Cara Menanam Bayam Cabut

2 min read

Cara Menanam Bayam Cabut
0
()

Cara Menanam Bayam Cabut – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Cara Menanam Bayam Cabut. Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini :


Cara Menanam Bayam Cabut


Bayam (Amaranthus spp. L) merupakan sayur-mayur daun yang konon berasal dari daratan Amerika. Sayur-mayur ini banyak berkembang di wilayah tropis semacam Indonesia.

Tumbuhan bayam diperbanyak lewat biji, pada biasanya biji bayam ditebar langsung tanpa disemai. Tumbuhan ini ialah tumbuhan sayur-mayur yang gampang dibudidayakan.

Sebab tumbuhan bayam tidak mempunyai ketentuan berkembang tertentu serta dapat berkembang dimanapun dengan bermacam keadaan serta tipe tanah.

Bayam dapat ditanam sepanjang tahun (tidak tahu musim) serta hendak berkembang baik pada ketinggian hingga 1000 mdpl.

Serta yang lebih penting, tumbuhan bayam membutuhkan cahaya matahari secara penuh dengan pH tanah netral.

Persiapan Lahan Budidaya Bayam Cabut

Pertama sekali lahan wajib diolah serta digemburkan terlebih dulu. Setelah itu buat bedengan dengan lebar 1 m serta panjang sesuaikan dengan lahan.

Besar bedengan disesuaikan dengan keadaan lahan, yang terutama merupakan tumbuhan tidak terendam dikala masa hujan.

Sehabis berakhir membuat bedengan setelah itu taburkan pupuk dasar secara menyeluruh diatas bedengan. Pakai pupuk kandang bagaikan pupuk dasar dengan dosis 2 kilogram/10 m2.

Baca Juga :  Mengenal Kandungan Bayam, Varietas dan Manfaatnya Yang Perlu Di Ketahui

Dapat pula ditambah dengan pupuk kimia ialah TSP, KCL serta ZA dengan perbandingan 1:1:1 dengan dosis 1 kilogram/10 m2.

Sehabis ditabur, setelah itu pupuk diaduk rata serta permukaan bedengan diratakan. Perkenankan sepanjang 7–10 hari saat sebelum penanaman.

Persiapan Benih Budidaya Bayam Cabut

Benih dapat dibuat sendiri dengan menggunakan benih dari tumbuhan bayam tadinya. Bila mau instan serta gampang, benih dapat dibeli di toko pertanian.

Banyak ada benih bayam unggul dengan bermacam berbagai merek serta tipe. Memilih tipe bayam yang sangat disukai di daerah kamu. Kebutuhan benih bayam antara 0,5 hingga 1 gr/m2.


Metode Menanam Benih Bayam Cabut

Benih ditabur di larikan

Bedengan dibiarkan sepanjang 7-10 hari sehabis pemberian pupuk dasar disiram hingga basah setelah itu buat larikan pada bedengan dengan jarak 10-15 centimeter.

Setelah itu, tabur benih pda larikan tersebut. Larikan ini berperan buat mengendalikan jarak tanam antar tumbuhan supaya tidak berhimpit.

Benih ditabur langsung

Metode berikutnya merupakan dengan menaburkan langsung benih pada bedengan. Tebarkan benih bayam dengan rata di atas bedengan.

Buat menjauhi jarak tanam yanng sangat rapat, gabungkan benih bayam dengan dedak ataupun kompos serta campur dengan menyeluruh terlebih dulu.

Semprotkan insektisida dengan menyeluruh pada bedengan buat menjauhi kendala hama serta semut. Penyemprotan dilakukan secepatnya sehabis benih ditebarkan.

Cara Menanam Bayam Cabut


Pemeliharaan serta Perawatan Budidaya Bayam Cabut

Penyiraman

Penyiraman dicoba 2 kali satu hari di pagi serta sore ataupun disesuaikan dengan keadaan tanah. Pastikan tanah senantiasa lembab terlebih dikala saat sebelum benih berkecambah.

Penyiangan

Penyiangan ialah pembersihan areal lahan dari gulma ataupun rumput. Cabutlah rumput yang terdapat di dekat tumbuhan sebab keberadaan gulma hendak mengusik perkembangan tumbuhan utama.

Baca Juga :  Budidaya Kelinci : Jenis Kelinci, Pemilihan Indukan, Metode Perkembangbiakan dan Perawatannya

Pemupukan Susulan

Pupuk susulan perlu diberikan supaya tumbuhan bayam berkembang dengan produktif. Pupuk yang digunakan merupakan pupuk kandang yang diayak terlebih dulu.

Penaburan pupuk susulan dicoba pada sore hari dikala daun kering supaya pupuk tidak melekat di daun.

Bisa pula memakai pupu urea dengan melarutkan segenggam pupuk urea dengan 20 liter air kemudian disiramkan ke tumbuhan.

Pemberian pupuk susulan bisa dicoba seminggu sekali ataupun membiasakan keadaan tanah.


Pengendalian Hama serta Penyakit

Hama yang biasa ditemui pada bayam cabut merupakan oteng-oteng, ulat, belalang, ulat serta penggerek daun.

Buat mengendalikannya, Kamu bisa menyemprotnya dengan insektisida semacam matafor, regent, santoat serta metindo.

Penyemprotan dicoba seperlunya. Sebaliknya buat penyakit yang biasa melanda bayam merupakan rebah semai.

Penyakit ini bisa dikendalikan dengan drainase yang baik, melindungi kebersihan areal pertanaman serta melindungi supaya tumbuhan tidak senantiasa lembab.

Bila keadaan terus menjadi kurang baik serta terpaksa, semprotkan fungisida cozeb, antracol serta bion Meter.

Pemanenan

Bayam cabut bisa dipanen dikala berusia 20-25 hari sehabis benih ditabur. Metode pemanenan bayam cabut, sama seperti namanya itu dengan dicabut hingga ke akarnya.

Bayam yang dipanen merupakan yang tingginya 20 centimeter, sedangkan buat yang masih kecil dibiarkan hingga menggapai besar minimum setelah itu dipanen kembali.

Sehabis dipanen, bayam diikat dengan dimensi yang disesuaikan dengan permintaan pasar. Mencuci bayam sampai bersih saat sebelum dijual buat melenyapkan sisa tanah yang melekat pada bayam.

Demikian Uraian kami tentang Cara Menanam Bayam Cabut Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.

Baca Juga :  Cara Menanam Bayam : Syarat, Budidaya, Pengolahan, Perawatan Dan Tahapan Panen

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5