Tanaman Kumis Kucing : Kandungan, Morfologi, Manfaat dan Cara Budidaya

5 min read

Tanaman Kumis Kucing : Kandungan, Morfologi, Manfaat dan Cara Budidaya
0
()

Tanaman Kumis Kucing : Kandungan, Morfologi, Manfaat dan Cara Budidaya – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Tanaman Kumis Kucing.

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini :


Tanaman Kumis Kucing : Kandungan, Morfologi, Manfaat dan Cara Budidaya


Kumis kucing adalah tanaman obat berupa tumbuhan berbatang basah yang tegak. Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis, kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia.

Tanaman ini dikenal dengan berbagai istilah seperti: kidney tea plants/java tea (Inggris), giri-giri marah (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koneng (Madura).

Kumis kucing( Orthosiphon aristatus) merupakan tumbuhan yang tercantum kalangan famili lamicaeae/ labiatae yang banyak ditemukan di Indonesia.

Tanaman ini umumnya digunakan oleh bunda rumah tangga bagaikan tumbuhan hias. Tumbuhan ini tercantum kedalam tipe family Labiata ataupun Lamiaceae.

Klasifikasi botani tanaman kumis kucing adalah sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Keluarga : Lamiaceae
Genus : Orthosiphon
Spesies : Orthosiphon spp.

Spesies kumis kucing yang terdapat di Pulau Jawa adalah O. aristatus, O. thymiflorus, O. petiolaris dan O. tementosus var. glabratus. Klon kumis kucing yang ditanam di Indonesia adalah Klon berbunga putih dan ungu.


Kandungan dan Morfologi Tanaman Kumis Kucing

Kumis kucing termasuk terna tegak, pada bagian dasar berakar di bagian buku- bukunya serta tingginya menggapai 2 m. Batang bersegi 4 agak beralur berbulu pendek ataupun gundul.

Helai daun berupa bulat ataupun lojong, lanset, bulat telur ataupun belah ketupat yang diawali dari pangkalnya, dimensi daun panjang 1– 10cm serta lebarnya 7. 5mm– 1. 5cm.

urat daun sejauh pinggir berbulu tipis ataupun gundul, dimana kedua permukaan berbintik- bintik sebab terdapatnya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak, panjang tangkai daun 7– 29cm.

Karakteristik khas tumbuhan terdapat pada bagian kelopak bunga berkelenjar, urat serta pangkal berbulu pendek serta tidak sering sebaliknya di bagian yang sangat atas gundul.

Bunga bibir, mahkota yang bertabiat halte ialah berbentuk tandan yang keluar dari ujung cabang dengan panjang 7- 29 centimeter, dengan dimensi panjang 13– 27mm.

Baca Juga :  Tanaman Selasih : Morfologi, Kandungan Gizi, Manfaat Kesehatan dan Cara Budidayanya

Bagian atas ditutupi oleh bulu pendek bercorak ungu serta setelah itu jadi putih, panjang tabung 10– 18mm, panjang bibir 4. 5– 10mm, helai bunga tumpul, bulat.

Benang sari ukurannya lebih panjang dari tabung bunga serta melebihi bibir bunga bagian atas.

Buah geluk bercorak coklat hitam, panjang 1. 75– 2mm. 2. 3. gagang berbulu pendek serta tidak sering, panjang 1 milimeter hingga 6 milimeter.

Kumis kucing antara lain memiliki besar kalium, glikosida, orthosiponon yang bagus buat merendahkan kandungan asam urat, fosfat, serta oksalat dalam badan.

Metode pengolahan kumis kucing terdapat 2 metode. Awal dapat merebus 4- 5 lembar dengan segelas air serta dimasak sampai mendidih. Air rebusan daun kumis kucing dapat diminum 3 kali satu hari.

Metode pengolahan kumis kucing yang kedua merupakan menghaluskan 50 gr kumis kucing dengan 150 ml air serta menyaring airnya. Tuang di gelas serta minumlah bersama dengan kombinasi madu.

Kedua metode ini bisa dicoba buat menyembuhkan asam urat dengan kumis kucing.Daun kumis kucing basah maupun kering digunakan sebagai bahan obat-obatan.

Di Indonesia daun yang kering dipakai (simplisia) sebagai obat yang memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik) sedangkan di India untuk mengobati rematik.

Masyarakat menggunakan kumis kucing sebagai obat tradisional sebagai upaya penyembuhan batuk encok, masuk angin dan sembelit.


Manfaat Kumis Kucing


  • Meredakan Batuk

Nyatanya manfaat kumis kucing sangat banyak, salah satunya merupakan bisa meredakan batuk.

Metode mencerna daun kumis kucing buat meredakan batuknya merupakan dengan mempersiapkan 15- 20 gr ditambah dengan 1 gelas air.

Rebus serta airnya diminum 3 kali satu hari, dosisnya merupakan satu gelas.

  • Mengobati Peradangan Saluran Kemih

Kumis kucing berguna buat mensterilkan traktat. Sehingga khasiat kumis kucing sangat efisien dalam melawan peradangan.

Seorang yang terserang penyakit ISK ataupun Peradangan Saluran Kencing umumnya dianjurkan buat komsumsi air rebusan daun kumis kucing.

  • Menyembuhkan Kendala Ginjal

Kumis kucing pula terkenal diucap bagaikan tumbuhan ginjal. Di Pulau Jawa, khasiat kumis kucing sudah diketahui luas, salah satunya merupakan menyembuhkan kendala ginjal.

Kabarnya kumis kucing bisa melenyapkan batu ginjal sampai berdimensi 5 centimeter.

  • Menolong Proses Detoksifikasi

Khasiat kumis kucing berikutnya merupakan menolong proses detoksifikasi badan. Kumis kucing bisa menolong mensterilkan toksin dari dalam badan.

Baca Juga :  Inilah Daun Janggelan, Si Cincau Hitam Banyak Nutrisi dan Manfaat Bagi Kesehatan

Minuman herbal ini pula bisa dipadu dengan bahan rempah lain semacam jahe.

  • Anti Jamur

Isi kumis kucing tidak cuma antioksidan, melainkan zat anti jamur yang bisa menghindari parasit serta zat asin yang lain di dalam badan.

Khasiat kumis kucing ini pula dapat didapat oleh pengidap peradangan jamur yang telah hadapi peradangan.

Baca Juga :  10 Manfaat Daun Kumis Kucing Bagi Kesehatan dari Atasi Rematik Hingga Masalah Ginjal

Syarat Tumbuh

Curah hujan yang ideal bagi pertumbuhan tanaman ini adalah lebih dari 3.000 mm/tahun.sinar matahari penuh tanpa ternaungi. Naungan akan menurunkan kadar ekstrak daun.

Keadaan suhu udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini adalah panas sampai sedang.

Tanah Andosol dan Latosol sangat baik untuk budidaya kumis kucing.Ketinggian tempat optimum tanaman kumis kucing 500-1.200 m dpl.

Tanaman ini dapat dengan mudah tumbuh di lahan-lahan pertanian, untuk produksi sebaiknya dipilih tanah yang gembur, subur, banyak mengandung humus/bahan organik dengan tata air dan udara yang baik.

Tanah Andosol dan Latosol sangat baik untuk budidaya kumis kucing.
Ketinggian tempat optimum tanaman kumis kucing 500-1.200 m dpl.

Metode Tanam

  • Pembibitan

Cara yang paling mudah dan biasa untuk mengembangkan kumis kucing adalah perbanyakan vegetatif dengan stek batang/cabang. Bahan tanaman diambil dari rumpun yang tumbuhnya normal, subur dan sehat.
Pilih batang/cabang yang tidak terlalu tua atau muda dan sudah berkayu.
Potong batang dengan pisau tajam/gunting pangkas yang bersih.
Potong-potong batang menjadi stek berukuran 15-20 cm berbuku 2-3.
Buang sebagian daun untuk mengurangi penguapan air.

Adapun kebutuhan bibit untuk 1 hektar dengan jarak tanam 40 x 40 cm diperlukan 50.000-62.500 stek/ha.

  • Penyemaian Bibit

Stek dapat langsung ditanam di kebun produksi atau ditanam dulu di persemaian. Di dalam persemaian stek ditanam dengan jarak tanam 10×10 cm. Stek yang masih segar langsung ditanam di lahan yang telah diolah sedalam 20 cm. Setelah itu disirami 1-2 kali sehari tergantung dari cuaca dan hujan yang turun. Bila perlu persemaian dinaungi dengan naungan plastik transparan atau jerami/daun kering. Setelah timbul tunas baru, bibit dipindahkan ke kebun produksi.

  • Pengolahan Media Tanam

Tanah diolah 30-40 cm, gulma dan tanaman lain dibuang. Setelah diolah, tanah dibiarkan 15 hari.Buat bedengan selebar 100-120 cm tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 40-50 cm.

Panjang bedengan disesuaikan dengan keperluan dan lahanBuat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dengan jarak tanam 40 x 60 cm.

Masukkan pupuk kandang sebanyak 2,4-3,2 kg/lubang dan tutup lubang tanah. Campur tanah bedengan dengan15-20 kg/ha pupuk kandang sapi.

Waktu tanam terbaik adalah di awal musim hujan (Oktober-Desember) kecuali jika air tersedia sepanjang tahun, waktu tanam bisa dilaksanakan kapan saja.

Buat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dengan jarak tanam 40 x 40 cm

  • Penanaman

Pilih bibit yang baik dari pembibitan.Buat lubang kecil di tempat lubang tanam.
Tanamkan bibit/stek tegak lurus sedalam 5 cm atau 1/3 bagian dari pangkal batang stek.

Setiap lubang diisi 4-6 bibit/stek.Padatkan tanah di sekitar bibit.Sirami sampai cukup basah.

  • Pemeliharaan Tanaman

Penjarangan dan Penyulaman Dilakukan antara 1-15 hari setelah tanam.Gulma disiangi secara kontinyu untuk mengurangi persaingan unsur hara.

Baca Juga :  Cara Menanam Pinus Dengan Biji Mudah dan Tepat Bagi Pemula

Dosis pupuk anjuran adalah 75 kg/ha urea yang diberikan setiap 3 kali panen atau 6-9 minggu sekali. Pupuk disebar di dalam larikan dangkal antara baris tanaman dan segera ditutup tanah.

Pada awal pertumbuhan, tanaman diairi/disiram 1-2 kali sehari. Setelah tanaman terlihat kokoh dan rimbun, penyiraman dikurangi.

Frekuensi penyiraman selanjutnya tergantung cuaca, yang penting tanah tidak sampai kering. Penambahan air dapat dilakukan dengan cara disiram atau menggenangi saluran di antara bedengan dengan air.

  • Hama dan Penyakit

Selama ini tidak ada hama atau penyakit yang benar-benar merusak tanaman kumis kucing. Hama yang sering ditemukan adalah kutu daun dan ulat daun sedangkan

Penyakit yang menyerang disebabkan oleh jamur upas (Upsia salmonicolor atau Corticium salmonicolor). Jamur ini menyerang batang atau cabang tanaman yang berkayu.

Pengendalian dilakukan dengan perbaikan tata air, meningkatkan kebersihan kebun, memotong bagian yang sakit, pergiliran tanaman dan penyemprotan pestisida selektif.

  • Panen

Tanaman berumur 1 bulan setelah tanam, tangkai bunga belum muncul dan tinggi tanaman sekitar 50 cm. Panen pertama jangan sampai terlambat karena akan mempengaruhi produksi.

Daun dipanen dengan cara memetik pucuk bedaun 3-5 helai kemudian merempal daun-daun tua di bawahnya sampai helai ke 10.Panen dilaksanakan dalam periode 2-3 minggu sekali.

Dengan pemeliharaan yang intensif, akan dihasilkan daun basah 6-9 ton/ha yang setara dengan 1-2 ton/ha daun kering.

  • Pascapanen

Setelah pemetikan, daun disimpan di dalam karung dan dibawa ke tempat pengumpulan hasil. Proses pasca panen untuk mendapatkan daun kering kualitas ekspor adalah:

Pucuk/daun segar disimpan di atas hamparan anyaman bambu di dalam suatu ruangan. Layukan daun di tempat itu selama 1-2 malam.

Tanaman Kumis Kucing : Kandungan, Morfologi, Manfaat dan Cara Budidaya

  • Pengemasan dan Pengangkutan

Daun kering dimasukan ke dalam kotak kayu persegi empat dan dipadatkan. Pemadatan dilakukan dengan alat pemadat dengan panjang dan lebar sedemikian rupa sehingga alat bisa tepat masuk ke dalam kotak. Setelah pemadatan berat daun kering di dalam kemasan adalah 20-40 kg tergantung dari ukuran kotak dan permintaan pasar. Produk ini siap diekspor.

Demikian Uraian kami tentang Tanaman Kumis Kucing Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5