Tanaman Bawang Putih : Morfologi, Kandungan, Manfaat dan Hama Pengganggunya

Tanaman Bawang Putih : Morfologi, Kandungan, Manfaat dan Hama Pengganggunya – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Tanaman Bawang Putih.

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini :


Contents

Tanaman Bawang Putih : Morfologi, Kandungan, Manfaat dan Hama Pengganggunya


Bawang putih merupakan tumbuhan yang masuk dalam tipe Genus Allium( buah umbinya yang disantap). Tidak hanya itu bawang putih memiliki sejarah pemakaian oleh manusia sepanjang lebih dari 7. 000 tahun.

Awal diketahui di dalam catatan Mesir kuno, bawang putih digunakan baik sebagai kombinasi masakan ataupun penyembuhan.

Klasifikasi Tanaman bawang putih adalah :

  • Divisi: Spermatophyta
  • Sub divisi: Angiospermae
  • Kelas: Monocotyledonae
  • Bangsa: Liliales
  • Suku: Liliaceae
  • Marga: Allium
  • Tipe: Allium sativum L.

Morfologi Tanaman Bawang Putih

Habitus: Herba annual( 2- 4 bulan), tegak, 30– 60 centimeter.

Batang: kecil( corpus), 0, 5– 1 centimeter.

Daun: bangun garis, kompak, datar, lebar 0, 4– 1, 2 centimeter, pangkal pelepah membentuk umbi, bundar telur melebar, anak umbi, bersudut, dibungkus oleh selaput putih, pelepah bagian atas membentuk batang semu.

Bunga: lapisan majemuk payung simpel, timbul disetiap anak umbi, 1- 3 daun pelindung, semacam selaput.

Tenda bunga: 6 daun, leluasa ataupun berlekatan di pangkal, wujud memanjang, meruncing, putih- putih kehijauan- ungu( Sudarsono et angkatan laut(AL)., 2006).

Umbi lapis Allium sativum L. berbentuk umbi majemuk berupa nyaris bulat, garis tengahnya 4– 6 centimeter terdiri dari 8– 20 siung seluruhnya diliputi 3– 5 selaput tipis seragam kertas bercorak agak putih.

masing- masing siung diselubungi oleh 2 selaput seragam kertas, selaput luar corak agak putih serta agak longgar, selaput dalam corak merah muda serta menempel pada bagian padat dari siung namun gampang dikupas.

siung bentuk membulat dibagian punggung, bidang samping rata ataupun agak bersudut.


Kandungan dan Manfaat Tanaman

Kandungan kimia dari Allium sativum L. yang mempunyai kegiatan hayati serta berguna dalam penyembuhan merupakan senyawa organosulfur( Martinez, 2007). Isi senyawa organosulfur ini antara lain:

a. Senyawa S- ak( en)- il- L- Sistein sulfoksida( ACSOs), contohnya alliin sertaγ- glutamilsistein, senyawa yang sangat banyak ada dalam bawang putih.

Alliin bertanggung jawab pada bau serta citarasa bawang putih, asam amino yang memiliki sulfur, serta digunakan bagaikan prekusor allicin.

Alliin serta senyawa sulfoksida yang lain, kecuali sikloalliin, lekas berganti jadi senyawa thiosulfinat, semacam allicin, dengan dorongan enzim alliinase kala bawang putih fresh dicincang, dipotong.

ataupun dikunyah secara langsung( Amagase, 2006). Alliin mempunyai kemampuan bagaikan antibakteri.

b. Senyawa sulfur yang volatil semacam allicin.

Allicin ialah senyawa yang kurang normal, terdapatnya pengaruh air panas, oksigen hawa, serta area basa, gampang sekali terdekomposisi jadi senyawa sulfur yang lain semacam dialil sulfida.

c. Senyawa sulfur yang larut dalam lemak semacam diallyl sulfide( DAS) serta diallyl disulfide( DADS).

d. Senyawa sulfur larut air yang non volatil semacam S- allil sistein( SAC), yang tercipta dari respon enzimatikγ- glutamilsisteine kala bawang putih diekstraksi dengan air( Amagase, 2001).

SAC banyak ada dalam bermacam berbagai sediaan bawang putih, ialah senyawa yang mempunyai kegiatan biologis.

sehingga terdapatnya SAC dalam sediaan bawang putih kerap dijadikan standar kalau sediaan bawang putih tersebut layak disantap ataupun tidak( Amagase, 2006).

Umbi Allium sativum L. efektif bagaikan obat tekanan darah besar, meredakan rasa pening di kepala, merendahkan kolesterol, serta obat maag( Sri Sugati et Hutapea, 1991).

Disamping itu digunakan pula bagaikan ekspektoransia( pada bronkhitis kronis), karminativa( pada kondisi dispepsia serta meteorismus)( Hansel, 1991).

Pengetahuan tentang khasiat Allium sativum L. dalam penyembuhan telah terdapat semenjak tahun 1550 saat sebelum masehi.

Dimana orang- orang Mesir memakai bawang putih buat menyembuhkan bermacam penyakit( Yang, 2001).


Ketentuan Berkembang Bawang Putih.


  • Waktu tanam

Bawang putih cuma bisa berkembang dengan baik pada masa kemarau walaupun tumbuhan ini sangat membutuhkan air yang banyak.

Keadaan tanah yang becek hendak merendahkan mutu dari umbi bawang putih yang dihasilkan.

Oleh karena itu  sangat menganjurkan buat menanam bawang putih pada masa kemarau di bulan April hingga Juni, supaya hasil umbi bawang putih terpelihara kualitasnya.

  • Tipe tanah

Bawang putih sangat suka tipe tanah lempung berpasir dan struktur tanah yang gembur. Tidak hanya itu tumbuhan ini pula suka pada tanah yang mempunyai kandungan PH 5, 5- 7.

Bila kandungan ph tanah sangat rendah di dasar 5, 0 wajib dicoba pengapuran terlebih dulu.

  • Keadaan lingkungan

Pada wilayah subtropis bawang putih dicoba penanaman pada masa semi, sebaliknya buat panennya pada masa panas.

Temperatur yang sesuai merupakan dekat 20 derajat Celcius, sehingga di Indonesia yang sangat sesuai buat menanam bawang putih merupakan di wilayah dataran besar ialah dekat 700 sampai 1. 000 mdpl

  • Udara serta Cuaca

Indonesia sangat beruntung mempunyai udara yang normal buat meningkatkan banyak tipe sayur- mayur termasuk Bawang Putih yang diketahui dengan nama hayati allium.

Bawang putih( Allium sativum; bahasa Inggris: garlic) merupakan nama tumbuhan dari genus Allium sekalian nama dari umbi yang dihasilkan.

Memiliki sejarah pemakaian oleh manusia sepanjang lebih dari 7. 000 tahun.

paling utama berkembang di Asia Tengah, serta telah lama jadi bahan santapan di wilayah dekat Laut Tengah, dan bumbu universal di Asia, Afrika, serta Eropa.

Diketahui di dalam catatan Mesir kuno, digunakan baik bagaikan kombinasi masakan ataupun penyembuhan.Umbi dari tumbuhan bawang putih ialah bahan utama buat bumbu dasar masakan Indonesia.

Bawang mentah penuh dengan senyawa- senyawa sulfur, tercantum zat kimia yang diucap alliin yang membuat bawang putih mentah terasa pahit ataupun angur.


Hama Bawang Putih

Berikut ini merupakan hama yang universal melanda bawang putih beserta metode mengendalikannya:

  • Ulat Grayak( Spodoptera exigua Hubner)

Hama ini melanda bawang putih pada seluruh usia, mempunyai dimensi yang sangat kecil ialah cuma sejauh 25 milimeter, serta mempunyai corak hijau ataupun coklat dengan garis tengah corak kuning.

Hama ini melanda bagian rongga daun tumbuhan sehingga memunculkan bintik- bintik putih pada daun. Pada permasalahan yang berat, hama ulat bawang pula sanggup memakan umbi bawang putih.

Waktu penyerangan hama ini menurun pada masa tanam Mei- Juni serta Oktober- November.

Hama ini mempunyai perkembangbiakan yang sangat besar dimana seekor betina berusia ulat bawang dapat menciptakan telur sampai 1000 butir telur dengan waktu tetas telur cuma 3 hari.

Indikasi dini serbuan yang ditimbulkan oleh ulat bawang diisyarati dengan terdapatnya lubang- lubang pada daun.

Metode menanggulangi hama ulat grayak merupakan dengan memetik daun tempat telur- telur ulat bawang kemudian membakarnya.

Dapat pula memakai insektisida regent, larvin, prevathon, curacron, pegasus, raydent, metindo, serta sebagainya dengan dosis yang pas cocok dengan banyaknya hama serta keadaan bawang.

Penyemprotan pada hama dicoba pada sore hari sebab biasanya hama ini melanda pada malam hari.

Hama tersebut dapat dicegah dengan metode melindungi sanitasi area tumbuhan, pengelolaan air serta tanah yang pas, mempunyai jarak tanam yang lumayan.

dan menanam tumbuhan perangkap yang hendak kurangi populasi hama ulat bawang.

  • Ulat Daun( Spodoptera litura Fabricius)

Cocok dengan namanya, hama ini melanda dedaunan tumbuhan bawang, spesialnya dedaunan muda. Serbuan terhadap jaringan daun bawang putih tersebut menampilkan indikasi cedera dari tepi sampai ujung daun.

Hama ini pula kerap beraktifitas pada malam hari, sebaliknya pada siang hari mereka hendak bersembunyi di tempat yang lembab.

  • Hama Ulat Daun

Metode menanggulangi hama ini ialah dengan memotong serta membakar daun yang digunakan bagaikan tempat bertelur.

Pada tingkatan lebih lanjut, bisa digunakan pestisida semacam Ekalux 25 EC, Atabron, Diazinon 60 EC, ataupun Hostathion 40 EC.

  • Nematoda pangkal( Ditylenchus dipsaci Khun)

Hama Nematoda pangkal melanda pangkal titik berkembang serta umbi bawang yang menyebabkan umbi jadi lunak, ujung pangkal mengering, serta pangkal titik berkembang membesar.

Akibat dari serbuan tersebut, bawang hendak hadapi hambatan dalam bertumbuh kembang serta hendak nampak kerdil sebab kekurangan faktor hara.

Pada tingkatan parah, tumbuhan dapat hadapi kematian sehingga telah tentu sangat merugikan petani.

Metode menanggulangi hama ini merupakan dengan melaksanakan sistem rotasi tumbuhan( mengubah tipe tumbuhan tiap kali panen).

Juga melindungi sanitasi tumbuhan, serta membasmi tumbuhan bawang yang terkena hama ini supaya menghindari penyebaran.

Bila perihal itu tidak mempan, hingga pakai pestisida semacam Nemagon 5G, Furadan 3G, Temik, serta lain- lain.

  • Kutu Bawang( Thrips tabaci Lindeman)

Hama ini mempunyai dimensi yang sangat kecil sehingga susah buat dilihat secara kasat mata. Dimensi berusia hama ini cuma 1 milimeter serta bercorak kuning pucat, coklat ataupun gelap.

Corak tersebut dihasilkan dari temperatur area tempatnya hidup, yang maksudnya terus menjadi rendah temperatur lingkungannya hingga terus menjadi hitam corak hama tersebut.

  • Hama Kutu Bawang

Hama ini melanda tumbuhan dengan meresap cairan pada daun tumbuhan bawang putih yang menyebabkan daun jadi kuning, mengkerut ataupun keriting, serta nampak layu.

Buat menanggulangi hama ini, bisa dicoba dengan menyemprotkan insektisida sistemik, antara lain besvidor, interprid, serta confidor. Penyemprotan yang baik dicoba pada

sore hari dengan jarak pemakaian 7 hingga 10 hari sekali.

Tanaman Bawang Putih : Morfologi, Kandungan, Manfaat dan Hama Pengganggunya

  • Ulat Tanah( Agotis Ipsilon)

Hama ini mempunyai dimensi badan yang lumayan panjang, ialah 3, 5 centimeter serta cuma berkegiatan pada malam hari serta cuma bersembunyi di dalam tanah pada siang hari.

Hama ini melanda dengan metode memotong bagian pangkal tumbuhan yang bersebelahan dengan sarangnya.

Karakteristik khas dari hama ini merupakan nampak sisa korek- korekan di sekitaran tanah tumbuhan yang terkena hama ini.

Metode mengatur hama ini merupakan dengan memusnahkan larva ulat tanah kemudian melaksanakan rotasi tumbuhan.

Tidak hanya itu, bisa pula dicoba dengan memakai insektisida semacam klorfirifos, spinetoram, dan karbofuran.

Demikian Uraian kami tentang Tanaman Bawang Putih Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.