Budidaya Sawi Hijau : Tips Tanam Sukses dan Mengenal Morfologinya

6 min read

Budidaya Sawi Hijau : Tips Tanam Sukses dan Mengenal Morfologinya
0
()

Budidaya Sawi Hijau : Tips Tanam Sukses dan Mengenal Morfologinya –  Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Budidaya Sawi Hijau.

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini :


Budidaya Sawi Hijau : Tips Tanam Sukses dan Mengenal Morfologinya


Tanaman sawi hijau ataupun kerap diketahui serta disebut pula dengan caisin ialah salah satu tipe sayur- mayur yang banyak disantap paling utama di Indonesia.

Tumbuhan ini umumnya digunakan untuk bahan tambahan sayur- mayur ataupun santapan penutup serta pula dapat digunakan untuk keperluan yang lain.

Sawi hijau mempunyai nama latin ialah Brassica sinensis L. yang dapat ditanam di sejauh masa serta tahun dan pula dapat hidup di bermacam tempat, sehingga tumbuhan ini banyak ditanam serta dibudidayakan oleh para petani.

Kamu dapat menanam tanaman sawi di zona ladang, sawah maupun pekarangan rumah Kamu.

Salah satu alibi lain merupakan sebab metode menanam sawi hijau terbilang gampang serta pula mempunyai pasar yang lumayan menguntungkan.

Tipe sayur- mayur ini gampang berkembang di dataran rendah ataupun dataran besar. Apabila ditanam pada temperatur sejuk tanaman ini cepat berbunga.

Sebab umumnya dipanen segala bagian badannya( kecuali akarnya), serta watak ini kurang disukai.

Perdagangan internasional menyebut sawi hijau dengan istilah green mustard, chinese mustard, indian mustard maupun sarepta mustard.

Orang Jawa, Madura menyebutnya dengan sawi, lagi orang Sunda menyebut sasawi. Petani kita cuma memahami 3 berbagai sawi yang biasa dibudidayakan ialah: sawi putih( sawi jabung), sawi hijau, serta sawi huma.

Saat ini ini warga lebih memahami caisim alias sawi bakso. Tidak hanya itu pula terdapat pula tipe sawi keriting serta sawi sawi monumen.


Morfologi Sawi Hijau

Haryanto( 1994) menarangkan kalau sawi hijau tercantum herba semusim yang gampang berkembang. Perkecambahannya epigeal.

Sehabis daun ketiga serta seterusnya hendak membentuk separuh roset dengan batang yang lumayan tebal, tetapi tidak berkayu.

Daun elips, dengan bagian ujung umumnya tumpul. Rupanya hijau fresh, umumnya tidak berbulu.

Menjelang berbunga watak rosetnya agak menghilang, menampakkan batangnya. Bunganya kecil, tersusun majemuk berkarang. Mahkota bunganya bercorak kuning, berjumlah 4( khas Brassicaceae).

Benang sarinya 6, mengelilingi satu putik. Buahnya menyamai polong namun mempunyai 2 daun buah serta disebut siliqua.

Sawi hijau ialah sayur- mayur harus yang digunakan sebagai pemanis natural untuk kaldu di dalamnya. Lumayan dengan mencelupkan sawi hijau sepanjang sebagian dikala dapat merubah rasa kaldu jadi manis.

Metode menaruh sawi hijau pula sangat instan serta gampang. Masukkan saja ke dalam plastic serta jangan sangat lama buat menjauhi pembusukan.

Baca Juga :  Cara Membuat Pupuk Kompos : Metode, Perlengkapan, Menata, Mengecek Dan Memanen

Dengan kemudahan pengolahan, penyimpanan dan banyaknya manfaat yang didapatkan dari sawi hijau membuat banyak orang tercantum kamu mau menanam sawi hijau.


Metode Budidaya Sawi Hijau

Berikut merupakan sebagian penjelasan supaya kamu bisa menanam sawi hijau dengan baik serta benar, sehingga memperoleh hasil optimal di waktu panen nantinya.

Berikut ini merupakan metode menanam sawi hijau yang baik serta benar.


  • Pembenihan

Salah satu proses terutama dalam menanam sawi hijau, yang awal ialah proses pembenihan. Ini ialah salah satu aspek berarti yang ialah penentu dalam keberhasilan menanam sawi hijau.

Sebab benih yang baik hendak menciptakan tumbuhan yang bermutu. Serta berikut metode pembenihan sawi hijau:

    • Memilih benih sawi bermutu baik yang dapat kalian miliki dengan metode membelinya di toko bibit.
    • Yakinkan benih terbungkus dengan alumunium foil serta tidak rusak.
    • Benih sawi yang baik ialah benih yang mempunyai wujud bundar kecil bercorak coklat kehitaman agak keras dengan permukaan yang licin serta mengkilap.
    • Timbanglah berat benih sawi sebayak 750 gr buat 1 hektar lahan tanam. Tetapi bila kamu mau menanam di pekarangan lumayan cuma sebanyak 2 sendok makan saja benih sawi yang kamu butuhkan.
    • Bila kamu memilah benih sawi hijau dari hasil penanaman, hingga tumbuhan yang hendak diambil bijinya wajib berusia sekurang- minimnya 70 hari.
    • Tumbuhan sawi yang hendak terbuat benih wajib terpisah dari tumbuhan sawi yang lain.

  • Pembibitan/ Penyemaian

Proses berikutnya sehabis pemilihan bibit yang baik serta bermutu ialah pembibitan ata proses penyemaian yang bertujuan buat memperoleh tunas tumbuhan sawi hijau yang bermutu.

Triknya bagaikan berikut:

    • Sehabis pemilihan benih berakhir, rendamlah benih sepanjang 6 sampai 12 jam yang hendak digunakan.
    • Seleksi benih yang tidak mengapung sepanjang proses perendaman.
    • Sehabis itu keringkan benih memakai tisu.
    • Sajikan media tanam semacam polibag keci maupun pot kecil, tetapi lebih dianjurkan buat memakai polibag sebab lebih instan.
    • Pakai tanah humus yang dicampur dengan pupuk organik berbanding 1: 3 dengan pupuk.
    • Tabur benih sawi yang sudah dikeringkan ke dalam polibag.
    • Tiap polibag cuma dianjurkan buat 5 sampai 10 benih saja.
    • Siramlah tiap hari memakai air sepanjang satu hari 2 kali secara teratur serta tunggu sampai daunnya timbul.
    • Taruhlah di tempat sesejuk bisa jadi serta jauhkan dari cahaya matahari secara langsung.

  • Pengolahan lahan

Sehabis benih sawi bertunas, perkenankan dahulu kurang lebih 10 hari serta sepanjang 10 hari itu kamu dapat memilah dan mempersiapkan lahan yang baik buat proses pemindahan.

Metode yang pas buat pengolahan lahan ialah:

    • Jalani penggemburan tanah serta buatlah bedengan memakai pencangkulan. Perihal ini bertujuan buat membetulkan struktur tanah, perputaran hawa dan menaikkan kesuburan tanah.
    • Jangan lupa tanah yang digemburkan wajib terbebas dari rumput liar serta gulma.Cangkul tanah sedalam 20 sampai 40 centimeter.
    • Tidak hanya itu tambahkan pula pupuk organik ke dalam tanah buat membetulkan raga dan isi baik pada tanah.
    • Serta buat pemilihan lahan sawi hijau berbeda dengan proses penyemaian, ialah memilih lahan terbuka tanpa terdapat tumbuhan besar yang menaunginya. Sebab sawi hijau siap tanam menggemari cahaya matahari.
    • Buat wilayah yang mempunyai pH rendah( asam), wajib terlebih dulu dicoba pengapuran terlebih dulu dengan tujuan buat menaikkan derajat keasaman tanah.
    • Pengapuran in telah bisa dicoba jauh- jauh hari saat sebelum penanaman benih.
    • Kira- kira 2 sampai 4 minggu saat sebelum masa tanam, sebaliknya buat tipe kapurnya sendiri yang baik digunakan merupakan kapur kalsit( CaCO3) ataupun dolmit( CaMg( CO3) 2).

  • Penanaman

Sehabis benih bertunas serta lahan sudah siap hingga langkah selanjutnya merupakan proses penanaman.

Baca Juga :  Tanaman Mengkudu : Kandungan Gizi, Morfologi, Manfaat dan Cara Budidayanya

Tadinya memilih bibit sawi dengan keadaan baik ialah mulai pangkal sampai daun mudanya nampak sehat, lengkap serta daunnya hijau.

Berikut ini merupakan metode menanam sawi hijau:

    • Tanam bibit sawi pada lahan dengan jarak berkisar 25 sampai 30 centimeter tiap tanamannya.
    • Lubang pada lahan tanam yang wajib disiapkan juga mempunyai kedalaman antara 6 sampai 10 centimeter.
    • Timbun bibit sawi memakai pupuk kompos sampai menutupi sebagian batangnya.

  • Perawatan

Buat proses perawatan sawi hijau terbilang sedikit sulit sebab sawi hijau ialah tipe sayur- mayur yang lebih sesuai ditanam di lahan pertanian.

Tetapi kamu tidak butuh takut, berikut merupakan cara- metode pas serta buat memudahkan kamu dalam perawatan sawi hijau sampai panen:

    • Kala hawa mulai hangat ataupun dapat dibilang lagi merambah masa kemarau, yakinkan keadaan sawi hijau senantiasa sejuk.
    • Jangan perkenankan sawi hijau yang telah kamu tanam terserang paparan cahaya matahari lebih dari 8 jam ini hendak mengusik proses perkembangan dan fotosintetisnya.
    • Apabila lagi masa penghujan datang, kamu tidak butuh menyirami 2 kali apalagi sekali dalam satu hari.
    • Perhatikan curah hujan yang terdapat serta sesuaikan dengan keadaan kelembapan tanah.
    • Buat lebih lanjutnya, perawatan mempunyai sebagian berbagai proses serta berikut sedikit ulasannya.

  • Penyiraman

Tidak susah membuat tumbuhan sawi supaya berkembang produktif serta bermutu baik. Kamu cuma butuh membenarkan kalau keadaan tanah senantiasa lembab menyeluruh dengan melaksanakan penyiraman ringan. Serta berikut metode yang pas buat melaksanakan penyiraman:

    • Semacam terpaut dengan metode perawatan di atas, kamu butuh mencermati masa dikala menanam sawi hijau.
    • Nda bisa menyiram sawi hijau dengan air kombinasi pupuk organik maupun cucian beras buat tingkatkan kandungan zat baik dalam tanah.
    • Siramlah sawi hijau sebanyak 2 kali ialah pagi serta sore secara teratur.

  • Penjarangan

Perihal ini sangat berarti buat dicoba tidak hanya buat memudahkan proses panen nantinya, penjarangan dicoba supaya tumbuhan sawi mempunyai tingkatan kesuburan yang sama.

Proses penjarangan sendiri merupakan mencabut tumbuhan yang berkembang sangat rapat dengan tumbuhan sawi yang lain. Penjarangan dicoba sehabis 14 sampai 18 hari sehabis penanaman sawi hijau.


  • Penyulaman

Perawatan berikut ini harusanda perhatikan dengan baik ialah proses penyulaman. Berikut merupakan metode menanam sawi hijau yang baik serta benar dalam melaksanakan penyulaman sawi hijau:

    • Perhatikan baik- baik tumbuhan sawi yang sudah ditanam, bila terdapat tumbuhan yang rusak sebab penyakit, hama maupun layu begitu saja lekas ambil.
    • Ambil dengan mencabut tumbuhan sawi hijau tidak layak tanam tersebut dengan hati hati serta jangan hingga mengganggu tumbuhan lain.
    • Ambil tumbuhan sawi hijau baru yang lain serta tanam pada tempat dimana kamu mencabut tumbuhan sawi hijau yang tidak layak tanam tadi.
    • Jalani proses penyulaman sebanyak 2 sampai 4 kali saat sebelum masa tanam.

  • Penyiangan

Sambil kamu melaksanakan perawatan tumbuhan sawi hijau dengan penyulaman, jalani pula proses penyiangan. Proses ini bertujuan supaya tumbuhan sawi hijau mendapatkan nutrisi dengan baik serta optimal.

Baca Juga :  Budidaya Pepaya : Tips Penanaman dan Perawatan Agar Sehat dan Cepat Berbuah

Metode penyiangan yang wajib kamu jalani:

    • Perhatikan tanah yang terdapat di dekat tumbuhan sawi hijau.
    • Bila kamu memandang gulma semacam rumput maupun tumbuhan liar, hingga cabutlah serta buang ke tempat yang jauh.
    • Sambil melaksanakan penyiangan, kamu pula dapat melaksanakan penggemburan tanah di dekat tumbuhan buat memudahkan proses penyerapan pupuk.
    • Sama dengan penyulaman, jalani penyiangan sebanyak 2 sampai 4 kali sepanjang masa tanam.

  • Pemupukan

Sepanjang proses pemeliharaan berlangsung, proses yang sangat berarti yang wajib dicoba ialah proses pemupukan secara teratur. Ada pula triknya:

    • Sehabis 3 minggu masa tanam, bagikan pupuk kandang maupun urea.
    • Metode pemupukan dengan memakai urea ialah larutkan urea sebanyak 1 sendok the ke dalam 25 liter air.
    • Siramkan di atas tumbuhan sawi hijau tiap pagi serta sore.

Budidaya Sawi Hijau : Tips Tanam Sukses dan Mengenal Morfologinya


  • Pengendalian Hama Sawi Hijau

Tidak hanya penyiangan serta penyulaman, hama pada tumbuhan sawi pula wajib dicermati.

Banyak sekali hama yang melanda tumbuhan sawi hijau antara lain penyakit tumbuhan busuk pangkal, penyakit kuning pada daun dan hama ialah ulat daun, kutu, kumbang serta belalang.

Buat menanggulanginya kamu dapat melaksanakan penyulaman, tetapi bila terpaksa terlampaui parah hingga dapat memakai pestisida sepanjang 2 minggu saat sebelum panen.


  • Masa Panen Sawi Hijau

Masa panen tumbuhan sawi hijau ialah diawali pada umur 50- 80 hari usai penanaman benih.

Metode memanen sawi hijau kamu dapat memotong pangkal batang, mencabutnya sampai pangkal maupun cuma memotong daunnya saja.

Ada pula panduan buat memanen sawi hijau supaya hasil yang didapat senantiasa terpelihara kesegarannya:

    • Bawa hasil panen sesegera bisa jadi ke tempat teduh supaya tidak kilat layu sebab panas
    • Bilas sawi dari tanah yang menempel serta potong akarnya buat membatasi proses oksidasi.
    • Potong bagian daun yang kurang baik serta tidak berarti buat memperpanjang kesegarannya.
    • Sortir sawi yang baik serta pisahkan dengan yang kurang bermutu.
    • Buat penyimpanan susunlah sawi dengan posisi berdiri serta beri sedikit percikan air supaya senantiasa fresh.
    • Jalani panen saat sebelum masa hujan datang buat menghindari proses pembusukan secara kilat.

Demikian Uraian kami tentang Budidaya Sawi Hijau Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5