Budidaya Alpukat : Tahapan, Ketentuan, Persiapan, Proses Dan Pemanenan

Budidaya Alpukat : Tahapan, Ketentuan, Persiapan, Proses Dan Pemanenan –Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Budidaya Alpukat.

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini.


Contents

Budidaya Alpukat : Tahapan, Ketentuan, Persiapan, Proses Dan Pemanenan


Alpukat ataupun avocado merupakan salah satu jenis buah yang berasal dari famili Lauraceae serta genus Persea dengan nama latin Persea americana.

Buah alpukat ialah jenis buah yang mempunyai isi lemak nabati yang besar. Daging buahnya sangatlah legit serta kaya hendak khasiat yang bagus untuk kesehatan.

Sebagian khasiat dari buah alpukat ialah buat menghindari resiko terserang penyakit stroke, melindungi kesehatan mata, menyembuhkan maag.

Merendahkan kandungan kolesterol dalam tubuh serta masih banyak lagi yang lain. Dengan bermacam khasiat yang ditawarkan tidak heran bila banyak yang sudah membudidayakan tumbuhan alpukat ini.

Tidak hanya itu, budidaya alpukat pula dapat jadi salah satu investasi pertanian yang sangat menjanjikan. Ini sebab mutu buahnya yang prima serta produktifitasnya yang besar walaupun tumbuhan masih berusia muda.

Tidak hanya itu, perawatan alpukat ini pula terkategori gampang serta tidak membutuhkan banyak uang.


Tahapan Budidaya

Ketentuan Berkembang Tumbuhan Alpukat

Perihal awal yang wajib diperhatikan saat sebelum menanam alpukat ialah mengenali ketentuan berkembang tumbuhan tersebut.

Dengan megikuti ketentuan berkembang tumbuhan alpukat, bisa ditentukan tumbuhan alpukat hendak berkembang dengan optimal.

Berikut merupakan ketentuan berkembang tumbuhan alpukat:

  • Tipe serta PH tanah

Tumbuhan alpukat untuk bisa berkembang maksimal membutuhkan tanah yang gembur, tidak gampang tergenang air, produktif, serta banyak megandung bahan organik.

Jenis tanah yang baik buat perkembangan alpukat merupakan jenis tanah tanah berpasir (sandy loam), tanah liat (clay loam), serta tanah endapan (alluvial loam).

Keasaman (pH) tanah berkisar 5,6 – 6, 4. Apabila pH di dasar 5,5 maka tumbuhan hendak mengidap keracunan sebab faktor Al, Miligram, serta Fe larut dalam jumlah cukup banyak.

  • Ketinggian Posisi Budidaya

Pada umumnya tumbuhan alpukat bisa berkembang di dataran rendah hingga dataran tinggi, ialah 5 – 1500 mdpl. Tumbuhan ini hendak berkembang produktif dengan hasil yang memuaskan pada ketinggian 200 – 1000 mdpl.

Untuk tumbuhan alpukat ras Meksiko serta Guatemala lebih sesuai ditanam pada ketinggian 1000 – 2000 mdpl, sebaliknya ras Hindia Barat pada ketinggian 5 – 1000 mdpl.

  • Iklim ataupun Suhu

Temperatur maksimal buat perkembangan alpukat berkisar antara 12,8 – 28,3 oC. Mengingat tumbuhan alpukat bisa berkembang di dataran rendah hingga tinggi, tumbuhan alpukat bisa mentolerir temperatur iklim antara 15 – 30 oC.

Kebutuhan sinar matahari buat perkembangan alpukat berkisar antara 40 – 80%. Angin dibutuhkan tumbuhan alpukat buat penyerbukan.

Tetapi demikian angin dengan kecepatan 63, – 73,6 kilometer/jam bisa mematahkan ranting serta percabangan tumbuhan alpukat yang terkategori lunak, rapuh, serta gampang patah.

  • Jarak Tanam Alpukat

Pada lahan yang sudah disiapkan, dibuat lubang tanam dengan dimensi 75 x 75 x 75 cm bergantung dari tujuan penanaman, keadaan tanah, serta varietas yang hendak ditanam.

Buat tanah yang keras serta kurang produktif, dimensi lubang tanam bisa diperbesar lagi. Jarak tanam alpukat yang diajarkan merupakan 9 × 12 centimeter.

Lubang tanam buat alpukat hendaknya dipersiapkan 1 – 2 bulan saat sebelum tanam.


Persiapan Bibit Alpukat

Bibit tumbuhan alpukat bisa diperoleh dengan 3 metode ialah dengan metode cangkok ataupun setek batang, lewat biji, serta pula okulasi ataupun sambung pucuk.

  • Lewat Cangkok

Memilih cabang yang produktif, tidak mempunyai banyak cabang baru, tidak sangat tua maupun muda, cabang tersebut.

Ialah cabang tumbuhan indukan yang mempunyai riwayat buah yang baik mulai dari rasanya, ketahanananya terhadap serbuan hama serta penyakit serta lain sebagainya.

Sehabis cabang cangkok mempunyai pangkal, maka potonglah bagian pangkal cabang sampai 3 centimeter dari cangkokan.

Bila sudah, selanjutya tanam cabang cangkok tersebut dalam polybag semai dengan terlebih dulu penutup cangkokan dibuka.

Letakkan bibit alpukat pada tempat yang teduh, lakukan penyiraman secara teratur, dan lakukan perawatan yang lain sampai bibit cangkok mempunyai banyak pangkal serta bisa dipindah tanamkan pada lahan tanam.

  • Lewat Biji

Apabila kamu hendak menanam alpukat dari biji, maka kamu perlu penyemaian biji terlebih dulu.

Buah alpukat yang telah tua dibelah setelah itu bijinya diambil, berikutnya biji dijemur selama hampir 3 jam sehabis itu letakkan pada tempat yang teduh.

Semailah biji benih pada polybag semai, lakukan perawatan pada biji benih sampai berkembang jadi bibit dengan ketinggian sampai 1 m ataupun siap di pindah tanamkan pada lahan tanam.

  • Lewat Sambung Pucuk ataupun Okulasi

Apabila kamu mau tumbuhan alpukat yang kamu semai dari biji bisa cepat berbuah, kamu bisa memilah metode sambung pucuk ini.

Triknya ambillah tunas tumbuhan alpukat yang sudah berbuah sebagai batang atas serta tumbuhan alpukat hasil semai biji jadi batang dasar.

Budidaya Alpukat : Tahapan, Ketentuan, Persiapan, Proses Dan Pemanenan


Persiapan Lahan Tanam

Lahan yang hendak digunakan buat budidaya alpukat ini diolah terlebih dulu, bilas seluruh gulma ataupun tumbuhan pengganggu, pepohonan, sampai batu yang terdapat pada lahan tanam.

Sehabis itu, gemburkan lahan tanam dengan metode dibajak ataupun di cangkul, setelah itu di cangkul halus sebanyak 2 sampai 3 kali.

Persiapan Lubang Tanam

Sehabis lahan tanam siap, berikutnya buatlah lubang tanam dengan dimensi lubang tanam hampir 60 centimeter x 60 centimeter dengan kedalaman sampai  60 sampai 80 centimeter.

Tetapi apabila kamu menanam bibit alpukat hasil cangkok, buatlah lubang tanam yang relatif lebar serta apabila dari biji hingga lubang tanam di buat lebih dalam.

Bila bibit yang hendak ditanam banyak maka lubang tanam terbuat dengan jarak yang sama ialah hampir 6 meter x 6 meter.

Bila lubang tanam sudah dibuat, berikutnya isi lubang tanam dengan pupuk kandang sampai 2/3 bagian lubang tanam.

Perkenankan pupuk menyerap sempurna dalam tanah maka diamkan lubang tanam selama hampir 3 sampai 4 minggu.

Proses Penanaman Tumbuhan Buah Alpukat

Langkah selanjutnya sehabis kamu melakukan proses pembibitan tumbuhan buah alpukat yakni, kamu lakukan proses penanaman.

Waktu yang pas kala kamu hendak melakukan proses penanaman tumbuhan buah alpukat yakni pada dikala awal masa hujan datang serta tanah yang terdapat pada posisi serta lubang tanam tidak lagi menghadapi penyusutan tanah.

Di dalam proses penanaman ini membutuhkan metode tertentu, antara lain:

  • Pertama – tama, kamu gali kembali lubang tanam yang sudah ditutup sebelumnya sebesar ukuran wadah bibit.
  • Berikutnya, kamu ambil bibit yang sudah disemai pada media semai berbentuk polybag dengan memotong polybag-nya secara disayat dengan tingkatan kehati – hatian yang tinggi, perihal ini dicoba buat selalu melindungi gumpalan tanah selalu utuh.
  • Setelah itu, bibit yang sudah disayat polybag-nya tersebut, kamu masukkan ke dalam lubang setinggi leher batang, untuk setelah itu kamu timbun serta diikatkan ke ajir (semacam potongan kayu yang ditancapkan di tanah sebagai penopang tumbuhan).
  • Terakhir, sehabis bibit tertanam pada lahan tanam, kamu beri semacam naungan buat menjauhi pancaran cahaya matahari secara langsung, terpaan angin yang menghadang maupun guyuran air hujan yang tiba. Naungan tersebut terbuat miring kebawah kearah barat, naungan ini bisa dilepas sehabis tumbuhan sudah berkembang kurang lebih 2 sampai 3 minggu.

Proses Pemeliharaan Tumbuhan Buah Alpukat

Buat proses berikutnya sehabis penanaman, maka kamu lakukan proses pemeliharaan berbentuk langkah – langkah sebagai berikut:

  • Penyiangan, proses ini dicoba berbentuk pencabutan tumbuhan gulma ataupun tumbuhan pengganggu yang hendak pengaruhi perkembangan tumbuhan buah alpukat.
  • Penyiraman, pada proses ini kamu lakukan penyiraman dengan air yang bersih secara teratur tiap harinya tiap pagi serta sore hari pada bibit yang baru kamu tanam. Sebab sehabis bibit dipindahkan ke media tanam, bibit membutuhkan banyak air. Tetapi apabila lagi turun hujan deras tiap harinya, maka kamu tidak butuh melakukanan lagi aksi penyiraman.
  • Pemupukan, lakukan pemberian pupuk secara teratur serta tertib sebanyak 4 kali dalam satu tahun cocok dengan jumlah pupuk yang diberikan serta bergantung pada umur tumbuhan.

Dianjurkan, pupuk yang kamu pakai yakni pupuk urea, TSP serta KCL. Berikut dosis pupuk dari tiap – tiap pupuk yang hendak kamu pakai buat proses pemupukan pada tumbuhan buah alpukat, antara lain:

  • Tipe Pupuk
Jenis Pupuk Usia 1 sampai 4 Tahun Usia 3 sampai 4 Tahun
Pupuk Urea 0,27 sampai 1,1 kg per pohon 2,22 sampai 3,55 kg per pohon
Pupuk TSP 0,5 sampai 1 kg per pohon 3,2 kg per pohon
Pupuk KCL 0,2 sampai 0,83 kg per pohon 4 kg per pohon

Kala memberikan pupuk pada tumbuhan, kamu wajib membuat lubang dengan kedalaman hampir 30 sampai 40 centimeter.

Lubang digali pas dibawah daun serta terbuat melingkari tumbuhan, jangan sampai mengenai batang dari tumbuhan.

Tujuan dari dibuatnya lubang melingkari tumbuhan merupakan supaya pupuk bisa terserap langsung kedalam pangkal dari tumbuhan buah alpukat.


Panen Tumbuhan Alpukat

Panen baru dapat dilakukan dikala tumbuhan berumur 4 hingga 5 tahun. Diisyarati dengan bunga yang umumnya timbul di awal masa hujan.

Terhitung 6 hingga 7 bulan semenjak bunga mekar, buah alpukat juga jadi matang serta siap dipanen. Biasanya pemanenan bisa dicoba di bulan Desember sampai Februari.

Dengan ciri berbentuk kulit yang bercorak hitam, tidak memunculkan suara yang nyaring dikala diketuk, serta hendak terdengar suara tanaman biji dengan daging buang dikala buahnya digoyang-goyangkan.

Demikian Uraian kami tentang Budidaya Alpukat Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.