Budidaya Tanaman Porang : Manfaat, Metode Perkembangbiakan dan Pemanenan

3 min read

Budidaya Tanaman Porang : Manfaat, Metode Perkembangbiakan dan Pemanenan
0
()

Budidaya Tanaman Porang : Manfaat, Metode Perkembangbiakan dan Pemanenan – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Budidaya Tanaman Porang.

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini.


Budidaya Tanaman Porang : Manfaat, Metode Perkembangbiakan dan Pemanenan


Budidaya porang kini banyak dibicarakan dikarenakan memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.Umbi porang mengandung zat Glucomanan yang memiliki banyak manfaat di bidang industri dan kesehatan.

Porang (Amorphopallus muelleri) merupakan tanaman herbal yang dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar 1,5 meter, tanaman ini merupakan tanaman penghasil umbi yang banyak hidup di hutan tropis.

Secara fisik, tanaman porang tumbuh dengan tangkai tunggal atau batang bercorak belang-belang hijau-putih. Tanaman porang hanya bisa tumbuh di bawah pepohonan penyangga seperti pohon jati.

Selain itu, porang juga digunakan untuk pembuatan lem dan jelly yang beberapa tahun terakhir diekspor ke Jepang.

Porang atau dikenal sebagai iles-iles ini merupakan tanaman penghasil umbi, yang bisa konsumsi terutama untuk bidang industri dan kesehatan.

Sebelum dibudidayakan di Indonesia, porang awalnya ditemukan di Kepulauan Andaman, India, lalu menyebar ke arah Timur melalui Myanmar, lalu ke Thailand, dan akhirnya masuk ke Indonesia.

Pohon porang memiliki daun dan bercabang, di mana tidak memiliki batang sejati, dan hanya memiliki batang berupa umbi yang selalu ada di bawah permukaan tanah.

Baca Juga :  16 Manfaat Bayam untuk Kesehatan Tubuh dan Daftar Kandungan Gizinya

Tidak seperti singkong, umbi tunggal tidak membentuk anakan umbi. Umbi porang memiliki warna kuning cerah, dan mengandung banyak pati.


Manfaat Porang

Pati atau tepung yang terdapat dalam umbi porang mengandung glukomanan. Umbi ini juga mampu menghasilkan karbohidrat, dengan ukurannya yang mencapai 5 kg.

Untuk rasanya, porang lebih tidak memiliki rasa alias netral. Sehingga, sangat mudah untuk dipadupadankan dengan beragam bahan, seperti dijadikan bahan membuat kue tradisional, maupun modern.

Tidak hanya bisa dijadikan sebagai bahan makanan, porang ternyata juga memiliki beberapa manfaat yakni sebagai berikut:

  • Menekan peningkatan kadar glukosa darah
  • Mengurangi kadar kolesterol
  • Kaya akan serat
  • Dapat meningkatkan daya tahan tubuh
  • Mengurangi kegemukkan
  • Hingga kencing manis.

Syarat Budidaya Porang


Pastikan PH tanah cocok dan sesuai

Cara dan tips berhasil budidaya porang yang pertama adalah pastikan kamu menggunakan jenis dan PH tanah, yang cocok dan sesuai dengan tanaman tersebut.

Kamu bisa siapkan tanah gembur dan subur, jika bisa jangan memilih tanah yang mudah tergenang. Pastikan juga tingkat keasaman tanah harus berada pada pH 6-7.

Perhatikan kondisi lingkungan

Selain memperhatikan penggunaan tanah, tips berhasil budidaya porang yang tidak kalah penting adalah perhatikan kondisi lingkungan juga.

Pasalnya, porang bisa tumbuh dengan baik jika tanaman ini berada di lingkungan yang juga terdapat tanaman lainnya.

Untuk tingkat kerapatan dari tanaman lain ini dengan tanaman porang yakni minimal 40 persen. Namun, akan lebih baik juga, jika tanaman yang bisa bersandingan dengan porang ini seperti pohon mahoni, jati, dan juga sono.

Perhatikan Keadaan Iklim

Tips berhasil budidaya porang berikutnya adalah iklim. Untuk tanaman porang, sifatnya khusus terlebih untuk soal iklim, karena memiliki sifat toleransi yang sangat tinggi terhadap tempat yang teduh.

Baca Juga :  Inilah Manfaat Buah Pinang Bagi Kesehatan, Dari Obat Sakit Gigi Hingga Tingkatkan Stamina

Pasalnya, porang hanya membutuhkan cahaya maksimum sekitar 40% saja. Selain itu, tanaman ini juga bisa tumbuh pada daerah dengan ketinggian 0-700 mdpl, dengan ketinggian yang paling ideal adalah 100-600 mdpl.

Metode Perkembangbiakan Tanaman Porang

Tips berhasil budidaya porang yang selanjutnya adalah terkait teknik perkembangbiakannya. Untuk tanaman porang sendiri bisa melakukan pengembangbiakan dengan cara generatif maupun vegetatif.

Namun, secara umum porang biasa dikembangbiakan dengan tiga teknik berikut ini:

Perbanyakan dengan Katak

Katak di sini bukanlah katak hewan, melainkan adalah bintil porang berwarna cokelat kehitaman. Katak ini biasanya muncul pada pangkal dan tangkai daun porang.

Si katak-katak porang ini bisa dikumpulkan saat masa panen. Dalam 1 kilogram katak, bisa berisi 100 butir katak. Kamu bisa simpan katak tersebut sampai musim penghujan tiba.

Setelah waktunya tepat, tanam katak tersebut di lahan yang sudah disiapkan sebelumnya.

Perbanyakan Menggunakan Buah/Biji

Selain katak, teknik perkembangbiakan porang juga bisa dilakukan dengan buah atau biji. Buah atau biji ini biasanya bisa didapatkan tiap 4 tahun setelah keluar bunga.

Di dalam satu bonggol buah porang, bisa menghasilkan biji mencapai 250 butir. Nah, biji tersebutlah nantinya akan digunakan sebagai bibit.

Namun, sebelum menggunakannya sebagai bibit, biji-biji porang tersebut harus disemaikan terlebih dahulu.

Budidaya Tanaman Porang : Manfaat, Metode Perkembangbiakan dan Pemanenan

Perbanyakan Menggunakan Umbi

Selain dua cara di atas, kamu juga bisa melakukan perkembangbiakan dengan menggunakan umbi porang sendiri. Umbi porang yang kecil, dapat diperoleh dari hasil pengurangan tanaman yang sudah terlalu rapat.

Nah, dari hasil pengurangan tersebut, pasti kamu akan mendapatkan porang dengan ukuran yang kecil. Porang berukuran kecil tersebut ternyata bisa dijadikan sebagai bibit.

Akan tetapi, umbi yang besar sebenarnya juga bisa dijadikan sebagai bibit. Namun, kamu juga tetap harus memecahnya agar ukurannya menjadi kecil-kecil, setelah itu baru kamu bisa tanam pada lahan yang telah disiapkan.

Baca Juga :  Mengenal Manfaat Belimbing dan Faktanya Yang Penting di Ketahui

Pemanenan Porang

Tanaman porang dapat dipanen untuk pertama kali setelah umurnya mencapai 2 tahun. Umbi yang dipanen adalah umbi besar yang beratnya lebih dari 1 kg/umbi.

Sedangkan umbi yang masih kecil ditinggalkan untuk dipanen pada tahun berikutnya.Setelah itu, tanaman dapat dipanen setahun sekali tanpa harus menanam kembali umbinya.

 Setelah dipanen, porang bisa langsung dijual dalam keadaan basah maupun kering (sudah diiris tipis).Akan lebih menguntungkan, jika kamu memiliki link langsung ke pihak investor.

Bahkan, jika kamu menjual ke investor perusahaan asing, maka hasil tanaman porang, kamu bisa dikenai harga sekitar USD18 / kg.

Untuk setiap tanaman pohon porang, kamu bisa memanen hasil umbi sebanyak 2 kg dan dalam setiap satu hektar, kamu bisa memperoleh 12 ton atau kurang lebih sekitar 1,5 ton umbi kering.

Demikian Uraian kami tentang Budidaya Tanaman Porang Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5