Budidaya Kelapa Sawit : Panduan Lengkap Tanam dan Perawatan Agar Sukses Panen Melimpah

6 min read

Budidaya Kelapa Sawit : Panduan Lengkap Tanam dan Perawatan Agar Sukses Panen Melimpah
0
()

Budidaya Kelapa Sawit : Panduan Lengkap Tanam dan Perawatan Agar Sukses Panen Melimpah –

Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Budidaya Kelapa Sawit.

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini :


Budidaya Kelapa Sawit : Panduan Lengkap Tanam dan Perawatan Agar Sukses Panen Melimpah


Kelapa sawit atau  Elaeis guneensis Jack ialah tumbuhan perkebunan berarti di Indonesia. Indonesia merupakan negeri produsen minyak kelapa sawit utama di dunia, 48% minyak kelapa sawit dunia dibuat oleh Indonesia.

Perkebunan kelapa sawit di Indonesia terdiri dari perkebunan negeri, perkebunan besar swasta serta perkebunan rakyat.

Kelapa sawit merupakan tumbuhan palma penghasil minyak santapan, minyak industri serta biodiesel( bahan bakar nabati).Sayangnya produktifitas kebun kelapa sawit secara nasional masih rendah.

Tingkatan penciptaan kelapa sawit dipengaruhi oleh bermacam aspek, antara lain merupakan aspek area tempat tumbuhnya, mutu bibit yang digunakan dan metode budidaya serta pengelolaan dalam budidayanya.


Tahapan Proses Budidaya Kelapa Sawit


  • Pemilihan Bibit Kelapa Sawit

Pemilihan bibit kelapa sawit merupakan penentu keberhasilan budidaya kelapa sawit yang Kamu jalani. Oleh karena itu, Kamu wajib memilah bibit dengan kepribadian unggul semacam:

Wujud tunas yang baik pada bibit sawit mempunyai karakteristik mata tunsa yang wajar serta bercorak putih bersih.

Jangan seleksi bibit yang cacat dengan karakteristik tunas bercorak cokelat kehitaman, layu serta nampak ikutan jamur.Bentukan anak daun yang baik pula jadi salah satu karakteristik dari bibit yang unggul.

Yakinkan kalau bibit yang Kamu seleksi mempunyai bentukan anak daun yang wajar, dengan karakteristik daun melebar, tidak kusut, tidak pucat( bercorak hijau fresh), serta tidak menggulung.

Tempurung bibit sawit acapkali tidak sangat dicermati, sebab posisinya dibawah. Walaupun begitu, nyatanya mutu bibit sawit didetetapkan pula dari tempurungnya.

Yakinkan kalau bibit sawit yang Kamu seleksi mempunyai karakteristik; tempurung bercorak gelap hitam, leluasa dari serabut/ noda- noda jamur serta tidak terdapat retakan ataupun kehancuran yang lain.

Karena, keretakan pada tempurung bibit sawit ini sangat pengaruhi pertumbuhannya nanti sehabis ditanam.

Pangkal bibit sawit ini dipengaruhi pula oleh umur bibit Kamu. Seleksi bibit sawit dengan panjang pangkal yang tidak lebih dari 2- 3 centimeter.

Tidak dianjurkan buat memilah pangkal bibit yang kurang ataupun lebih dari itu, sebab mungkin tumbuhan telah sangat tua, ataupun masih sangat muda.

Tidak hanya itu, yakinkan pula pangkal pada bibit sawit yang Kamu seleksi mempunyai cadar serta tidak terbuka secara langsung.

Baca Juga :  14 Manfaat Labu Siem dan Kandungan Gizi Pentingnya untuk Tubuh

Batang dasar bibit merupakan kunci buat memperoleh bibit yang unggul. Yakinkan kalau bibit kelapa sawit yang Kamu seleksi nampak gendut serta pendek.

Jangan seleksi bibit yang bagian batang bawahnya nampak kurus serta besar.

Karena, keadaan ini bisa meyakinkan kalau bibit kelapa sawit yang Kamu seleksi tidak produktif serta penyerapan nutrisi yang kurang maksimal, apalagi bisa jadi kala nantinya ditanam, pertumbuhannya jadi tidak maksimal.

Corak radikula( bakal pangkal) yang baik pada sawit dianjurkan bercorak kuning kehijauan, sebaliknya calon batang serta calon daun nampak bersih mengkilat.

Bila mengalami corak pucat serta tidak cocok, hingga hendaknya jangan diseleksi, supaya tidak memunculkan kerugian di setelah itu hari.

  • Tata cara Pembibitan Sawit

Tata cara pembibitan pada tumbuhan kelapa sawit ialah tata cara single stage maupun tata cara double stage.Tiap- tiap dari tata cara ini pasti mempunyai kelebihan serta kekurangan.

Buat memperoleh hasil terbaik, sangat dianjurkan buat memakai tata cara pembibitan double stage buat kurangi efek bibit mati dalam jumlah besar, energi tahan bibit rendah, serta perkembangan yang kurang maksimal.

Sehabis lewat proses pembibitan, hingga saat ini saatnya kamu buat memilah bibit terbaik buat dipindah tanam ke lahan. Berikut ini sebagian perihal yang butuh dicermati dalam pemilihan bibit:

    • Benih berusia 10- 12 bulan
    • Jalani pemutusan akar- akar benih yang sudah menembus polybag, paling tidak 15- 20 hari saat sebelum dipindah tanam.
    • Jalani penyiraman secara intensif sehabis pemutusan pangkal.
    • Kelompokkan bibit dalam jumlah tertentu, cocok keahlian angkut mobil/ kendaraan.

Dalam proses pengangkutan ke mobil, jangan angkat bibit pada bagian daun ataupun batang, tetapi pindahkan dengan memgang bagian polybag buat menjauhi kehancuran bagian bibit yang masih rentan stress.

  • Pengangkutan Bibit Ke Lapangan

Saat sebelum melaksanakan proses penanaman, pasti Kamu hendak mengangkat bibit ke lapangan. Nah, pengangkutan bibit ke lapangan ini tampaknya tidak boleh dicoba secara sembarangan.

Sehabis bibit melewati proses persiapan bibit, hingga Kamu dapat melaksanakan pengangkutan bibit ke lapangan. Berikut ini sebagian perihal yang wajib dicermati dalam pengangkutan bibit ke lapangan:

    • Siram bibit dalam jumlah banyak saat sebelum dicoba pengankutan.
    • Jalani pengangkutan bibit dengan truk berkapasitas 120- 200 benih.
    • Normanya, bongkar/ memuat bibit merupakan 100 tumbuhan/ HK.
  • Pengajiran

Pengajiran merupakan salah satu perihal yang sangat berarti saat sebelum Kamu menanam sawit, supaya tiap pokok yang Kamu tanam bisa presisi serta mengefisienkan luas lahan yang Kamu pakai.

Berikut ini merupakan tujuan pengajiran lahan kelapa sawit:

    • Buat memastikan titik tanam bibit tumbuhan kelapa sawit,
    • Memastikan dengan presisi, jarak tanam serta letak penanaman bibit cocok anjuran teknis,
    • Membenarkan letak tumbuhan apik, buat memudahkan perawatan serta pemantauan,
    • Menolong pengelola dalam memperkirakan titik langsir bibit.
  • Membuat Lubang Tanam

    • Jalani pembuatan lubang tanam, baik secara mekanis maupun manual paling tidak 1 bulan saat sebelum penanaman buat kurangi kemasaman tanah.
    • Buat lubang tanam dengan dimensi 60x60x40 centimeter.
    • Diamkan lubang tanam sepanjang paling tidak 1 bulan.
  • Waktu Tanam Bibit Kelapa Sawit

Waktu tanam bibit wajib dicermati. Ini berkaitan dengan hawa pada lahan kelapa sawit, supaya tidak menimbulkan stress pada bibit yang ditanam.butuh menanam bibit kelapa sawit pada dini masa hujan.

Baca Juga :  Manfaat Buah Kesemek Dan Kandungan Nutrisi Pentingnya Untuk Kesehatan

Dengan demikian, kala masa hujan sudah berakhir, pangkal tumbuhan kelapa sawit telah lumayan kokoh serta lebih tahan terhadap keadaan kekeringan.

  • Metode Penanaman Bibit Kelapa Sawit

    • Masukkan bibit yang sudah dipersiapkan kedalam lubang tanam. Jalani dengan menyayat dasar polybag, kemudian masukkan kedalam lubang tanam.
    • Tutup kembali lubang tanam dengan tandan kosong sebanyak 125 kilogram/ lubang.
    • Tambahi penutupan lubang tanam dengan top soil, kemudian padatkan.
    •  Sirami lubang tanam dengan air seperlunya.
    • Taburkan GDM SaMe ke sekitar tumbuhan dengan dosis 150 kilogram/ 140 tumbuhan.
    • Sirami lubang dengan kombinasi GDM Black BOS, dengan dosis 10 kilogram/ 140 pokok tumbuhan.
    • Sehabis disiram dengan GDM Black BOS, lanjutkan dengan menyirami Pupuk Organik Cair GDM dengan dosis 7 liter/ pokok tumbuhan.

Pemeliharaan Tumbuhan Kelapa Sawit

Pemeliharaan tumbuhan jadi salah satu kunci buat memperoleh hasil penciptaan yang cocok. Tanpa terdapatnya pemeliharaan tumbuhan yang pas, hingga produktivitas tumbuhan tidak hendak maksimal.

  • Penyiraman

Penyiraman pada fase pembibitan kelapa sawit dalam skala kecil dapat dicoba secara manual. Tetapi, bila telah dalam skala luas, hingga Kamu memerlukan shower head system.

Pemakaian perlengkapan ini dicoba dengan memompa air dari sumber air lewat pipa induk berdimensi 4 inch, setelah itu di untuk lagi kedalam petak kecil lewat pipa dimensi 2 inch.

Pipa yang digunakan ke dalam petak kecil berdimensi 1 inch kemudian ke atas setinggi 2 meter buat main nursery serta 70 centimeter buat pre nursery.

  • Penanaman Tumbuhan Penutup Tanah( Legume Cover Crop)

Tumbuhan penutup tanah ataupun yang biasa diucap legume cover crop merupakan salah satu sesi berarti dalam budidaya kelapa sawit. Tumbuhan ini mempunyai banyak khasiat buat lahan kelapa sawit Kamu.

Legume cover crop berguna buat melindungi permukaan tanah dari erosi, membetulkan struktur tanah susunan atas baik pada lahan mineral ataupun gambut,tingkatkan kandungan nitrogen pada tanah

Tingkatkan bahan organik yang tercantum pada lahan, melindungi fluktuasi temperatur lahan, menghindari serbuan hama pengganggu, dan menolong buat mengatur perkembangan gulma yang merugikan.

  • Membentuk Piringan( Bokoran)

Piringan disekitar tumbuhan kelapa sawit wajib dilindungi dengan baik. Jangan lupa buat senantiasa mensterilkan piringan dekat pokok tumbuhan kelapa sawit dengan jari- jari 1– 2 m dari pokok tumbuhan kelapa sawit.

Kamu dapat melindungi piringan dekat tumbuhan supaya senantiasa bersih dari gulma dengan memakai 2 metode, ialah secara mekanis ataupun memakai herbisida.

Pembersihan piringan dengan metode mekanis bisa dicoba dengan mencabut gulma memakai tangan ataupun perlengkapan. Tidak hanya itu, Kamu pula dapat menyemprotkan herbisida cocok dosis buat menewaskan gulma.

  • Penunasan Pelepah

Penunasan pelepah jadi upaya buat mengendalikan jumlah pelepah yang butuh dipangkas serta yang butuh dipertahankan( ditinggal di tumbuhan).

Jumlah pelepah/ tumbuhan ini sangat memastikan terhadap penyebaran nutrisi serta pengaruhi perkembangan pangkal, bobot tandan, serta penciptaan tandan buah fresh( TBS).


Pemanenan Kelapa Sawit

Biasanya tumbuhan kelapa sawit bisa menciptakan buah kala berusia 3 tahun. Pemanenan dicoba secara bertahap.Tetapi jangan asal memilah tandan,tandan tersebut telah matang. Antara lain:

Baca Juga :  Daun Alang-alang : Mengenal Manfaat dan Morfologinya

Ada 5- 10 brondolan di piringan. Perhatikan piringannya dengan seksama. Bila telah ada brondolan yang semacam disebutkan itu hingga mungkin besar telah siap diambil.

Bila jumlahnya kurang dari standar yang telah terdapat, hingga mungkin besar brondolan tersebut belum siap diambil.

Buah- buah berganti corak dari bercorak kuning jadi oranye. Semacam dikenal buah hadapi pergantian corak cocok dengan tingkatan kematangannya.

Bila kamu memetik saat sebelum waktunya, hingga tidak hendak menciptakan mutu produk yang baik di kedepannya.Sebanyak 25- 75% buah luar membrondol.

Karakteristik pada poin ketiga ini sangat berarti dicermati. Bila belum terjalin pembrondolan dalam persenan yang sudah disebutkan, berarti buah yang kamu panen belum pasti siap buat petik.

Panen yang baik dalam satu( 1) afdeling merupakan sebanyak 15% brondol dari berat tandan, buah- buah tingkatan fraksi 1 sebanyak 20% dari jumlah tandan.

Buah tingkatan fraksi 2 serta 3 sebanyak 65 dari jumlah tandan, dan buah tingkatan fraksi 4 serta 5 sebanyak 15% dari jumlah tandan.

Perhatikan persenan yang disebutkan ini. Nominal ini wajib betul- betul diiringi sebab bila tidak hingga Kamu tidak hendak memperoleh hasil terbaik.

Budidaya Kelapa Sawit : Panduan Lengkap Tanam dan Perawatan Agar Sukses Panen Melimpah

  • Waktu Panen Yang Tepat

Tumbuhan kelapa sawit baru berbuah pada usia 3- 4 tahun sehabis tanam, kala buah satuan mulai jatuh dari tandan buah fresh, itu berati telah siap panen.

Sangat dianjurkan buat melaksanakan pemanen dalam waktu yang pas buat menghindari terbentuknya penyusutan mutu.Umumnya pemanenan dicoba tiap 10 hari sekali.

Berikut ini merupakan langkah- langkah pemanenan kelapa sawit:

Jalani pemotongan pada pelepah yang sangat rapat dengan batang serta mengusik proses pengambilan buah sawit. Yakinkan tidak terdapat pelepah yang tertinggal menggantung( sengkleh), dengan syarat bagaikan berikut:

    • Pada pemanen dini usia tumbuhan umur 3- 4 tahun, jalani pemotongan pelepah cuma pada yang kering saja
    • Pada pemanenan tumbuhan umur 5- 6 tahun, tinggalkan 3 pelepah di dasar buah sangat rendah( songgo 3).
    • Buat panen pada tumbuhan usia 7- 10 tahun tinggalkan 2 pelepah( songgo 2)
    • Buat panen tumbuhan usia 11 tahun keatas tinggalkan satu pelepah( songgo satu) di dasar buah sangat rendah.
    • Potong buah yang masak.
    • Jalani pemotongan buah yang masak. Tangkai buah dipotong rapat, tetapi jangan hingga terserang tandan.
    • Bila mengalami brondolan yang tersangkut/ terselup di ketiak pelepah, ambil dengan metode di korek atai di“ sogrok“. Bila ada brondolan yang tercecer, hingga kumpulkan brondolan
    • Susun pelepah di gawangan mati. Bila di tengah gawangan ada parit, hingga potong 3 pelepah serta tumpuk secara apik diantara pokok dalam barisan.

Demikian Uraian kami tentang Budidaya Kelapa Sawit Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5