Budidaya Waluh : Sukses Tanam dan Panen Hasil Melimpah

3 min read

Budidaya Waluh : Sukses Tanam dan Panen Hasil Melimpah
0
()

Budidaya Waluh : Sukses Tanam dan Panen Hasil Melimpah – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Budidaya Waluh.

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini :


Budidaya Waluh : Sukses Tanam dan Panen Hasil Melimpah


Waluh ialah tumbuhan buah yang sudah banyak dibudidaya warga petani di bermacam penjuru Asia, tercantum daerah- daerah di Indonesia merupakan sentra stategis buat perbanyak tumbuhan ini.

Waluh kuning ataupun labu kuning dengan nama latin Cucurbita moschata Durch ialah tumbuhan berasal dari suku cucurbitaceae.

seperti semacam buah mentimun, gambas/ oyong, pare belut, pare getir, labuh, semangka, sebab memiliki sulur serta batang tanamannya berkembang secara merambat pada batang tumbuhan ataupun merunduk .

Waluh ataupun Labu Kuning( Cucurbita moschata Durch.) ialah buah dari tanaman merambat dari suku labu- labuan ataupun Cucurbitaceae.

Banyak orang yang menggemari waluh ini serta banyak memakainya bagaikan bahan santapan semacam sup, kue, bubur serta masih banyak yang lainnya

Waluh dikembangbiakan oleh petani dengan metode generatif maksudnya memakai biji yang dikecambahkan di dalam tanah.

Sebab bagaimanapun pula metode generatif inilah salah satunya metode sangat efisien buat mendapatkan tumbuhan yang sehat.

Di daerah- daerah perkebunan tumbuhan holtikultur, terkadang banyak sekali lahan yang ditanami bermacam tipe tumbuhan buah ataupun sayur.

Adakalanya waluh merupakan salah satu tipe tumbuhan buah yang ditanam pada lahan tersebut. Waluh pula bisa ditanam di wilayah tegalan, lahan miring pegunungan, pematang sawah, ataupun dibudidaya di taman rumah.

Sebab negeri Indonesia beriklim tropis, hingga perkembangan serta pertumbuhan tumbuhan waluh ini hendak jauh lebih baik asalkan curah hujan memadai sejauh tahun.

Baca Juga :  Cara Menanam Hidroponik : Jenis, Membuat Nutrisi, Kelebihan, Kekurangan Dan Perawatan

Metode budidaya waluh organik dari biji dikala ini lagi terkenal sebab secara nyata menciptakan buah rimbun serta menguntungkan untuk petani.

Metode menanam waluh pula terkategori gampang. Tetapi tumbuhan waluh ini berkembang menjalar sampai jauh.

Tumbuhan waluh sanggup menjalar sampai lebih dari 10 m membuat kamu yang cuma mempunyai lahan terbatas wajib kreatif buat memusatkan sulur tumbuhan waluh.

Tahapan Metode Budidaya Waluh

Pada postingan kali ini kami hendak membahas menimpa metode menanam waluh yang baik sehingga hasilnya pula maksimal. Baiklah, langsung saja, berikut tahapan metode menanam waluh yang benar.

  • Persiapan Lahan

Lahan buat menanam waluh haruslah lumayan terpapar sinar matahari langsung minimun 4 jam satu hari tetapi akna lebih baik bila dapat terserang cahaya matahari langsung lebih dari 8 jam.

Bila tumbuhan ditanam di dasar tumbuhan ataupun disamping pagar, hingga tumbuhan waluh hendak merambat keatas guna mendapatkan cahaya matahari yang lumayan.

Tanah yang baik buat menanam waluh haruslah gembur serta lumayan air sebab tumbuhan waluh mempunyai perakaran yang luas dan meresap banyak air buat menunjang laju pertumbuhannya.

Bila lahan yang kamu miliki lumayan luas semacam kebun ataupun ladang, hingga hendaknya kita membuat bedengan semacam halnya semangka.

Tetapi bila lahan yang dipunyai sangt terbatas hingga kamu dapat menanamnya ditanah tanpa bedengan ataupun memakai pot poybag besar.

  • Pemupukan Dasar

Kami ingatkan kepada kamu sekali lagi kalau tumbuhan waluh ini sangat rakus terhadap pupuk serta air. Akarnya sanggup menyebar lebih luas dibanding tumbuhan melon serta semangka.

Jadi dikala membuat bedengan ataupun pot hingga kamu wajib membagikan banyak pupuk kandang bagaikan pupuk dasarnya.

Tidak hanya pupuk kandang kamu pula dapat meningkatkan pupuk NPK Phonska bagaikan pupuk dasar supaya memesatkan laju perkembangan tumbuhan waluh.

Pupuk ditanam dalam bedengan serta dibiarkan minimun 2 minggu supaya terurai terlebih dulu.

  • Persiapan Bibit Waluh

Tumbuhan waluh dibibit lewat bijinya. Tetapi sesungguhnya waluh pula dapat dibibit lewat metode vegetatif ialah memotong sulur yang telah terdapat akarnya serta menanamkannya ditempat lain.

Baca Juga :  Mengenal Manfaat Buah Ceri Bagi Kesehatan dan Kandungan Senyawa Pentingnya

Supaya perkembangan serempak hingga pembibitan dengan bijilah yang diseleksi. Kamu dapat membeli biji waluh hibrida di toko pertanian.

Kemudian biji ditanam di pot keci terlebih dulu sampai berkembang tunas. Sehabis berumur 1 minggu sehabis berkembang hingga bibit waluh siap buat ditanam di bedengan.

  • Penyiraman Tumbuhan Waluh

Waluh dapat ditanam disepanjang masa. Bila kamu menanam waluh di masa penghujan bisa jadi kamu hamoir tidak butuh melaksanakan pengairn lagi.

Tetapi bila kamu menanam waluh dimusim kemarau hingga pengairan wajib teratur dicoba mengingat rakusnya tumbuhan waluh hendak air.

Untuk tumbuhan waluh isi air sangat bermanfaat buat menunjang fotosintesis dan mengangkat hasil fotosintesis keseluruh bagian tumbuhan.

  • Pemupukan Susulan Tumbuhan Waluh

Pemupukan susulan dicoba buat memesatkan laju perkembangan tumbuhan waluh sebagaimana dicoba pada semangka serta melon.

Pupuk susulan yang digunakan merupakan larutan NPK yang dapat kamu peroleh dengan metode melarutkan Phonska dengan dosis 100 gr per 30- 40 Liter air. Pupuk dikocorkan ke pangkal tumbuhan.

Pemupukan susulan nanti pula diberikan dikala tumbuhan mulai berbuah ialah dengan memakai pupuk yang isi kaliumnya lebih besar semacam KCL ataupun KNO.

  • Penyemprotan ZPT

Aplikai ZPT teruji sanggup tingkatkan hasil panen buat bermacam tipe tumbuhan. ZPT yang kana digunakan buat tumbuhan waluh merupakan auksin serta giberelin.

Auksin hendak tingkatkan laju perkembangan tunas serta pangkal diawal perkembangan tumbuhan sebaliknya giberelin hendak tingkatkan pembungaan serta prosentase buah jadi di fase generatif.

Pemakaian guberelin dicoba dikala tumbuhan waluh mulai berbunga. Jumlah bunga yang jadi buah hendak bertambah ekstrem. Penyemprotan ZPT wajib mematuhi dosis yang diajarkan oleh produsen.

  • Pembuatan Ajir Rambatan

Pemasangan ajir buat tumbuhan waluh bukanlah sangat berarti sebab buah waluh dapat membengkak dnegan baik dipermukaan tanah.

Tetapi bila kamu menghendaki wujud buah yang sempurna dengan corak yang menyeluruh hingga kamu dapat membuatkan pagar rambatan supaya nanti buahnya menggantung.

Baca Juga :  Manfaat Kacang Gude Serta Kandungan Gizi Pentingnya Untuk Tubuh

Ketentuan pagar rambatan wajib kokoh sebab buah waluh dapat menggapai berat 3kg lebih.

Budidaya Waluh : Sukses Tanam dan Panen Hasil Melimpah

Panen serta Pemasaran Buah Waluh

Buah waluh biasanya mulai berkembang secara baik pada umur 20- 25 hari sehabis tanam dini, serta mulai berbuah sehabis umur tanam 60 hari apalagi dapat lebih bergantung dari pemberian pupuk serta yang yang lain.

Panen awal buah waluh sehabis usia 80 hari ke atas. Pemanenan dicoba secara bertahap 1– 2 bulan. Panen dicoba tiap hari, serta umumnya bisa memetik buah waluh yang telah siap panen 1– 6 buah dalam 1 tumbuhan.

Produktivitas buah waluh yang baik menggapai 20– 30 ton per hektar lahan tanam. Panen waluh dicoba dengan metode memetik buah memakai pisau.

Setelah itu buah dimasukan ke karung maupun keranjang( bakul) yang dibuat dari bilah bambu tipis yang dianyam.

Pemanenan hendaknya dicoba dikala sore hari, supaya keesokan harinya buah waluh bisa langsung di jual di pasaran. Buah waluh yang telah dipanen diletakkan pada tempat yang sejuk serta kering.

Sesaat saat sebelum pendistribusian hasil panen waluh ke pasaran, buah waluh di pack ataupun dimasukkan ke dalam karung serta langsung antar ke pasar tempat konsumen yang membelinya secara langsung.

Mayoritas tumbuhan waluh tidak berusia lama. Sehabis sebagian buahnya matang,tumbuhan waluh perlahan pula mulai kering serta mati.

Demikian Uraian kami tentang Budidaya Waluh Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5