambal balado yang lezat.

Oyong ataupun gambas ini sesungguhnya masih tercantum ke dalam suku labu- labuan dengan nama Luffa acutangula yang pula tercantum ke dalam tipe tumbuhan merambat serta baik ditanam di wilayah beriklim tropis.

Tidak hanya sebab rasanya yang lezat serta mempunyai banyak sekali khasiat, oyong pula mempunyai isi gizi yang sangat baik buat memenuhi nutrisi dalam badan kamu.

Oyong ataupun potulo/ petulo atau gambas merupakan tumbuhan sayur- mayur buah yang tercantum dalam famili Cucurbitaceae ataupun suku labu- labuan.

Nama binomial( nama latin) gambas merupakan Luffa acutangula, buahnya bercorak hijau, kulitnya agak agresif serta dimanfaatkan bagaikan sayur.

Baca Juga :  Budidaya Kunyit : Panduan Lengkap dan Mudah Tanam Kunyit Berbuah Lebat

Tumbuhan gambas ialah tumbuhan sayur- mayur buah yang merambat sehingga dalam budidayanya dibutuhkan lanjaran ataupun para- para.


Ketentuan Berkembang Tumbuhan Oyong

Tumbuhan gambas ataupun oyong ialah salah satu komoditi sayur- mayur yang mempunyai menyesuaikan diri besar terhadap area serta dapat berkembang pada bermacam berbagai tipe tanah.

Tumbuhan gambas memerlukan cahaya matahari secara penuh serta bisa berkembang maksimal pada area dengan temperatur rata- rata 18– 24 derajat celcius.

Tumbuhan ini rentan terhadap kekeringan serta bisa berkembang dengan baik bila ketersediaan air lumayan.

Bila kekurangan air tumbuhan hendak berkembang kerdil, berbatang kecil, bunga serta bakal buah rontok dan penciptaan tidak optimal.

Tumbuhan gambas ataupun oyong berkembang serta berproduksi secara optimal pada tanah yang produktif, gembur, mempunyai aerasi serta drainase yang baik.

pH sempurna buat tumbuhan gambas merupakan 5, 5– 6, 8( netral) dengan kelembaban rata- rata antara 50– 60%.

  • Persiapan Lahan

Apabila kamu tertarik budidaya oyong, berikut ini adalah tahapan– tahapan metode menanam oyong supaya berbuah lebat Sesi pengolahan lahan Gemburkan lahan dengan metode di traktor ataupun di cangkul.

Buat bedengan dengan dimensi besar 30– 40 centimeter, lebar 110– 120 centimeter, jarak antar bedengan 50– 60 centimeter, lebar parit 50 centimeter, sebaliknya panjangnya di sesuaikan dengan lahan yang di pakai.

Taburkan kapur pertanian ataupun dolomit 2 minggu saat sebelum tanam, dosisnya disesuaikan dengan tingkatan keasaman tanah saat sebelum diberikan perlakuan, kebutuhan dolomit dapat dilihat pada tabel berikut.

Pada 7– 10 hari saat sebelum tanam pada bedengan diberikan pupuk organik sebanyak 1– 2 kilogram per m2.

Tambahkan pula pupuk kimia SP 36 sebanyak 20 gr/ m2, KCL 15 gr/ m2 berikutnya tutup bedengan dengan tanah secara menyeluruh dan pula atur kembali permukaan bedengan.

Tutup bedengan dengan mulsa gelap perak, dengan corak perak di bagian atas. Pemasangan mulsa hendaknya dicoba siang hari biar mulsa gampang di tarik serta di kembangkan dengan

  • Sesi persemaian

Saat sebelum ditanam benih oyong di semai terlebih dulu, saat sebelum di semai potong sedikit pada bagian benih yang lancip dengan memakai gunting kuku.

Baca Juga :  10 Manfaat Gambas dan Kandungan Gizi Pentingnya Untuk Kesehatan

Perihal tersebut di jalani sebab biji oyong memiliki kulit yang keras serta juga Semai benih dalam pot tray dimensi 14×7 centimeter.

Media tanam yang digunakan merupakan kombinasi tanah, arang sekam, pupuk kandang serta pula sabut kelapa dengan perbandingan 1: 1: 1: 1.

Buat memesatkan perkecambahan persemaian ditutup dengan memakai plastik bercorak hitam, sepanjang proses persemaian, penyiraman dicoba teratur tiap hari,.

Apalagi apabila persemaian dicoba pada masa kemarau penyiraman dicoba 2– 3 kali satu hari. Pada usia 5- 7 hari sehabis semai.

Benih oyong umumnya telah mulai berkecambah, bibit telah bisa dipindah tanam apabila benih telah berumur 10– 12 hari sehabis semai.

  • Sesi pindah tanam serta pemeliharaan

Satu hari saat sebelum pindah tanam buat lubang tanam pada bedengan dengan metode membuat lubang pada mulsa secara hati– hati.

Jarak tanam sempurna tumbuhan oyong merupakan 50– 60 centimeter dalam barisan serta 60– 70 centimeter buat jarak antar barisan serta pula dalam tiap bedengan dapat ditanami 2 baris tumbuhan.

Tanam bibit pada lubang tanam di bedengan, buat 1 lubang tanam di isi dengan satu bibit.Proses pindah tanam hendaknya dicoba pada sore hari serta pula dibarengi dengan penyiraman buat menghindari tumbuhan jadi layu.

Pada fase dini perkembangan, tumbuhan sangat membutuhkan pasokan air, oleh karena itu hingga dengan umur 7 hari semenjak pindah tanam, oyong harus buat disiram tiap hari.

penyiraman selanjutnya dicoba setiap 2– 3 hari sekali bergantung keadaan cuaca.

Tumbuhan oyong membutuhkan turus ataupun ajir buat merambatkan batang, turus– turus tersebut dapat terbuat jadi para– para dengan metode menghubungkan satu dengan yang lain.

Para– para ini menolong proses panen sebab buah oyong hendak menggantung di dasar perlengkapan bantu tersebut.

Biar tumbuhan oyong berproduksi secara maksimal, tumbuhan butuh diberikan pupuk susulan, ada pula agenda pemupukan.

Pada pemupukan susulan 1– 2 dicoba dengan metode di tugal dekat 5– 7 centimeter dari tumbuhan, sebaliknya pemupukan susulan selanjutnya dicoba dengan metode di kocor.

Baca Juga :  Cara Menanam Kecipir : Morfologi, Syarat Tumbuh dan Kandungan Gizinya

Triknya larutkan pupuk ke dalam air, setelah itu bagikan larutan tersebut pada tiap tumbuhan sebanyak 250 ml ataupun 1 gelas.

Bila diperlukan dapat di tambahkan pupuk organik, pemupukan organik susulan bisa di bagikan pada 7 hari setelah tanam, dosisnya lumayan 1 genggam per tumbuhan.

Penyiangan ataupun pembersihan rumput liar pula berarti di jalani secara teratur, sebab kebersihan lahan hendak menolong tumbuhan oyong dapat

bebas dari serbuan hama serta juga Selanjutnya jalani perambatan, perihal ini berarti untuk dicoba buat menopang tumbuhan berkembang menjalar secara maksimal menjajaki ajir ataupun para– para.

Perambatan dicoba dengan mengikatkan tumbuhan ke ajir dengan memakai tali rafia secara hati– hati.

Pengikatan dapat di mulai pada tumbuhan berumur 10– 15 hari sehabis tanam dengan mengikatkan batang yang terletak di dasar cabang utama.

  • Pengendalian hama

Pengendaliannya hendak lebih baik jika dicoba secara preventif ialah lewat penyemprotan pestisida berkala, dosis serta aplikasinya disesuaikan dengan saran dari produsen pestisida yang umumnya tertera pada kemasan.

Sebagian penyakit yang kerap mengusik tumbuhan oyong ialah serkospora, sebaliknya hama yang teratur melanda merupakan penggorok daun, tungau, serta juga kepik.

Budidaya Oyong : Panduan Agar Berbuah Lebat dan Cepat Panen untuk Pemula

Sesi Pemanenan Oyong

Tumbuhan oyong umumnya telah bisa dipanen perdana pada umur 32– 34 hari sehabis tanam bergantung varietas yang di tanam, panen berikutnya dapat dicoba selang 3– 4 hari sekali.

Panen hendaknya dicoba pada pagi ataupun sore hari, tujuannya adalah supaya mutu hasil panen dapat terpelihara dengan baik.

Demikian Uraian kami tentang Budidaya Oyong Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5