Budidaya Cabe Rawit : Metode, Pemilihan, Proses, Perawatan Dan Pemanenan

3 min read

Budidaya Cabe Rawit : Metode, Pemilihan, Proses, Perawatan Dan Pemanenan
0
()

Budidaya Cabe Rawit : Metode, Pemilihan, Proses, Perawatan Dan Pemanenan – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Budidaya Cabe Rawit.

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini.


Budidaya Cabe Rawit : Metode, Pemilihan, Proses, Perawatan Dan Pemanenan


Cabe rawit (Capsicum frutescens) ialah tumbuhan dari daratan Amerika. Tumbuhan ini cocok dibesarkan di wilayah tropis paling utama dekat khatulistiwa.

Tumbuhan ini sangat sesuai ditanam di dataran rendah dengan ketinggian 0 – 500 mdpl. Walaupun begitu, cabe rawit dapat berkembang baik sampai ketinggian 1000 mdpl.

Buat tempat yang sangat tinggi, produktivitas tumbuhan hendak menurun. Di dataran tinggi, tumbuhan cabe rawit masih dapat berbuah. Cuma saja periode panennya lebih sedikit dibandingkan dataran rendah.

Tidak hanya itu, penciptaan biji pada buah cabe rawit lebih sedikit. Ini dapat dikira keunggulan ataupun kelemahan. Sebab pasti saja konsumen menyukainya tetapi bobot buah jadi ringan.

Cabe rawit yang dibudidayakan di Indonesia sangat bermacam – macam. Secara umum, warga memahami cabe rawit putih serta cabe rawit hijau. Sementara itu tiap tempat mempunyai berbagai cabe rawit yang berbeda – beda.

Budidaya cabe rawit relatif lebih rendah resikonya dibandingkan cabe besar. Tumbuhan ini lebih tahan serbuan hama, walaupun hama yang melanda cabe besar dapat pula melanda cabe rawit.

Baca Juga :  Budidaya Walet : Manfaat, Pembibitan Walet Rumahan, Perawatan dan Sistem Panen

Metode Serta Langka Budidaya Cabe Rawit

Persiapan Lahan

Pertama sekali yang wajib dicoba ialah mensterilkan lahan dari rumput ataupun gulma serta sisa – sisa tumbuhan sebelumnya.

Setelah itu dicoba penggemburan tanah. Buatlah bedengan dengan lebar 90 – 100 centimeter, besar serta panjang bedengan disesuaikan dengan keadaan lahan.

Pembuatan bedengan bertujuan buat menjauhi tergenangnya air dikala hujan turun. Jarak antar bedengan antara 60 – 70 centimeter.

Jika sudah membuat bedengan, langkah berikutnya merupakan penaburan pupuk dasar. Pupuk dasar buat tumbuhan cabe rawit antara lain pupuk kandang/kompos, TSP, ZA serta KCL.

Pupuk dasar ditaburkan 10 – 15 hari saat sebelum dicoba penanaman. Taburkan pupuk dolomit bila pH tanah dibawah 6.5.

Cabe rawit dapat ditanam dengan mulsa plastik ataupun tanpa mulsa plastik.  Jarak tanam 70 x 60 centimeter ataupun 80 x 60 centimeter.

Pemilihan Benih Cabe Rawit

Bisa jadi saat ini para petani tidak perlu susah lagi memperoleh benih bermutu sebab telah banyak yang djual di toko – toko pertanian, tetapi kelemahannya ialah harga yang relative jauh lebih mahal.

Tetapi kita sesungguhnya bisa menyeleksi atau membuat benih cabe rawit sendiri. Benih bisa kita miliki dari hasil panel sebelumnya, upayakan buat memilih benih dari hasil panen ke 5 ataupun ke 6.

  • Kenapa Hasil panen ke 5 ataupun 6?

Karena hasil panel pada keadaan ini mempunyai biji yang maksimal, perlu diketahui kalau hasil panen ke 1 hingga 4 mempunyai biji yang sedikit serta jauh lebih kecil sehingga tidak sesuai bila dijadikan sebagai benih buat penanaman.

Metode pembuatan Benih cabe rawit ialah dengan memetik buah cabe rawit setelah itu potong secara membujur dari kulit buahnya, setelah itu buah biji yang terletak di pangkal serta ujung buah.

Baca Juga :  Kandungan Gizi Dan Manfaat Buah Persik Yang Penting Untuk Kesehatan

Sebab umumnya biji yang terletak di wilayah tersebut lebih kecil serta mempunyai mutu yang kurang baik. Setelah itu rendam biji cabe rawit dengan air bersih.

Silahkan pilih, buah biji yang mengapung serta pisah kandengan biji yang tenggelam. Jemur biji dibawah cahaya matahari sampai kering. Apabila dalam kondisi panas umumnya memerlukan 2 hingga 3 hari.

Perlu diketahui kalau benih yang baik umumnya mempunyai daya berkembang sebesar 80%. Jangan sangat lama menaruh benih sebab semangkin lama benih ditaruh maka daya tumbuhakan semangkin menurun.

Budidaya Cabe Rawit : Metode, Pemilihan, Proses, Perawatan Dan Pemanenan


Proses Penanaman

Metode menanam cabai rawit berikutnya ialah proses penanaman. Sehabis berusia 4 minggu, pindahkan benih cabai pada lahan yang sudah disiapkan.

Jangan lupa buat menggemburkan tanah lahan serta membagikan pupuk. Berhati – hatilah dsaat membebaskan benih dari polybag supaya pangkal tidak rusak.

Bila kalian selalu memakai polybag, gunakanlah polybag dengan diameter minimun 30 centimeter. Dapat pula memakai ember sisa yang telah dibersihkan.

Gunakanlah perbandingan 3:2:1 dengan rincian tanah, pupuk, serta sekam mentah buat tempat menanam.

Perawatan budidaya cabe rawit

Penyiraman dibutuhkan dikala masa kemarau saja. Apabila konsidisi sangat kering tumbuhan cabe rawit dapat mati.

Pengairan dapat dicoba dengan kocoran ataupun merendam bedengan. Perendaman bendengan lumayan dilakukan tiap 2 minggu sekali.

Pemukan susulan ditambahkan sehabis tumbuhan berusia 1 bulan semenjak bibit ditanam. Berikutnya berikan pemupukan susulan tiap habis panen.

Pemupukan susulan dapat memakai pupuk organik cair ataupun kompos. Berikan pupuk cair yang sudah diencerkan sebanyak 100 ml buat tiap tumbuhan.

Sebaliknya pupuk kompos sebanyak 500 – 700 gr. Dapat pula ditambahkan urea serta NPK sebagai pupuk bonus.

Perawatan lain yang dibutuhkan ialah penyiangan. Sebab budidaya cabe rawit tidak sering memakai mulsa hingga penyiangan wajib dicoba lebih intensis. Usahakan bedengan buat besih dari gulma.

Baca Juga :  Tanaman Teh : Klasifikasi, Morfologi, Jenis, Manfaat, Syarat Tumbuh dan Cara Budidaya

Pemanenan cabe rawit

Cabe rawit telah mulai berbuah serta dapat dipanen setelah berusia 2,5 – 3 bulan semenjak bibit ditanam. Periode panen dapat berlangsung selama 6 bulan apalagi lebih.

Usia tumbuhan cabe rawit dapat mencapai 24 bulan. Frekuensi panen pada periode masa panen tersebut dapat berlangsung 15 – 18 kali.

Tetapi terus menjadi tua tumbuhan, produktivitasnya terus menjadi rendah sehingga tidak murah lagi buat dipelihara.

Buat budidaya intensif, umumnya tumbuhan cabe rawit dipelihara sampai berusia 12 bulan. Budidaya yang baik dapat menciptakan total penciptaan sampai 30 ton/ha.

Pemanenan hendaknya dicoba pada pagi hari. Triknya dengan memetik buah beserta tangkainya. Buah cabe rawit yang dikehendaki merupakan yang wujudnya ramping serta padat berisi.

Jenis buah seperti ini umumnya rasanya pedas serta dihargai lebih besar di pasar dibandingkan buah yang besar tetapi kopong.

Demikian Uraian kami tentang Budidaya Cabe Rawit Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5