Pestisida Alami : Manfaat, Keunggulan dan Jenis Bahannya

6 min read

Pestisida Alami : Manfaat, Keunggulan dan Jenis Bahannya
0
()

Pestisida Alami : Manfaat, Keunggulan dan Jenis Bahannya – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Pestisida Alami.

Dan menerangkan tentang fungsi serta Keunggulannya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini :


Pestisida Alami : Manfaat, Keunggulan dan Jenis Bahannya


Secara universal pestisida alami atau nabati dimaksud adalah sesuatu pestisida yang bahan dasarnya merupakan tanaman. Pestisida nabati relatif gampang terbuat dengan bahan serta teknologi yang simpel.

Bahan bakunya yang natural/ nabati membuat pestisida ini gampang terurai( biodegradable) di alam sehingga tidak mencemari area.

Pestisida ini pula relatif nyaman untuk manusia serta ternak peliharaan sebab residunya gampang lenyap.Pestisida nabati bertabiat“ jam serta lari”( hit and run).

Dikala diaplikasikan,akan menewaskan hama dikala itu pula serta sehabis hamanya mati, residunya hendak lenyap di alam. Dengan demikian produk terbebas dari residu pestisda

sehingga nyaman disantap manusia. Pestisida nabati jadi alternatif pengendalian hama yang nyaman dibandingkan pestisida sintetis.

Pemakaian pestisida nabati membagikan keuntungan ganda, tidak hanya menciptakan produk yang nyaman, area pula tidak tercemar.

Pestisida organik ini sanggup menanggulangi serta mengusir hama perusak tumbuhan pertanian serta perkebunan biasanya semacam kutu, ulat, belalang serta sebagainya


Manfaat serta Keunggulan Pestisida Alami

Sebagian khasiat serta keunggulan pestisida natural, antara lain:

  • Gampang terurai( biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemarkan area( ramah area).
  • Relatif nyaman untuk manusia serta ternak sebab residunya gampang lenyap.
  • Bisa menewaskan hama/ penyakit semacam ekstrak dari daun pepaya, tembakau, biji mahoni, dsb.
  • Bisa bagaikan pengumpul ataupun perangkap hama tumbuhan: tumbuhan orok- orok, kotoran ayam.
  • Bahan yang digunakan nilainya murah dan tidak susah ditemukan dari sumberdaya yang terdapat di dekat serta dapat terbuat sendiri.
  • Menanggulangi kesusahan ketersediaan serta mahalnya harga obat- obatan pertanian spesialnya pestisida sintetis/ kimiawi.
  • Dosis yang digunakan juga tidak sangat mengikat serta berbahaya dibanding dengan pemakaian pestisida sintesis. Pemakaian dalam dosis besar sekalipun, tumbuhan sangat tidak sering ditemui tumbuhan mati.
  • Tidak memunculkan imunitas pada serangga.

Jenis Tumbuhan Bahan Pestisida Alami

  • Brotowali( Tinospora rumphii)

Senyawa kimia yang tercantum pada brotowali antara lain alkaloid, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid, zat getir pikroretin, harsa, berberin, palmatin, kolumbin( pangkal), kokulin( pikrotoksin).

Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan pestnab merupakan pangkal serta batang. Ekstrak brotowali bertabiat bagaikan insektisida.

  • Buah Maja( Aegle marmelos( L.)

Buah tumbuhan maja memiliki zat lemak senyawa tannin yang ialah salah satu senyawa dengan rasa getir yang konon tidak disukai oleh serangga yang jadi hama pada tumbuhan.

Baca Juga :  Cara Menanam Murbei Agar Cepat Berbuah Lebat (Panduan Lengkap)

Ekstrak buah maja efisien buat mengatur hama serangga serta penggerek buah kakao( C. cramerella).

  • Bunga Piretrum( Pyrethrum cinerariaefolium Trev)

Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan pestisida nabati merupakan serbuk bunga. Serbuk bunga piretrum memiliki zat yang diucap piretrin, dapat digunakan buat mengatur hama ulat.

  • Bunga jam 4( Mirabilis jalapa Linn.)

Daun serta bunga memiliki saponin serta flavonoida, di samping itu daunnya pula memiliki tanin serta bunganya memiliki politenol. Biji tumbuhan tersebut memiliki flavonoida serta politenol.

Pangkal memiliki betaxanthins. Buah memiliki zat tepung, lemak( 4, 3%), zat asam lemak( 24, 4%) serta zat asam minyak( 46, 9%).

Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan pestisida organik merupakan daun.

Ekstrak daun bunga jam 4( Mirabilis jalapa) ialah salah satu agen penginduksi ketahanan sistemik tumbuhan cabai merah terhadap serbuan Cucumber Mosaic Virus( CMV).

  • Cabai merah( Capsicum annuum)

Senyawa kimia yang ada pada buah cabai merupakan kapsaisin, dihidrokapsaisin, vit( A, C), damar, zat corak kapsantin, karo ten, kapsarubin, zeasantin, kriptosantin serta clan lutein.

Tidak hanya itu pula memiliki mineral, semacam zat besi, kalium, kalsium, fosfor serta niasin. Zat aktif kapsaisin efektif bagaikan stimulan.

Bagian yang digunakan bagaikan pestisida nabati merupakan buah serta biji. Ekstrak buah serta biji cabai bertabiat bagaikan insektisida serta penolak hama( repellent).

  • Ajeran( Bidens pilosa L.)

Tanaman Ajeran, ketul, ataupun ketulan mengandung flavonoid terpen, fenilpropanoid, lemak serta benzenoid. Bisa digunakan buat mengatur hama serangga( insekta).

Bagian tanaman yang digunakan merupakan biji, batang, daun serta segala bagian tumbuhan yang terletak diatas permukaan tanah.

  • Bandotan/ Babadotan( Ageratum conyzoides Linn.)

Isi kimia yang ada pada babadotan/ bandotan merupakan saponin, flavanoid, polifenol, kumarine, eugenol 5%, HCN serta minyak atsiri.

Bagian tumbuhan yang yang digunakan bagaikan pestisida nabati merupakan daun. Babadotan berperan bagaikan penolak hama( repellent) serta membatasi pertumbuhan serangga.

  • Bawang( Allium cepa)

Isi kimia yang ada pada bawang merah antara lain minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, dihidroaliin, lavonglikosida, saponin, peptida, fitohormon, kuersetin.

Bagian tanaman yang digunakan bagaikan pestisida organik merupakan umbi. Ekstrak bawang merah bekerja bagaikan penolak hama( repellent) serta pengendali serangga.

  • Bawang putih( Allium sativum L)

Bawang putih memiliki sebagian senyawa kimia, antara lain tanin, minyak atsiri, dialilsulfi da, aliin, alisin, enzim aliinase.

Bagian tanaman yang digunakan bagaikan pestisida natural merupakan segala bagian tumbuhan, ialah umbi, daun serta bunga.

Bawang putih bekerja bagaikan penolak hama( repellent) serta bertabiat bagaikan insektisida, nematisida, fungisida serta antibiotik.

  • Bayam jarum( Amaranthus spinosus Linn.)

Bayam jarum dikenal memiliki sebagian senyawa kimia, ialah amarantin, teratur, spinasterol, hentriakontan, tanin, kalium nitrat, kalsium oksalat, garam fosfat, zat besi, dan vit.

Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bio pestisida merupakan daunnya.

Ekstrak daun bayam jarum ialah salah satu agen penginduksi ketahanan sistemik tumbuhan cabai merah terhadap serbuan Cucumber Mosaik Virus( CMV) serta virus kuning Gemini.

  • Bengkuang( Pachyrhizus erosus( L.) Urb.)

Senyawa kimia yang ada pada bengkuang antara lain rotenon serta pachhyrizid. Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan pembuatan pestisida organik merupakan batang, daun serta biji.

Pestisida nabati bengkuang bermanfaat buat mengatur Pengisap buah( Dasybus piperis Cina) serta pengisap bunga( Diconocoris hewitti DIST), Spodoptera litura.

Dan juga sebagian tipe serangga dari ordo Coleoptera, Diptera, Hemiptera, Lepidoptera serta Orthoptera.

  • Bijanggut/ janggot( Mentha spp.)

Tanaman ini dikenal memiliki sebagian senyawa kimia, yaitu spearmint, flavonoid, tannin, menthol, menthone serta carvone. Bagian tanaman yang digunakan bagaikan pestisida nabati merupakan daun.

Baca Juga :  Cara Budidaya Ulat Sutera Yang Tepat Dan Menguntungkan

Ekstrak tanaman bijanggut bertabiat bagaikan bakterisida.

  • Cengkeh( Syzygium aromaticum)

Cengkeh memiliki sebagian senyawa kimia, ialah eugenol, eugenol asetat, kariofilen, sesquiterpenol serta naftalen. Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bio pestisida merupakan bunga, tangkai bunga serta daun.

Ekstrak cengkeh bertabiat bagaikan fungisida, menyebabkan kemandulan hama serta membatasi kegiatan makan( antifeedant)

  • Daun Gamal/ Reside( Gliricidia sepium)

Senyawa kimia daun gamal ataupun reside yang berguna buat mengatur hama tumbuhan merupakan tanin. Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan bio pestisida merupakan daunnya.

Ekstrak daun gamal efisien buat mengatur hama ulat serta kutu penghisap.

  • Duku( Lansium domesticum)

Senyawa kimia yang ada pada duku antara lain alkaloida, saponin, lavonoida serta polifenol. Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan pembuatan pestisida adalah merupakan biji.

  • Pepaya( Kates)( Carica Papaya L)

Bagian tumbuhan pepaya yang bisa digunakan buat mengatur hama maupun penyakit tumbuhan merupakan daun, biji serta buah yang belum masak.

Tumbuhan pepaya bertabiat bagaikan fungisida, insektisida, rodentisida, serta bagaikan penolak hama( repellent).

  • Tembakau( Nicotiana tabacum L.)

Bagian tumbuhan tembakau yang baik buat digunakan bagaikan pengendali hama maupun penyakit merupakan daun serta batangnya

sebab bagian ini mempunyai isi nikotin yang besar, paling utama pada tangkai serta tulang daun. Ekstrak tembakau bertabiat bagaikan insektisida, fungisida, akarisida.

  • Kunyit( kunir/ turmeric)( Curcuma domestica Val. Curcuma longa koenin)

Bagian tananaman yang digunakan bagaikan pestisida organik merupakan rimpang.

Rhizome( batang dalam tanah) kunyit bisa digunakan bagaikan insektisida buat mengatur serangga hama maupun bagaikan fungisida buat mengatur jamur yang mengganggu tumbuhan.

  • Cabe Rawit( Capsicum frutescens L)

Senyawa kimia yang ada pada buah cabai merupakan kapsaisin, dihidrokapsaisin, vit( A, C), damar, zat corak kapsantin, karo ten, kapsarubin, zeasantin, kriptosantin serta clan lutein.

Tidak hanya itu pula memiliki mineral, semacam zat besi, kalium, kalsium, fosfor serta niasin. Zat aktif kapsaisin efektif bagaikan stimulan.

Bagian yang digunakan bagaikan pestisida nabati merupakan buah serta biji. Ekstrak buah serta biji cabai bertabiat bagaikan insektisida serta penolak hama( repellent).

  • Kenikir( Tagetes erecta L., Tagetes patula)

Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan pembuatan pestisida buat mengatur hama penyakit tumbuhan merupakan bunga, daun, batang, serta pangkal.

Ekstrak kenikir bertabiat bagaikan penolak hama( repellent), insektisida, fungisida, serta nematisida.

  • Jahe( Zingiber offcinale)

Jahe memiliki minyak atsiri 1- 3%, konstituent utama sesquiterpene, zingiberene C15H24. Bau tajam pada jahe merupakan zingerone C11H14O3 yang terdapat dalam oleoresin.

Bagian tumbuhan jahe yang bisa digunakan buat mengatur hama penyakit tumbuhan merupakan rhizomenya. Rhizome jahe bisa digunakan bagaikan penolak hama, nematicida, serta fungisida

  • Jeringo/ Dlingo( Acorus calamus)

Jeringau( Acorus calamus) yang diucap dlingo oleh orang jawa merupakan tanaman terna yang rimpangnya dijadikan bahan obat- obatan.

Rimpang jeringau( dlingo– jawa) memiliki zat arosone, kalomenol, serta metil eugenol yang dapat digunakan buat menanggulangi hama wereng coklat.

  • Mengkudu( Morinda citrifolia)

Senyawa kimia yang tercantum pada mengkudu antara lain xeronin, proxeronin, scopoletin serta antraquinan. Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bio pestisida merupakan buah, daun serta pangkal.

Ekstrak tumbuhan mengkudu bertabiat bagaikan insektisida.

  • Sambiloto( Andrographis paniculata)

Senyawa yang tercantum dalam sambiloto antara lain merupakan andrographolide, saponin, falvonoid, alkaloid, tanin, laktone, panikulin, kalmegin serta hablur kuning.

Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan pestisida organik merupakan segala bagian tumbuhan. Ekstrak sambiloto bertabiat bagaikan penolak hama( repellent).

  • Serai wangi( Cymbopogon nardus( L).)

Senyawa utama yang ada pada serai wangi merupakan minyak atsiri. Minyak atsiri serai terdiri dari senyawa sitral, sitronela, geraniol, mirsena, nerol, farnesol methil he ptenol serta dipentena.

Baca Juga :  Pupuk Kandang : Jenis, Manfaat, Cara Membuat, Kelebihan dan Kekurangannya

Isi yang sangat besar merupakan sitronela ialah sebesar 35% serta graniol sebesar 35– 40%. Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan pestisida nabati merupakan daun serta pangkal.

Senyawa sitronela memiliki watak toksin kehilangan cairan tubuh( desiccant). Toksin tersebut ialah toksin kontak yang bisa menyebabkan kematian sebab kehabisan cairan terus menerus.

Serangga yang terserang toksin ini hendak mati sebab kekurangan cairan. Ekstrak serai wangi bertabiat bagaikan insektisida, bakterisida, nematisida serta bagaikan penolak hama( repellent)

  • Sirih( Piper betle Linn.)

Senyawa yang tercantum dalam sirih antara lain minyak atsiri( eugenol, methyl eugenol, karvakrol, kavikol, alil katekol, kavibetol, sineol, estragol), karoten, tiamin, riboflavin, asam nikotinat, vit C, tanin, gula, pati, serta asam amino

Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan pembuatan pesnab merupakan daun. Ekstrak daun sirih bertabiat bagaikan insektisida.

  • Sirsak( Annona muricata, Linn.)

Senyawa yang tercantum dalam sirsak antara lain senyawa tanin, fitosterol, ca- oksalat serta alkaloid murisine. Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan pestisida organik merupakan daun serta biji.

Ekstrak daun serta biji sirsak bertabiat insektisida, antifeedant( penghambat makan), repellent( penolak hama) serta toksin kontak.

  • Srikaya( Annona squamosa)

Isi kimia yang tercantum dalam tumbuhan ini antara lain asetogenin, squamocin, bullatacin, annonacin serta neoannonacin.

Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan bio pestisida merupakan pangkal, daun, buah serta biji.

Senyawa kimia yang terkadung dalam srikaya bisa bertabiat bagaikan insektisida, toksin kontak, penolak( repellent) serta penghambat makan( antifeedant).

Pestisida Alami : Manfaat, Keunggulan dan Jenis Bahannya

  • Tomat( Lycopersicum esculentum)

Buah tomat memiliki alkaloid solanin( 0, 007%), saponin, asam folat, asam malat, asam sitrat, bioflavonoid serta tomatin.

Bagian tumbuhan tomat yang digunakan bagaikan bahan pestisida nabati merupakan daun, batang serta ranting.

Ekstrak daun, batang serta ranting tumbuhan tomat bertabiat bagaikan insektisida serta bagaikan penolak hama( repellent).

  • Lengkuas( Alpinia galanga( L) Wild)

Rimpang lengkuas memiliki lebih kurang 1% minyak essensial terdiri atas metil–sinamat 48%, sineol 20–30%, eugenol, kamfer 1%, seskuiterpen, d– pinen, galangin, galanganol serta sebagian senyawa flavonoid.

bagian tanaman yang digunakan bagaikan pestisida nabati merupakan rimpang. Ekstrak rimpang lengkuas bertabiat bagaikan fungisida( anti jamur).

  • Lidah buaya( Aloe barbadensis Milleer)

Senyawa kimia yang tercantum dalam tumbuhan lidah buaya antara lain saponin, flavonoida, polifenol serta tanin. Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan pestisida nabati merupakan daging daun.

Ekstrak lidah buaya bertabiat bagaikan insektisida, bakterisida, serta fungisida. Tidak hanya itu lidah buaya bisa digunakan bagaikan perekat natural/ perata dalam aplikasi pestisida

  • Mahoni( Swietenia mahagoni) JACQ

Senyawa kimia yang ada pada biji mahoni antara lain saponin serta flavanoid. Bagian tanaman yang digunakan bagaikan bahan pembuatan pestisida organik merupakan bijinya.

Ekstrak biji mahoni bertabiat bagaikan antifeedant( penghambat kegiatan makan), penghambat pertumbuhan serangga( growt regulator) serta bagaikan penolak hama( repellent).

Demikian Uraian kami tentang Pestisida Alami Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5