Lele Sangkuriang : Asal, Karakteristik, Metode Budidaya, Keunggulan dan Kelemahannya

4 min read

Lele Sangkuriang : Asal, Karakteristik, Metode Budidaya, Keunggulan dan Kelemahannya
0
()

Lele Sangkuriang : Asal, Karakteristik, Metode Budidaya, Keunggulan dan Kelemahannya – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Lele Sangkuriang.

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini.


Lele Sangkuriang : Asal, Karakteristik, Metode Budidaya, Keunggulan dan Kelemahannya


Lele sangkuriang sangat terkenal dalam pembudidayaan lele. Baik pemijahan, pembesaran serta perawatan indukan dan perawatan benih lele sangkuriang.Penamaan didasarkan pada cerita legenda asal Jawa Barat.

Inti dari legenda tersebut merupakan terdapatnya kemauan dari seseorang anak yang bernama Sangkuriang yang sangat mau menikahi ibunya sendiri.

Begitu pula dengan lele sangkuriang yang berasal dari pernikahan antara anak( pejantan F6) dengan bunda( indukan F2).

Jadi lele hasil persilangan tadi dinamakan dengan lele sangkuriang. Lele sangkuriang dilepas secara formal oleh Kementerian Kelautan serta Perikanan pada tahun 2004.


Asal Usul Lele Sangkuriang

Semacam yang sudah kita tahu, kalau lele dumbo sangat terkenal di golongan warga paling utama di golongan peternak ataupun pembudidaya ikan lele.

Tetapi semenjak awal kali dihadirkan di Indonesia pada tahun 1985 sampai saat ini, mutu lele dumbo hadapi penyusutan. Perihal ini terjalin sebab terdapatnya kesalahan dalam perihal pembenihan lele dumbo.

Banyak terjalin di warga, dalam perihal pembenihan dicoba dengan metode mengawinkan lele dumbo dengan tipe yang sama ataupun biasa diucap dengan( inbreeding).

Kesalahan dalam penyilangan ataupun pembenihan ini menyebabkan menyusutnya mutu indukan lele dumbo.

Sebab proses pemijahan benih lele dumbo dengan calon indukan yang salah, hendak menyebabkan bibit lele yang dihasilkan menyusut kualitasnya.

Atas dasar keresahan tersebut, hingga munculah suatu riset yang dicoba oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar( BBPBAT) Sukabumi.

Para periset di BBPBAT Sukabumi mulai melaksanakan riset semenjak tahun 2002. Sampai pada tahun 2004 sehabis lewat serangkaian proses yang panjang, muncullah satu varietas baru ialah lele sangkuriang.

Lele sangkuriang ialah lele hasil persilangan dari betina F2. Indukan betina F2 tersebut ialah generasi kedua dari lele dumbo yang awal kali dihadirkan di Indonesia pada tahun 1985.

Baca Juga :  Budidaya Ulat Jerman : Panduan Sukses Hasil Melimpah Modal Ringan

Indukan F2 tersebut ialah koleksi dari BBPBAT Sukabumi. Kemudian buat pejantannya merupakan F6, dimana pejantan F6 ialah ketururan ke 6 dari indukan F2 tadi.

Sehabis indukan betina F2 dengan pejantan F6 disilangkan, hingga bibit lele sangkuriang juga muncul.


Karakteristik Lele Sangkuriang

Ada pula identitas lele sangkuriang semacam dibawah ini:

Badan lebih panjang dibandingkan lele dumbo, tetapi tidak lebih panjang dibandingkan lele mutiara. Panjang pendeknya badan lele sangkuriang bisa dilihat dari menyamakan tubuh dengan kepalanya.

mempunyai corak kulit yang lebih hitam dari lele dumbo, tetapi lebih cerah dari lele mutiara. Bila lelel ini tekanan pikiran, hingga bintik putih serta gelap hendak sangat nampak.

Wujud kepala lebih gepeng dibanding dengan lele dumbo, mempunyai dimensi mulut yang lebih lebar pula.

Dimensi kepala lebih panjang dibandingkan kepala lele tipe lain, dimensi kepala lele sangkuriang sepertiga dari tubuh ataupun badannya.memiliki 3 buah sirip tunggal serta satu sirip berpasangan.

Lele sangkuriang diperkenalkan di Indonesia semenjak sebagian puluh tahun yang kemudian tepatnya pada tahun 1980- an.

Lele ini ialah gebrakan dari lele lokal yang semula tidak mempunyai keunggulan- keunggulan. Dengan diperkenalkannya lele sangkuriang hingga menanggapi kebutuhan lele yang bermutu.

Sebab lele sangkuriang mempunyai banyak keunggulan serta telah diketahui oleh warga dengan baik membuat popularitas dari lele lokal jadi meredup serta tergantikan dengan lele sangkuriang.

Dari tahun ke tahun sampai lele sangkuriangmenempati peringkat paling atas dari tingkatan ikan yang sangat terkenal.

Sungut tersebut terdiri dari sungut nasal yang terdiri dari 2 tipe,sungut maxilar yang terdiri dari 2 tipe,sungut bundar dalam yang terdiri dari 2 tipe, sungut mandi bular luar yang terdiri dari 2 tipe.

Tubuh lele sangkuriang merupakan pada bagian tengah tubuh lele tersebut membulat tetapi pada bagian ujung tubuhnya cenderung pipih kesamping Lele sangkuriang tidak mempunyai sisik semacam lele pada biasanya.

Sebab tidak mempunyai sisik, jadi tubuh dari lele sangkuriang ini cenderung lebih licin.

Buat corak tubuh ataupun badannya, lele sangkuriang ini mempunyai corak khas sesuatu corak gelap kehijauan serta mempunyai bercak- bercak yang menghiasi kulit lele sangkuriang tersebut.

Sirip serta ekor  nyaris sama dengan lele dumbo tipe yang lain. Identitas dari sirip serta ekor lele sangkuriang merupakan mempunyai 3 buah sirip tunggal. Sirip tunggal tersebut terdiri dari sirip dubur, sirip penggung, dan sirip ekor.

Baca Juga :  Tentang Daun Terompet, Si Narkoba Berbahaya, Kandungan Kimia, Manfaat dan Efek Sampingnya

mempunyai sirip yang berpasangan. Sirip yang berpasangan tersebut terletak di sirip perut serta pula terletak di sirip dada.


Keunggulan dan Kelemahan Lele Sangkuriang

  • Dapat di pijahkan dalam sepanjang tahun.
  • menciptakan frekuensi serta kuantitas telur yang lebih banyak. Apalagi hasil telur dengan sangat kilat dapat tumbuh Biak.
  • bisa hidup di dalam air dengan keadaan yang sedikit, apalagi dengan air yang sedikit lele sangkuriang masih dapat bertahan hidup.
  • tidak sangat banyak membutuhkan pakan.
  • aktif dimalam hari, di siang hari lele sangkuriang lebih suka berdiam diri.

Ada kelemahan yang sama dengan lele pada biasanya. Ialah kurang dapat bertahan dengan terdapatnya pergantian pH air.

Paling utama pada dikala sehabis terjalin hujan yang umumnya kandungan airnya asam. Hingga dari itu bila air kolam pengembangbiakkan sudah banyak terkontaminasi oleh air hujan, hendaknya jalani pembersihan pada kolam lele.


Metode Buat Budidaya Ikan Lele Sangkuriang Untuk Pemula

Usaha ternak lele sangkuriang dapat jadi alternatif untuk kamu yang mau mengawali wirausaha di bidang ternak. Berikut metode serta panduan buat beternak lele sangkuriang untuk pemula.

  • Kolam

Untuk peternak pendatang baru, kamu dapat memakai kolam tipe terpal sebab lebih murah serta gampang dalam pembuatannya. Kamu dapat memakai kolam terpal dengan dimensi 5 x 2 meter.

Terpal yang kamu pakai wajib terpal dengan kualias bagus serta buatan pabrik dengan tingkatan kerapatan yang besar. Buat membuat kolam terpal, galilah tanah sedalam 1– 1, 3 m.

Sehabis berakhir menggali, yakinkan dasar kolam rata serta bersih dari bebatuan serta sampah. Kemudian berilah sekam di dasar kolam.

Sehabis itu kamu dapat memasang terpal mutu bagus menjajaki wujud kolam. Yakinkan terpal terpasang apik serta tidak terdapat permukaan yang menggelembung.

Tanah hasil galian tadi dapat kamu manfaatkan buat membuat tanggul kolam. Padatkan tanah yang digunakan buat tanggul kemudian berilah batako ataupun bata merah supaya permukaan tanggul nampak apik.

Sehabis terpal terpasang di kolam serta tanggul sudah jadi, saatnya mengisi air ke dalam kolam setinggi 50– 75 centimeter setelah itu memupuk kolam tersebut dengan kotoran kambing.

Tujuan pemupukan merupakan buat membuat pH air di kolam bisa cocok dengan kebutuhan hidup ikan lele. Tidak hanya itu pula buat meningkatkan biota air semacam plankton yang berguna bagaikan pakan natural ikan lele.

Baca Juga :  Cara Menanam Sawi : Proses, Pengolahan, Pembibitan, Perawatan Dan Masa Panen

Kamu dapat memakai kotoran kambing sebanyak 15 kilogram kemudian kamu masukkan ke dalam 2 karung. Masukkan karung tersebut di air kolam serta diamkan sepanjang kurang lebih 8 hari.

Sepanjang 8 hari tersebut, dengan dorongan cahaya matahari lama- lama biota air hendak berkembang.

Sehabis 8 hari, angkat karung tersebut dari kolam serta injak- injak saat sebelum betul- betul dinaikan supaya zat baik dari pupuk bisa keluar.Sehabis itu kolam dapat diisi dengan bibit ikan lele.

Lele Sangkuriang : Asal, Karakteristik, Metode Budidaya, Keunggulan dan Kelemahannya

  • Pemeliharaan

Tadinya kamu wajib memilah bibit yang baik, dimana bibit tersebut tidak cacat, bercorak mengkilap, serta bergerak aktif. Sehabis itu masukkan bibit ke dalam kolam dengan metode memasukkan bibit beserta wadahnya ke dalam kolam.

Perkenankan sepanjang 15- 30 menit serta lele hendak keluar dengan sendirinya. Jangan memforsir lele buat keluar sebab dapat menyebabkan stress pada bibit tersebut.

Sepanjang pemeliharaan, pakan serta kebersihan kolam jadi salah satu aspek keberhasilan panen.

Buat pemberian pakan, berilah pakan utama berbentuk pelet crumble buat bibit lele serta pelet biasa buat lele yang telah beranjak besar.

Kamu pula dapat berikan pakan alternatif berbentuk kombinasi pelet dengan daun singkong, kombinasi dedak dengan pelet, keong yang sudah dicacah, serta ikan rucah.

Bilas air kolam apabila telah tercium bau busuk akibat tumpukan pakan di dasar kolam. Jangan hingga tumpukan pakan sangat lama di dalam kolam sebab hendak memunculkan gas amonia yang dapat menyebabkan lele jadi mati.

  • Panen

Sehabis masa pemeliharaan kurang lebih 3 bulan, lele sangkuriang telah dapat di panen. Dimensi panen lele sangkuriang umumnya dalam satu kilo ada 7– 10 ekor lele.

Pakai sarung tangan serta jaring dikala memanen ikan supaya tangan kamu tidak terserang patil. Saat sebelum dipanen, air kolam dikuras sampai tersisa ketinggian dekat 10 centimeter buat mempermudah panen.

Demikian Uraian kami tentang Lele Sangkuriang Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5