Cara Menanam Tebu : Proses Pembibitan, Penanaman, Perawatan dan Masa Panen

Cara Menanam Tebu : Proses Pembibitan, Penanaman, Perawatan dan Masa Panen – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Cara Menanam Tebu.

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini :


Contents

Cara Menanam Tebu : Proses Pembibitan, Penanaman, Perawatan dan Masa Panen


Tebu( Saccharum officinarum) ialah salah satu tumbuhan yang jadi kebutuhan warga hingga dikala ini.

Mulai dari pangkal hingga ujung batang, isi gulanya yang berkisar 20% mempunyai banyak khasiat ialah dapat menciptakan produk utama berbentuk gula pasir.

Terlebih dengan bertambahnya penduduk, kenaikan pemasukan, serta bertambahnya industri yang membutuhkan gula pasir bagaikan bahan olah bermacam tipe makanan.

Budidaya tebu sangat tergantung pada hawa serta cuaca. Tebu hendak berkembang dengan sangat baik di wilayah beriklim panas dengan temperatur 25—28°C serta mempunyai curah hujan 100 milimeter/ tahun.

Tipe tanah yang sangat baik buat ditanami tebu antara lain tipe alivial, regosol, podsolik, ataupun mediteran. Isi pH dalam tanah yang sangat baik yakni antara 6, 4—7, 7.

Tebu tercantum satu keluarga dengan rumput. Tumbuhan ini berkembang besar, mempunyai batang tipis ataupun berupa semacam tongkat.

Tumbuhan tebu ditanam dalam sesuatu galur/ parit pada bagian sisi/ pinggirnya, pada masa gugur.


Ketentuan Tumbuh Tanaman Tebu

Tumbuhan ini mempunyai perkembangan terbaiknya apabila terletak di wilayah yang mempunyai temperatur yang terbilang panas ialah dengan kebutuhan temperatur hawa buat perkembangan dekat 25– 28 derajat celcius.

Tidak hanya itu metode menanam tebu yang sangat pentih merupakan mencermati curah hujan.

Curah hujan yang dibutuhkan merupakan dekat 100 milimeter/ tahun merupakan salah satu bonus buat membuat tumbuhan tebu terletak perkembangan terbaiknya.

Tanah yang sangat direkomendasikan buat digunakan dalam menanam tebu merupakan dengan memakai tipe tanah mediteran, regosol, alivial, serta podsolik.

Dan, isi dari pH tanah( satuan tingkatan keasaman tanah) yang sangat baik buat digunakan buat menanam tebu merupakan dekat 6. 4– 7. 7 ataupun keasaman tanah pada keadaan lagi netral.

Penentuan tipe serta kandungan tanah yang hendak digunakan sangat berarti sebab hendak pengaruhi keadaan pertummbuhan tumbuhan tebu itu sendiri.

  • Persiapan Bibit

Berkaitan dengan pembibitan, saat ini petani tidak butuh bersusah payah mendapatkannya. Umumnya, bibit telah disediakan oleh pemerintah serta banyak pabrik gula yang telah sediakan buat para petani yang bekerja sama.

Kriteria bibit wajib mempunyai kualitas yang baik supaya menciptakan rendemen yang besar.

Bibit tebu yang baik yakni yang mempunyai energi berkembang 90%, tingkatan kemurnian 95%, batang wajar cocok varietas, serta dalam keadaan sehat.

Macam- macam bibit tebu adalah sebagai berikut:

    • Rayungan, bibit yang mata tunasnya sudah berkembang. Sesuai buat perairan yang lumayan.
    • Bagal, bibit yang mata tunasnya belum berkembang. Sesuai ditanam di lahan sawah ataupun tegalan.
    • Lonjoran, bibit yang belum dipotong- potong jadi stek.
    • Beberan, bibit bagal yang disemaikan terlebih dulu hingga keluar tunasnya.
    • Bibit pucuk, bibit yang diambil dari ujung batang dengan 2- 3 ruas.
  • Penanaman

Sehabis bibit tebu telah siap tanam, kita butuh memastikan waktu tanam. Dalam budidaya tebu, waktu tanam yang pas merupakan pada bulan Mei, Juni, serta Juli.

Perihal ini diakibatkan sebab usia tebu dekat 12 bulan bersamaan dengan tahun selanjutnya dimana pabrik gula lagi giling.

Bibit yang telah siap tanam wajib diletakkan cocok dengan jenisnya. Bila menanam bibit rayungan, hingga wajib diletakkan dengan posisi miring.

Tidak hanya bibit rayungan, diletakkan dalam posisi mendatar dengan mata tunas di samping. Setelah itu, bibit ditutup tanah supaya tidak beralih.


Pemeliharaan Tebu

Berikut ini merupakan pemeliharaan yang wajib kita jalani buat menunjang perkembangan tebu.

  • Penyulaman

Bibit tebu yang berusia 1 minggu sehabis tanam wajib ditukar dengan bibit baru bila tidak berkembang ataupun mati. Penyulaman kedua dapat dicoba pada dikala usia 4 minggu sehabis penyulaman kedua.

  • Pemberian air

Tumbuhan tebu membutuhkan air yang lumayan sepanjang 4- 5 bulan masa pertumbuhannya. Sehabis usianya tua, hingga terus menjadi sedikit air yang hendak diperlukan.

Penyiraman dicoba tiap 3 hari sekali hingga tumbuhan berusia 2 minggu. Dikala tumbuhan tebu menggapai 2- 4 minggu, penyiraman jadi 2 kali seminggu.

Waktu tumbuhan berusia 4- 6 minggu, penyiraman dicoba seminggu sekali. Terakhir, usia 6- 16 minggu, penyiramannya jadi sebulan sekali.

Bila waktu tanamnya dekat bulan Juni, hingga bersamaan sehabis 16 minggunya, telah masuk masa penghujan sehingga tidak butuh melaksanakan penyiraman lagi.

  • Pemeliharaan Got

Tujuan sesi ini ialah buat melindungi drainase senantiasa baik. Kegiatannya ialah berbentuk kebersihan got, revisi bilik got yang rusak, serta pendalaman got.

  • Pembumbunan

Sesi ini ialah penumpukan tanah terhadap masing- masing lubang tanam yang sudah terbuat.Pembumbunan dicoba 4 kali ialah pada dikala usia 1 bulan.

Berikutnya, yang kedua tumbuhan tebu berusia 2- 2, 5 bulan serta yang ketiga usia 3- 3, 5 bulan.Pembumbunan terakhir ialah pada dikala tumbuhan usia 4- 5 bulan.

Perihal ini butuh dicoba sebab tumbuhan tebu yang terus menjadi besar serta buat melindungi bagian batang dasar hingga pangkal senantiasa kokoh menopang tumbuhan.

  • Pemupukan

Terdapat 4 perihal berarti yang wajib dicermati dalam pemupukan supaya tumbuhan tebu memperoleh faktor hara yang cocok serta penyerapan yang pas dan efektif.

Tipe pupuk, dosis pupuk, waktu pemupukan, serta metode pemupukan wajib dicoba secara pas.

Pupuk yang digunakan wajib memiliki faktor N, P, serta K. faktor N dapat diperoleh dari pupuk ZA serta urea. Faktor P didapat dari pupuk TSP serta faktor K dapat diperoleh dari pupuk KCl serta ZK.

Buat pupuk TSP, hendaknya diberikan saat sebelum penanaman. Triknya, buatkan lubang pupuk dengan kedalaman yang sama dengan jarak tumbuhan tebu.

Misal, 10 centimeter lubang buat pupuk, hingga jarak pemberian pupuk wajib 10 centimeter dari tumbuhan.Dosis pupuk wajib mencermati ketentuan yang terdapat di kemasan ataupun ketentuan wadahnya.

  • Penyiangan

Pembersihan gulma ataupun tumbuhan pengganggu dapat dicoba dengan tenaga manusia serta bahan kimia. Bila memakai tenaga manusia, wajib dibersihkan 4 kali dengan selang waktu 3 minggu sehabis tanam.

Bahan kimia yang dipakai herbisida dengan komposisi Diuron 3 kilogram ataupun Gesapax 3 kilogram, ditambahkan 2, 4- D Garam Amida 1, 5 liter yang dilarutkan dalam 1 liter air. Itu dosis buat kebutuhan 1 ha.

Penyiangan tidak cuma pembersihan gulma, namun pula pengelupasan daun kering yang diucap klentek.

Pengklentekan mempunyai tujuan supaya merendahkan kelembaban serta meringankan beban tumbuhan sehingga tumbuhan tidak roboh.

  • Hama serta Penyakit

Metode buat mencegahnya ialah dengan menanam varietas tebu tahan penyakit, memilah bibit yang sehat, sterilisasi pisau pemotong bibit, pemberian nematisida waktu pengolahan lahan.

Apabila tumbuhan terlanjur terserang penyakit, hendaknya potong bagian serta segala tumbuhan setelah itu bakar supaya tidak menulari tumbuhan tebu yang lain.

Cara Menanam Tebu : Proses Pembibitan, Penanaman, Perawatan dan Masa Panen

Metode Memanen Tebu

Proses pemanenan umumnya dicoba dikala merambah bulan kering ialah dekat bulan 4 hingga bulan 10.

Buat memanen tebu, kita bisa menggali serta menghasilkan tanah di dekat tumbuhan tebu dengan kedalaman dekat 20 centimeter.

Bila kita mau menanam kembali tebu, hingga tinggalkan 3 ruas pada bagian batang tebu. Bila tidak, hingga kita dapat mencabutnya hingga bagian pangkal.

Dikala memanen, buang bagian pucuk dari tumbuhan tebu serta ikat batang- batang tebu yang dipanen jadi satu( umumnya dekat 20- 30 batang).

Aktivitas pemanenan tebu bertujuan buat mengambil batang tebu sebanyak- banyaknya buat setelah itu diproses jadi gula. Pemanenan tebu dicoba pada dikala tebu berusia 12 bulan, cocok dengan tipe tebu yang ditanam.

Cocok dengan kondisi tebu yang hendak ditebang, metode pemanenan tebu bisa dibedakan jadi 2, ialah pemanenan tebu hijau( green cane) serta pemanenan tebu bakar( burnt cane).

Bersumber pada sumber tenaga utama yang dipakai, proses panen tebu bisa dicoba dengan 2 metode, ialah memanen tebu secara manual serta memanen tebu secara mekanis.

Proses memanen tebu secara manual bisa dicoba dengan 2 metode, ialah: loose cane serta bundle cane. Hasil panen dengan metode loose cane berupa tebu lonjoran yang lepas serta dilansir ke kendaraan angkut grab loader.

Berbeda dengan hasil panen dengan metode bundle cane berupa tebu lonjoran yang terikat serta dilansir ke kendaraan angkut memakai tenaga manusia.

Sesi Pemanenan Tebu dengan Metode Loose Cane:

  • Dari tebu kering( klaras) dibersihkan serta diletakkan dalam satu barisan
  • Pangkal batang tebu di permukaan tanah dipotong
  • Pucuk batang tebu dipotong
  • Potongan batang tebu ditumpuk pada satu barisan, biasanya terdapat 4 ataupun 6 deretan tebu yang sudah ditebang disusun jadi satu deretan melintang.

Sesi Pemanenan Tebu dengan Metode Bundle Cane:

Panen tebu dengan metode bundle cane merupakan nyaris sama dengan metode loose cane, yang membedakan cuma terletak pada potongan batang- batang tebu yang diikat dengan jumlah tertentu setelah itu disusun pada sesuatu barisan.

Sesi Pemanenan Tebu dengan Memakai Mesin

Ada pula pemakaian mesin pemanen tebu yang lain secara mekanis, ialah Wholestalk harvester serta Chopper harvester.

Wholestalk harvester melaksanakan pemotongan tebu pada pangkal batang dekat permukaan tanah, setelah itu dibawa ke balik serta disusun di atas guludan.Chopper harvester memotong tebu berbentuk potongan pendek.

Tumbuhan tebu yang sudah di panen hendak dipotong lagi pada pangkal batangnya jadi potongan- potongan yang lebih pendek yang diucap billet dengan dimensi menggapai 20– 40 centimeter.

Pemanenan tebu di Indonesia sebagian besar masih dicoba secara manual dengan bundle cane ialah dengan metode memotong batang tebu dengan memakai mesin potong tradisional berbentuk sabit ataupun parang.

Pemanenan manual ini dicoba dengan memotong batang tebu, setelah itu mensterilkan daun kering serta daun hijau serta batang tebu diletakkan dalam satu alur serta diikat.

Proses pemanenan tebu secara manual ataupun tradisional memerlukan tenaga kerja ataupun buruh yang relatif lebih banyak dengan kapasitas kerja yang rendah.

Demikian Uraian kami tentang Cara Menanam Tebu – Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.