Pohon Terong : Sejarah, Morfologi, Jenis, Manfaat dan Cara Budidayanya

Pohon Terong : Sejarah, Morfologi, Jenis, Manfaat dan Cara Budidayanya – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Pohon Terong.

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini :


Contents

Pohon Terong : Sejarah, Morfologi, Jenis, Manfaat dan Cara Budidayanya


Terong atau Solanum melongena merupakan tanaman penghasil buah yang dijadikan sayur- mayur. Asalnya merupakan India serta Sri Lanka Pohon Terong berkerabat dekat dengan kentang serta leunca,agak jauh dari tomat.

Terung yakni terna yang kerap ditanam secara tahunan. Tumbuhan ini berkembang sampai 40–150 centimeter( 16- 57 inci) tingginya.

Batangnya umumnya berduri. Corak bunganya antara putih sampai ungu, dengan mahkota yang mempunyai 5 lobus. Benang sarinya bercorak kuning.

Terong cukup mudah diolah untuk berbagai menu masakan. Tetapi sebaiknya Anda mengolah terong dengan cara direbus atau dikukus, disayur bening, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, terong juga tidak baik dikonsumsi secara berlebihan karena akan berisiko bagi kesehatan.

Terong mangandung serat, tembaga, mangan, vitamin B6, tiamin, serta mineral. Terong juga mengandung fenolik yang bertindak sebagai antioksidan untuk menjaga tubuh dari radikal bebas.

Metode menanam tumbuhan terung merupakan disemai, sehabis berkembang 4 daun sejati setelah itu ditanam( dijadikan bibit terlebih dulu). Panen diawali pada 70- 80 hari sehabis semai berikutnya tiap 5 hari.

Dari segi botani, buah yang dikelaskan sebagai beri ini mempunyai banyak biji yang kecil serta lembut. Biji itu bisa dimakan namun rasanya getir sebab memiliki nikotin, sejenis alkaloid yang banyak dikandung tembakau.


Sejarah Tanaman Pohon Terong

 Asal usul budidayanya terletak di bagian selatan serta timur Asia semenjak era prasejarah, namun baru diketahui di dunia Barat tidak lebih dini dari dekat tahun 1500.

Buahnya memiliki bermacam corak, paling utama ungu, hijau, serta putih. Catatan tertulis yang awal tentang terung ditemukan dalam Qí mín yào shù, suatu karya pertanian Cina kuno yang ditulis pada tahun 544

Nama ilmiahnya, Solanum melongena, berasal dari sebutan Arab abad ke- 16 buat sejenis tumbuhan terung.

Buah terung sempat dikira beracun, sebagaimana buah sebagian varietas leunca serta kentang.Sebagian buah terung agak getir merangsang perut dan menyebabkan gastritis.

Terung serta genus terpaut bisa menyebabkan ataupun memperparah artritis , maka wajib dijauhi oleh mereka yang peka terhadapnya.

Tidak cuma lezat dijadikan lalapan, terong pula dapat dimasak jadi masakan berkuah maupun tumis.

Tidak hanya sebab tekstur unik serta rasa yang cenderung manis, terong pula gampang ditemui di mana saja dan biayanya sangat terjangkau.


Jenis Jenis Terong

Buah Pohon Terong ini ialah salah satu tipe bahan masakan yang bisa diolah dalam bermacam tipe santapan. Berikut jenis- jenis terong serta keistimewaannya semacam diulas dalam web Femina,

  • Terong Ungu

Terdapat yang menyebutnya terong kopek. Mempunyai 2 wujud, ialah bundar serta panjang. Di pasar tradisional, wujud panjang lebih gampang ditemukan.

Wujud yang lain yang lebih pendek, lebih berisi, serta bertekstur lebih padat dan bercorak ungu tua mengilap kerap diucap terung jepang.

Sebaliknya terong ungu bundar kerap diucap terong gelatik, disantap bagaikan lalapan sebab rasanya tidak getir serta tidak langu.

  • Terong Putih

Wujud lebih ramping serta tekstur isi menyamai terong ungu panjang, dengan rasa yang sedikit manis. Terong putih ialah varietas terong hibrida serta diketahui pula bagaikan terong kania.

Tipe yang terdapat di pasar ialah tipe albino serta white beauty. Di Kalimantan Barat, tipe terong ini diolah jadi manisan, sebaliknya di Jawa Barat biasa diolah jadi kombinasi dalam terancam serta karedok.

  • Terong Jari/ Telunjuk

Di Indonesia, dapur Sumatra banyak memakai terong dengan corak hijau berupa semacam jari/ telunjuk. Semburat garis putih terletak di ujung bagian terong.

Tidak hanya hijau, terdapat pula terong telunjuk yang bercorak kuning. Terong tipe ini berkembang liar ataupun di hutan.

  • Tekokak

Wujudnya kecil semacam buah ceri kampung, bercorak hijau, berkulit tipis, serta bagian dalamnya didominasi oleh biji kecil. Berkembang bergerombol ataupun berkelompok pada satu tangkai yang berduri.

Terong ini mempunyai rasa langu serta pahit, lebih kerap dicampurkan dalam masakan. Kerap diucap pula terong pipit ataupun terong rimbang, cepoka, cokowana, serta pokak di

  • Ranti

Di Jawa Barat diucap leunca. Wujudnya lebih kecil dari tekokak dengan tekstur semacam tomat hijau mini dengan rasa sedikit manis. Kulitnya kenyal bercorak hijau serta terdapat pula yang kehitaman.

Keluarga terong ini banyak digunakan di dapur Sunda, misalnya buat kombinasi pada tumisan oncom, urap, ataupun sambal.

  • Terong Belanda

Wujudnya lonjong menyamai telur dengan bagian ujung runcing serta bercorak hijau. Sebaliknya corak merah keunguan ataupun kuning kemerahan menunjukkan terong ini telah ranum.

Daging buahnya banyak memiliki air, berbiji gelap, daging bercorak kuning kemerahan.

Berbeda dengan tipe terong lain yang universal dimasak buat lauk ataupun lalapan, terong belanda ini biasa diolah jadi juice, sirop, serta selai. sebagian orang.


Klasifikasi Tumbuhan Terong

Klasifikasi Terong

  • Nama latin;Solanun melongena L
  • Kingdom;Plantae
  • Subkingdom;Trachebionta
  • Luar biasa divisi;Spermatophyta
  • Divisi;Magnoliophyta
  • Kelas;Magnoliopsida
  • Subkelas;Asteridae
  • Ordo;Solanales
  • Famili;Solamaceae
  • Genus;Solanum
  • spesies;Solanum melongena L

Morfologi Tumbuhan Terong

Akar Pangkal tumbuhan terong merupakan pangkal tunggang yang dangkal, banyak cabang, serta mempunyai buluh yang agresif.

Batang tumbuhan terong di bedakal jadi 2 berbagai, ialah batang utama( batang primer) serta percabang( batang sekunder). Dalam perkemban pertumbuhan batang sekunder ini hendak memiliki percabangan baru.

Batang utama ialah penyangga berdirinya tumbuhan, lagi percabangan merupakan bagian tumbuhan yang menghasilkan bunga.

Batang utama wujudnya persegi( angularis), sewaktu muda bercorak ungu kehijauan, sehabis berusia jadi ungu kehitaman( Imdad, 2001).

Daun terong terdiri atas tangkai daun( petiolus) serta helaian daun( lamina). Daun semacam ini umum diucap daun bertangkai.

Tangkai daun berupa slindris dengan sisi agak pipih serta menebal dibagian pangkal, panjang berkisar antara 5- 8 centimeter.

Helaian daun terdiri dari bunda tulang daun, terdiriatas bunda tulang daun, tulang cabang serta urat- urat daun.

Bunda tulang daun ialah perpanjangan dari tangkai daun yang kian mengecil kearah pucuk. Lebar helaian daun 7- 9 centimeter ataupun lebih cocok varietasnya.

Panjang daun antara 12- 20centimeter. Bangun daun berbentuk belah ketupathingga oval, bagian ujung daun tumpul, pangkal daun mruncing, serta sisi bertoreh.

Bunga terong ialah bunga banci ataupun bunga berkelamin 2, dalam satu bunga ada perlengkapan kelamin jantan( benang sari) serta perlengkapan kelamin perempuan( putik).

Bunga semacam ini dinamakan bunga lengkap. Perhiasan bunga yang dipunyai merupakan kelopak bunga, mahkota bunga, serta tangkai bunga.

Buah terong ialah buah sejati tuggal serta berdaging tebal, lunak, dan tidak akanpecah apabila buah sudah masak. Daging buah lunak serta berair. Daging buah ini ialah bagian yang lezat dimakan.

Biji- biji ada leluasa dalam daging buah. Biji terong sangat mengkilap, berdahak, berupa bundar lonjong serta pula berwrna coklat sampai kehitaman.


Manfaat Terong

Mengkonsumsi “terong” secara teratur sesuai AKG (Angka Kecukupan Gizi) atau sesuai kebutuhan gizi per hari dari Kemenkes RI, bermanfaat untuk kesehatan seperti berikut ini.:

  • Menjaga tekanan darah (resiko hipertensi) ,Manfaat dari tingginya kandungan air dan tembaga pada terong
  • Mencegah penyumbatan pembuluh darah,Manfaat dari tingginya kandungan riboflavin pada terong
  • Mengatasi dan menurunkan resiko anemia ,Manfaat dari tingginya kandungan riboflavin pada terong
  • Mengatur detak jantung ,Manfaat dari cukup tingginya kandungan kolina pada terong
  • Menyeimbangkan tingkat keasaman darah,Manfaat dari cukup tingginya kandungan kolina pada terong
  • Mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah ,Manfaat dari cukup tingginya kandungan lutein + zeaksantin pada terong
  • Meminimalkan terjadinya penyakit stroke ,Manfaat dari tingginya kandungan fosfor, tembaga, seng dan kolina pada terong
  • Menjaga gula darah tetap stabil ,Manfaat dari cukup tingginya kandungan serat dan seng pada terong
  • Mencegah resiko terjadinya penyakit sistem kardiovaskular ,Manfaat dari tingginya kandungan tembaga, tiamina dan kolina pada terong
  • Menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam darah ,Manfaat dari cukup tingginya kandungan serat pada terong

Ketentuan Tumbuh Terong

Tumbuhan terong bisa berkembang serta berproduksi baik di dataran rendah hingga dataran besar±1000 meter dpl. Sepanjang pertumbuhannya, terong menghendaki temperatur antara 22 derajat- 23 derajat Celcius.

Cuaca panas, serta iklimnya kering sehingga sangat sesuai ditanam pada masa kemarau pada kondisi cuacapanas hendak memicu serta memesatkan proses pembungaan maupun pembuahan.

Tempat penanaman terung wajib terbuka( menemukan cahaya matahari) yang lumayan. Di tempat yang terlindung perkembangan tumbuhan terung hendak kurus serta kurang produktif( Rukmana, 1994).

Keadaan tanah yang sempurna buat penanaman terug ialah tanah yang remah, lempung berpasir, serta lumayan bahan organik.

Dengan keadaan tersebut, umumnya aerasi serta drainasenya baik, tidak gampang tergenang air. Sesungguhnya terung bisa di tanam di seluruh tipe tanah, asal lumayan bahan organik.

Keasaman( pH) tanah yang cocok buat tumbuhan terung dekat 6, 0- 6, 5( Pracaya, 2002).


Metode Menanam Terong

Tumbuhan terung memerlukan tanah yang remah, produktif, berdrainase yang baik, tipe tanah yang berlempung serta berpasir merupakan sangat sesuai buat budidaya terung.

Metode budidaya tumbuhan terung merupakan sama dengan budidaya tomat. Pemberian pupuk terhadap tumbuhan terung ialah 110 kilogram N, 55 kilogram P2O5 serta 30 kilogram K2O per hektar.

Jarak tanam 50 x 80 centimeter. Tumbuhan terung memerlukan penyinaran yang penuh sebab tidak tahan terhadap naungan.

  • Pembibitan dan Penanaman

Upaya yang dicoba untuk menjauhi panas hari, alangkah baiknya panen dicoba pada dikala waktu di pagi hari ataupun pada waktu sore hari.

Kulit buah terung yang sudah nampak mengkilat, dapat di panen dengan metode memotong tangkai buahnya dengan mengenakan pisau yang tajam.

Biar menciptakan biji, hingga buah terung dibiarkan jadi masak benar serta rupanya jadi merah kemudian dipanen, dihancurkan serta diperas.

Sehabis itu, biji dipisahkan dari bagian buahnya yang dilanjutkan dengan proses pengeringan dengan memakai cahaya matahari ataupun dapat pula dengan metode diangin- anginkan.

Penyimpanan biji tersebut ialah memiliki air sebanyak 8 hingga 10%,hawa kedap serta sejuk sepanjang 1 tahun.

Sehabis berusia 75 hingga 90 hari semenjak tanam, buah terung sudah mulai dapat dipanen bagaikan sayur- mayur.

Buat dijadikan benih, hingga buah terung mulai dapat di panen sehabis kulit buahnya berganti rupanya jadi kuning kering serta berusia dekat 120 hingga 140 hari.

  • Penyerbukan Tumbuhan Terung

Bunga timbul dari posisi yang bertentangan ataupun satu posisi tempat duduk daun. Benang sari pada terung diperkirakan berjumlah dekat 6 hingga 20.

Benang sari tersebut membentuk corong yang mengelilingi putiknya. Dari keadaan tersebut dimungkinkan sekali ataupun dengan sangat gampang buat terbentuknya penyerbukan sendiri.

Bunga tumbuhan terung hendak mekar terus sepanjang 2- 3 hari tercantum pula pada dikala di malam hari.Bunga terung sangat memerlukan polinator biar berbuah serta berbiji.

Sebagian riset mengatakan kalau sudah terjalin male- sterility pada bunga terung ialah tepung sari tidak berperan lagi, sehingga dengan demikian tumbuhan terung memerlukan serangga buat proses polinasi.

Pohon Terong : Sejarah, Morfologi, Jenis, Manfaat dan Cara Budidayanya


Hama serta Penyakit Tumbuhan Terong

Hama yang kerap melanda tumbuhan terung pada wilayah tropis ialah penggerek daun, kutu wol serta tungau merah.

Sedangkan buat kuman layu, antraknosa dan virus mosaik merupakan penyakit yang biasa melanda pada tumbuhan terong.

Segala tipe penyakit yang melanda tumbuhan tomat serta lombok dapat pula melanda pada tumbuhan terong. Namun tumbuhan terung lebih tahan apabila dibandingkan dengan tumbuhan cabe ataupun tumbuhan tomat.

Demikian Uraian kami tentang Pohon Terong Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya