Cara Menanam Jahe : Jenis, Pemilihan, Perawatan Dan Pemanenan

Cara Menanam Jahe : Jenis, Pemilihan, Perawatan Dan Pemanenan – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Cara Menanam Jahe. Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini.


Contents

Cara Menanam Jahe : Jenis, Pemilihan, Perawatan Dan Pemanenan


Jahe merupakan salah satu bumbu yang kerap digunakan dalam masakan Indonesia. Kala digunakan, rempah ini hendak memberikan sensasi pedas serta membuat badan terasa hangat.

Tidak cuma sebagai bumbu dapur, jahe pula kerap dimanfaatkan sebagai obat tradisional lho. Dia memanglah mempunyai banyak khasiat kesehatan.

Seperti menghindari penyakit kulit, menghindari permasalahan perut, sampai berfungsi sebagai antioksidan di dalam badan.

Tidak hanya itu, jahe pula dipercaya sanggup tingkatkan daya tahan tubuh. Nah, bila kamu kerap memakai jahe, kamu dapat berupaya membudidayakan rempah yang satu ini di rumah kamu.

Pasti akan lebih instan sebab kamu tidak butuh lagi membelinya di pasar. Cuma tinggal memanen kala memerlukan!


Pilih Jenis Jahe Yang Mau Ditanam

Kamu perlu memastikan jenis jahe yang mau kamu tanam terlebih dulu supaya tidak galat nantinya. Saat ini, terdapat beberapa jenis jahe yang biasa dimanfaatkan sebagai bumbu dapur ataupun obat tradisional, ialah:

  • Jahe putih besar dengan umbi bercorak putih kekuningan serta berukuran 8 – 8,5 centimeter.
  • warna putih kecil dengan umbi bercorak putih kekuningan, berlapis – lapis, serta berukuran 3 – 4cm.
  • Jahe merah dengan umbi bercorak merah ataupun jingga muda, berlapis – lapis, berbau tajam, serta berdimensi 4 – 4,5 centimeter.

Cara Menanam Jahe Di Tanah

Menanam jahe di lahan terbuka umumnya dicoba untuk penanaman dengan jumlah banyak. Tetapi, adapula yang cuma menanam dalam jumlah sedikit.

Lahan terbuka yang digunakan buat menanam jahe bisa berbentuk tanah kosong di dekat rumah maupun lahan khusus, berikut langkah – langkahnya:

Memilih Lahan Penanaman Jahe

Cara menanam jahe yang awal merupakan memilih lahan buat ditanami jahe. Tanah yang dijadikan lahan dalam menanam jahe sangatlah penting buat dipertimbangkan.

Oleh karena itu, penting buat terlebih dahulu mengecek kesuburan tanah yang hendak dipilih buat menanam jahe.

Baik lahan kosong ataupun pekarangan rumah, memilih tanah yang berhumus, tidak berkerikil, dan mempunyai aerasi udara yang mudah.

Mempersiapkan Lahan Penanaman Jahe

Lahan yang sudah diseleksi, terlebih dahulu dibersihkan dari pengganggu tumbuhan baik berbentuk penyakit ataupun gulma yang bisa jadi timbul.

Siapkan cangkul, jerami, serta pupuk yang hendak dijadikan pupuk dasar. Cangkul ataupun bajaklah lahan dekat 25 – 35 centimeter, tambahkan kombinasi pupuk serta jerami, kemudian biarkanlah dekat satu minggu.

Bila mau lahan yang gembur, maka pencangkulan bisa diulangi dengan diiringi badengan selebar 85 – 125 centimeter. Jarak antar bedengan dekat 25 – 30 centimeter.

Pemilihan bibit jahe

Pilih bibit yang telah berusia 9 – 10 bulan ke atas dengan ukuran rimpang yang besar, memiliki corak terang, sehat, serta bertekstur lembut.

Jemur rimpang jahe sedangkan waktu (jangan sampai kering), kemudian simpan pada temperatur ruangan selama 1 – 1,5 bulan (dormansi).

Pengecambahan hendak berjalan sampai 2 minggu sehabis memperlakukan bibit setelah itu rendam benih ataupun membasahinya dengan air.

Kemudian diletakkan di tempat lembab (dapat ditutup) supaya benih berkecambah dengan baik. lakukan pengontrolan tiap hari dengan cara membasahinya bila bibit telah mulai kering.

Dalam waktu dekat 2 minggu, bibit hendak mulai berkecambah serta siap disemai.

Sehabis berkecambah jalani penyemaian dengan cara membenamkan secar vertical bibit – bibit jahe tadi dalam peti yang diisi dengan abu sikat serta sekam hingga berkembang 3 – 5 daun sejati.

Cara Menanam Jahe : Jenis, Pemilihan, Perawatan Dan Pemanenan


Penanaman

Bibit jahe yang telah berkembang daun sehabis disemai tadi wajib dibiarkan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang mempunyai naungan sampai berusia sampai 1,5 – 2 bulan.

Jangan langsung ditempatkan pada ruang terbuka yang terpapar cahaya matahari langsung. Pada polybag yang telah berisi kombinasi tanah serta pasir sebagai media pengisitadi.

Buatlah lubang di tengahnya dengan ukuran sebesar bibit. Setelah itu padatkan kembali media pengisi buat menopang tumbuhan yang telah berkembang.

Perawatan serta Pemeliharaan

Pemeliharan ataupun perawatan jahe yang telah ditanam meliputi beberapa aktivitas semacam penyiangan, penyiraman, penggemburan media, pemupukan, serta pengendalian hama serta penyakit.

Aktivitas ini wajib dilakukan teratur tiap hari supaya jahe dapat berkembang dengan sempurna. Dalam satu hari penyiraman minimun dilakukan satu kali, apabila cuaca panas hendaknya siram 2 kali satu hari.

Sehabis merambah umur 2 – 4 minggu, lakukan penyiraman dengan fermentasi SOT HCS ataupun pupuk organik.

Bila ada hama serta ataupun penyakit pada tumbuhan lekas bilas dengan menyemprotkan insektisida ataupun fungisida natural (organik) supaya mutu jahe tetep sehat.

Bilas pula gulma yang ada di dekat jahe bila ada. Tiap 25 hari sekali, ataupun kala telah nampak jahe menyembul keluar tanah, jalani akumulasi media tanam setebal 10 centimeter. Demikian juga seterusnya hingga fase panen.


Panen Jahe

Langkah terakhir kala kamu menanam tumbuhan jahe yakni kamu jalani proses pemanenan tumbuhan jahe.

Ciri tumbuhan jahe kala telah terletak pada umur siap panen yakni telah masuk umur 4 bulan buat jahe yang digunakan sebagai bahan penyedap masakan serta umur 10 sampai 12 bulan buat jahe yang digunakan buat dijual ke pasaran.

Setelah itu ciri selanjutnya yakni corak daun yang berganti dari hijau jadi kuning serta seluruh batangnya sudah mengering.

Buat cara panen yang baik serta benar, pertama – tama yang kamu lakukan yakni tanah posisi penanaman kamu bongkar dengan sangat hati – hati dengan memakai garpu ataupun cangkul, jangan sampai menimpa rimpang jahenya.

Tanah serta kotoran lain yang melekat pada rimpang kamu bilas dengan bersih buat setelah itu berikutnya kamu jemur diatas papan ataupun daun pisang selama kira – kira 1 minggu.

Tempat penjemuran wajib terbuka, tidak lembab serta disebar tidak ditumpuk.

Dianjurkan buat memanen diawal masa kemarau, sebab apabila di panen pada masa penghujan cuma hendak mengganggu mutu rimpang jahe itu sendiri.

Demikian Uraian kami tentang Cara Menanam Jahe Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.