Cara Budidaya Sawi Putih Mudah dan Tepat Untuk Pemula

4 min read

Cara Budidaya Sawi Putih Mudah dan Tepat Untuk Pemula
0
()

Cara Budidaya Sawi Putih Mudah dan Tepat Untuk Pemula – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Budidaya Sawi Putih.

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini :


Cara Budidaya Sawi Putih Mudah dan Tepat Untuk Pemula


Sawi putih ataupun Brassica Rapa biasa pula diketahui dengan nama Sawi Tiongkok, sebab banyak masakan Tionghoa yang menjadikan sayur- mayur ini sebagai bahan utamanya.

Dalam kehidupan tiap hari, sawi putih biasa pula diucap Petsai.Petsai ataupun yang kita tahu dengan sawi putih merupakan tumbuhan sayur- mayur daun dari keluarga Cruciferae( kubis- kubisan).

Tumbuhan dengan nilai murah besar ini konon berasal dari Cina( Tiongkok) serta Asia Timur, serta telah dibudidayakan semenjak 2. 500 tahun yang kemudian.

Sawi putih/ Petsai merupakan tumbuhan sayur- mayur yang mempunyai rasa lezat serta sumber vit A, vit B serta vit C.

Banyaknya masakan yang menjadikan sawi putih bagaikan bahan dasar utamanya merupakan sebab isi yang dipunyai oleh sawi putih itu sendiri.

Semacam disinggung diawal, sawi putih diyakini mempunyai sebagian isi yang berguna buat badan semacam isi Asam Folat ataupun vit B9, Vit K, Vit C, Vit E, Zat Besi, Potassium, serta pula Magnesium.

Tidak hanya kandungan- kandungan tersebut, berikut merupakan sebagian khasiat yang hendak kamu miliki bila komsumsi sawi putih:

  • Sanggup menghindari tumor serta sel kanker,
  • Mempunyai watak anti mikroba ataupun anti kuman,
  • Bagaikan perlengkapan bantu pengobatan buat penyakit magg,
  • Melancarkan sistem pencernaan,
  • Antioksidan yang bisa dijadikan bagaikan penangkal radikal leluasa,
  • Bisa menolong merendahkan kandungan kolesterol yang terdapat didalam darah,

Syarat Tumbuh Sawi Putih

Buat membudidayakan sawi putih, terdapat beberapa persyaratan yang wajib dicermati, ialah: keadaan hawa, kelembaban hawa, curah hujan, serta keadaan tanah.

Baca Juga :  Mengenal Jenis Kambing di Indonesia, Ciri dan Pembahasannya

Hawa ataupun temperatur yang sesuai buat budidaya sawi putih berkisar antara 19°C– 21°C, dengan Kelembaban hawa berkisar antara 80%– 90%.

Curah hujan 1000- 1500 milimeter/ tahun, serta keadaan permukaan tanah mempunyai ketinggian 1000 meter.

Sawi putih( Brassica rapa Kelompok Pekinensis; suku sawi- sawian ataupun Brassicaceae) diketahui bagaikan sayur- mayur olahan dalam masakan Tionghoa; sebab itu diucap pula sawi Tiongkok.

Istilah yang lain merupakan petsai. Diucap sawi putih sebab daunnya yang cenderung kuning pucat serta tangkai daunnya putih.

Sawi putih bisa dilihat penggunaannya pada asinan( diawetkan dalam cairan gula serta garam), dalam capcai, ataupun pada sup bening. Sawi putih beraroma khas tetapi netral.

Habitus tanaman ini gampang dikenali: memanjang, semacam silinder dengan pangkal membulat semacam peluru. Warnannya putih. Daunnya berkembang membentuk roset yang sangat rapat satu sama lain.

Sawi putih cuma berkembang baik pada tempat- tempat sejuk, sehingga di Indonesia ditanam di dataran besar. Tumbuhan ini dipanen selagi masih pada sesi vegetatif( belum berbunga).

Bagian yang dipanen merupakan totalitas bagian badan yang terletak di permukaan tanah. Produksinya tidak sangat besar di Indonesia.

Sayur- mayur ini terkenal di Cina, Jepang, serta Korea. Di Korea, kultivar lokal sawi putih dipakai sebagai bahan baku kimchi, santapan khas Korea.

Tidak hanya persyaratan dasar sebagaimana tersebut di atas, buat mendapatkan hasil yang optimal dalam bercocok tanam sawi putih, pula wajib mencermati metode serta metode menanam sawi putih yang baik, semacam di dasar ini:


Metode Menanam Sawi Putih


  • Penyiapan Bibit

Buat tiap hektar lahan, diperlukan benih dekat 200- 250 gram. Pembenihan dicoba dengan mempersiapkan media semai berbentuk tanah yang dicampur pupuk kandang matang dengan perbandingan 3: 1 ataupun 2: 1.

Media semai tersebut berikutnya disaring mengenakan ayakan pasir serta dimasukkan ke dalam bumbungan semai, ialah semacam polibag yang dibuat dari daun pisang.

Buat tiap hektar lahan diperlukan bumbungan persemaian sebanyak 34. 000- 35. 000 buah.Langkah selanjutnya merupakan mempersiapkan bedengan bagaikan tempat persemaian dengan lebar 100 centimeter serta besar 15- 20 centimeter.

Bedengan tersebut dilengkapi dengan pembatas di sisi- sisinya yang dibuat dari bilah bambu ataupun kayu. Supaya jauh dari kendala fauna peliharaan serta gampang diawasi, tempat persemaian pula wajib terbuka.

Baca Juga :  Cara Menanam Blewah : Kandungan Gizi, Syarat Tumbuh, Perawatan dan Masa Panen

Siramlah media semai hingga di dasar bumbungan supaya kondisinya lembab, satu hari saat sebelum penanaman benih. Benih setelah itu ditanam satu per satu secara berentetan di tengah media.

Penanaman dicoba dari ujung ke ujung supaya tidak terdapat yang terlampaui. Sehabis benih ditanam, timbunlah permukaan media bumbungan memakai media semai setebal 0, 5 centimeter.

Pakai karung, daun pisang, ataupun plastik buat menutup bedengan persemaian sepanjang 3- 4 hari hingga benih nampak mulai berkecambah.

Sehabis benih mulai nampak berkecambah, bukalah penutup bedengan serta siram secara teratur guna melindungi kelembaban media semaian.

Apabila dikenal terdapat serbuan penyakit dumping off( bibit rebah sebab terdapatnya bintik basah di pangkal batang).

Semprotlah dengan memakai fungisida benlate berdosis 1 gram/ liter air ataupun orthocide berdosis 3 gram/ liter air. Sehabis usia 18- 20 hari ataupun sehabis berkembang daun sejati 2 lembar, tanam bibit di lahan.

  • Pengolahan Lahan

Gemburkan tanah yang hendak ditanami dengan memakai cangkul, supaya tanah jadi remah sehingga aerasi bisa berjalan baik serta zat- zat beracun hendak lenyap.

Hilangkan gulma ataupun rumput- rumputan, utamanya pangkal alang- alang, supaya akar- akar tumbuhan sawi putih bisa berkembang leluasa tanpa persaingan dalam memperebutkan faktor hara dengan gulma.

Jalani pengapuran bila pH tanah kurang dari 5, 0, minimun 1 ton buat tiap hektar. Guna membalik serta memecah agregat tanah, pencangkulan ataupun pembajakan tanah butuh buat dicoba.

  • Pemupukan

Tipe pupuk yang diberikan buat tumbuhan sawi putih merupakan pupuk kandang ataupun kompos.

Gunanya merupakan bagaikan penyedia hara organik guna membetulkan struktur tanah, dan menahan air yang terdapat di dalam tanah.

Bila diperlukan, bisa pula ditambah dengan pupuk buatan berbentuk nitrogen( N), fosfor( P), serta kalium( K).

  • Penanaman

Dalam proses penanaman, terlebih dulu terbuat lubang tanam sedalam cangkul ataupun berdimensi 30 x 30 x 30 centimeter, dengan jarak tanam 50 x 60 centimeter.

Waktu yang baik buat penanaman pada pagi ataupun sore hari. Bibit yang fresh serta sehat, berikutnya ditanam pada lubang tanam.

Sehabis ditanam, masukkan tanah halus sedikit demi sedikit, kemudian tekan dengan lama- lama tanah tersebut supaya benih berdiri tegak. Siram bibit yang telah ditanam tadi dengan memakai air hingga betul- betul basah.

  • Pemupukan Susulan

Sepanjang masa perkembangan tumbuhan, jalani pemupukan susulan sebanyak 2 kal, ialah pada waktu tumbuhan sawi putih/ petsai berusia 2 minggu serta 4 minggu.

Baca Juga :  Budidaya Sawi Hijau : Tips Tanam Sukses dan Mengenal Morfologinya

Pemberian pupuk dicoba dengan melingkari tajuk tanam sepanjang 15- 20 centimeter sedalam 10- 15 centimeter.

Ditaksir dosis yang dipakai buat tiap satu hektar lahan merupakan 54 kilogram urea, 117 kilogram ZA, serta 56 kilogram KCL.


Pemeliharaan Tanaman Sawi Putih


  • Penjarangan serta penyulaman

Penjarangan cuma dicoba dikala tumbuhan berusia 10- 15 hari. Sebab usia tumbuhan yang pendek, ialah 2- 3 bulan, penyulaman nyaris tidak dicoba. Tetapi demikian, Bila terdapat tumbuhan yang mati, wajib lekas ditukar dengan bibit yang baru.

  • Sanitasi Lahan

Sanitasi lahan dicoba 1- 2 kali saat sebelum pemupukan, ialah pada waktu tumbuhan berusia 2 serta 4 minggu. Sanitasi lahan wajib dicoba dengan hati- hati sebab bisa mengganggu sistem perakaran tumbuhan.

  • Pengairan

Pengairan ataupun penyiraman dicoba 1- 2 kali satu hari pada fase dini perkembangan. Waktu penyiraman yang baik merupakan pada pagi hari ataupun sore hari.

  • Penyemprotan Pestisida

Saat sebelum hama melanda tumbuhan, jalani penyemprotan pestisida. Penyemprotan bisa pula dicoba secara teratur tiap 1- 2 minggu sekali. Buat dosis pestisida yang digunakan, bergantung dari tingkatan populasi hama.

Cara Budidaya Sawi Putih Mudah dan Tepat Untuk Pemula


Panen serta Pascapanen Sawi Putih

Sawi putih/ Petsai yang sudah berusia 25- 65 hari( bergantung varietas) telah siap buat dipanen. Sawi putih/ Petsai yang siap panen ini mempunyai identitas: krop kompak serta berdimensi besar.

Metode memanen sawi putih/ petsai dicoba dengan memotong bagian batang di atas tanah memakai pisau tajam. Tumbuhan yang baik bisa berproduksi 2- 3 kilogram pertanaman.

Hasil panen tersebut berikutnya dikumpulkan di tempat yang teduh serta terlindung dari hujan dan panas.

Demikian Uraian kami tentang Budidaya Sawi Putih Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5