Manfaat Daun Encok dari Anti Rematik Sampai Anti Bakteri dan Kandungannya

Manfaat Daun Encok dari Anti Rematik Sampai Anti Bakteri dan Kandungannya – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Manfaat Daun Encok.

Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini :


Contents

Manfaat Daun Encok dari Anti Rematik Sampai Anti Bakteri dan Kandungannya


Tanaman daun encok atau bahasa latinnya Plumbago zeylanica, merupakan semak- semak yang berkembang di Afrika serta setelah itu tersebar sampai Indonesia.

Di Indonesia, daun plumbago biasa digunakan buat obat luar, ialah buat obat sakit kepala. Tetapi, tidak boleh sangat lama sebab bisa menimbulkan lepuh. Di Bali, daun ini digunakan buat menanggulangi kurap.

Daunnya yang mempunyai watak getir, tonik, mempunyai kandungan yang sangat berguna, ialah plumbagin, yang beracun serta memiliki zat antikuman yang kokoh.

Watak daunnya yang getir, tonik, beracun, malah efektif melenyapkan bengkak serta melenyapkan perih( analgetik).

Selain itu juga untuk penyembuhan reumatik sendi, cedera memar, keseleo, perih lambung, serta penyakit kurap.


Kandungan dan Morfologi Daun Encok

Hasil pembelahan dan pemurnian fraksi aktif, 3 senyawa sukses diisolasi dari ekstrak n- heksana serta etilasetat daun Plumbago zeylanica, ialah Betagalaktosasitosterol, epi- isoshinanolon, serta metil dihidroksibenzoat.

Ketiga senyawa tersebut sudah diuji aktivitasnya terhadap kuman buat penyakit mulut serta gigi ialah Streptococcus mutan serta Streptococcus sanguinis.

Hasil riset menampilkan kegiatan yang lumayan besar baik terhadap S. sanguinis ataupun terhadap S. mutans.

Tanaman ini tingginya menggapai kurang lebih 2 m. Batangnya berkayu, bundar, licin, beralur, bercabang hijau kotor. Akarnya pangkal tunggang, bercabang putih kotor.

Daunnya daun tunggal, bundar telur, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, berombak, permukaan licin berseling 2- 3 centimeter, pertulangan menyirip, hijau muda.

Bunganya bunga majemuk di ujung batang, kelopak hijau, berbulu, mahkota kecil, benang sari 5, tangkai sari putih, kepala sari biru, putik satu, putih keunguan.

Bundar kecil bundar panjang, masih muda hijau, telah tua rupanya gelap. Biji kecil cokelat.

Tanaman ini diketahui dengan sebagian nama lokal, semacam bama( Bali), ki encok( Sunda), godong encok( Jawa), kareka( Madura), serta oporio( Timor).Di India namanya chitrak.

Daun encok tersebar dari sebagian besar Afrika sampai India, ke arah timur menuju ke Indo- China, serta ke selatan mengarah Asia Tenggara, tercantum Indonesia.

Umumnya tanaman ini terdapat di segala Asia tropis serta Pasifik. Tetapi, tanaman ini pula tersebar di daerah subtropis. Umumnya, tanaman itu dibudidayakan buat tumbuhan obat serta tumbuhan hias.

Daun encok cuma dapat mengalami di habitat antopogen terbuka misalnya savana( padang rumput), pinggiran hutan serta ladang yang belum ditanami, hidup pada ketinggian di atas 1. 000 mdpl.

Tidak hanya itu, tanaman ini hidup liar di ladang, tepi saluran air, ataupun ditanam di pekarangan bagaikan pagar hidup.

Ekstrak metanol tanaman ini bisa dijadikan bagaikan antimikroba serta antijamur. Zona inhibisi paling tinggi tercatat dari melawan Vibrio cholerae.

Nampak pula, kalau ekstrak agresif tanaman ini bisa melawan kuman gram- postif ataupun negatif. Pada dosis kecil, tanaman ini menstimulan sistem saraf pusat.

Dalam penyembuhan Ayurveda serta Sidda, tanaman ini digunakan buat perumusan obat- obatan. Ekstrak metanol tanaman ini bisa dijadikan bagaikan antimikroba serta antijamur.

Di India, tanaman ini digunakan buat demam, diare, menanggulangi permasalahan pencernaan, pilek, menanggulangi permasalahan kulit semacam kusta/ lepra, serta malaria.

Di Nepal, tanaman ini digunakan buat antivirus. Di Taiwan, bisa digunakan buat kegiatan antiheliobakteri. Di Madras, tanaman ini digunakan buat antioksidan.

Di Ethiopia, tanaman ini digunakan buat menanggulangi permasalahan lambung. Di Nigeria, tanaman ini digunakan buat menanggulangi penyakit parasit serta scabies.


Manfaat Herbal Daun Encok

Plumbago zeylanica, L., dilansir dari globalresearchonline. net, merupakan racikan obat multiguna keluarga Plumbaginaceae.

Plumbago zeylanica merupakan tumbuhan yang sangat universal digunakan di India sistem penyembuhan tradisional.

Akarnya digunakan bagaikan laksatif, ekspektoran, astringent, abortifacient, serta disentri. Tingtur dari kulit pangkal digunakan bagaikan antiperiodik. Daunnya kaustik serta digunakan dalam penyembuhan kudis.

Plumbago secara kimia diisyarati dengan naphthoquinones, flavonoid, terpenoid, serta steroid. Banyak di antara lain berguna buat sebagian aktivitas biodinamik.

Daun serta akarnya efektif bagaikan obat pada bermacam penyakit tercantum antijamur serta antibakteri.

Daun dari tanaman ini, bagi Wikipedia, memiliki plumbagin, biplumbagin, kloroplum- bagin, khitranon, serta droseron.

Plumbagin sangat beracun serta pada konsumsi lokal bisa menimbulkan kehancuran kulit berbentuk lepuh semacam cedera bakar. Tidak hanya itu, ekstrak agresif plumbagin pula ditemui dari pangkal.

Prasetyorini, Anita Jati, dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, mempelajari dampak analgetik ekstrak etanol daun encok( Plumbago zeylanica, L.) dengan tata cara Soxhletasi pada mencit jantan.

Bersumber pada riset bisa disimpulkan kalau ekstrak etanol daun encok memiliki dampak analgetik.

Regu periset, dari Divisi Radiasi Hayati serta Ilmu Kesehatan, Pusat Riset Atom Bhabha, Mumbai, India, menelitiantioksidan dari Plumbago zeylanica.

Pangkal tumbuhan serta konstituennya mengandungwatak terapeutik potensial tercantum watak antiaterogenik, kardiotonik, hepatoprotektif, serta neuroprotektif.

Hasil riset menampilkan kalau ekstrak chitrak serta bahan aktifnya, plumbagin, mempunyai keahlian antioksidan yang signifikan yang bisa menarangkan sebagian dampak terapeutik.

Periset dari Kementerian Botani serta Mikrobiologi, Gurukul Kangri Universitas, Haridwar, India, mempelajari aspek medikinal, hayati, serta farmakologi dari Plumbago zeylanica.

Daun encok merupakan salah satu tumbuhan obat yang banyak digunakan di India. Secara tradisional daun encok digunakan bagaikan pencerna stimulan, ekspektoran, pencahar, serta dalam penyembuhan perih otot serta penyakit rematik.

Sebagian bagian dari daun encok digunakan dalam bermacam aktivitas farmakologis. Daun encok mempunyai kegiatan antibakteri, antimikotik, antiviral, antiplasmodial, leishmanicidal, trypanocidal, serta antikarsinogenik.

  • Obat Rematik

Persiapkan segenggam Daun encok yang masih fresh. Setelah itu, mencuci serta tumbuklah hingga halus. Kemudian, tambahkan air hangat seperlunya serta aduklah hingga adonan nampak semacam bubur.

“ Bubur” Daun encok tersebut dapat langsung Kamu pakai sebanyak 2 kali satu hari buat membalur bagian badan yang terserang rematik.

Metode yang kedua, ialah dengan mempersiapkan Daun encok fresh sebanyak 15 gr. Cucilah Daun encok hingga bersih.

Kemudian, tambahkan 1 sendok makan kapur sirih serta tumbuklah hingga halus. Balurkan hasil tumbukan tersebut pada bagian badan yang diserbu rematik.

Pantas diingat kalau zat plumbagin dalam Daun encok bertabiat toksik buat konsumsi lokal, serta bisa menimbulkan melepuhnya kulit bila baluran racikan Daun encok didiamkan lebih dari 30 menit.

Menurut kru penjualan tumbuhan dikawasan Sleman, Triyanto, tumbuhan efektif menolong melawan ataupun meredakan peradangan akibat rematik, ialah daun encok.

“ Bagian daun dari tumbuhan ini cuma dipakai buat pemakaian luar saja. Pemakaian luar pula dibatasi tidak lebih separuh jam. Bila lebih lama dapat menyebabkan timbulnya lepuh mirip cedera bakar,” jelasnya.

  • Obat Memar,Keseleo dan Kurap

Metode pemanfaatan yang lain, ialah buat memar, keseleo serta kurap. Bila memakai bagian akarnya, yaitu pangkal beberapa 10– 15 gr direbus lebih dari 4 jam. Air rebusannya dioles buat menanggulangi kendala tersebut.

Terdapat lagi bagian daun diremas lalu ditempatkan di bagian tubuh yang terserang rematik, sakit pinggang, memar, kurap, kusta, skabies, sakit kepala ataupun ditempatkan di perut sisi dasar apabila berkemih kurang mudah.

Waktu mengenakan remasan daun ini tidak lebih dari setengah jam supaya tidak timbul lepuh pada kulit.

Manfaat Daun Encok dari Anti Rematik Sampai Anti Bakteri dan Kandungannya

  • Untuk Obat Alami Sakit Kepala

Cara pemanfaatnya adalah: ambil daun encok yang masih segar seperlunya saja, kemudian pipis daun ini dan beri sedikit minyak kelapa murni, sampai betuknya berubah layaknya bubur.

Gunakan bubur daun encok ini ke bagian pelipis kanan dan kiri. Gunakan maksimal 30 menit dan basuh sampai bersih.

  • Obat Herbal Pelancar Buang Air Kecil

Caranya simple ambil daun encok segar seperlunya, tumbuk hingga halus dan beri sedikit adas pulosari.

Gunakan campuran bahan ini untuk obat gosok ke perut anda, basuh setelah 15-20 menit untuk menghindari kulit mengelendung/melempuh.

  • Untuk Mengobati Penyakit Kulit

Untuk caranya adalah sebagai berikut: siapkan akar dari tumbuhan daun encok secukupnya, cuci sampai bersih smepurna dan haluskan.

Beri tambahkan air dan susu seperlunya, kemudian oleskanlah ramuan ini pada bagian penyakit kulit yang anda punya.

Demikian Uraian kami tentang Manfaat Daun Encok Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya