Budidaya Jamur Kuping : Cara Budidaya, Proses Penanaman Dan Panen

3 min read

Budidaya Jamur Kuping Cara Budidaya, Proses Penanaman Dan Panen.
5
(1)

Budidaya Jamur Kuping : Cara Budidaya, Proses Penanaman Dan Panen – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Budidaya Jamur Kuping. Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini.


Budidaya Jamur Kuping : Cara Budidaya, Proses Penanaman Dan Panen


Untuk kamu yang sangat suka memasak maupun untuk beberapa besar orang Indonesia nyatanya tahu dengan salah satu tipe bahan masakan ini. Banyak sekali orang yang menjualnya di pasar serta laku keras. Ialah jamur telinga, jamur ini bisanya dimanfaatkan orang buat bahan aksesoris masakan semacam soup.

Tetapi tidak jarang pula yang membuat bermacam inovasi menu masakan dari jamur telinga. Rasanya yang kenyal nyaris menyamai jely tetapi sedikit renyah buatnya jadi jamur yang selalu laris di pasar.

Tidak cuma itu saja, cara pengolahan dan harga yang murah pula jadi daya tariknya sendiri. Secara ilmiah jamur telinga ataupun Auricularia auricular ialah tipe jamur yang masih satu kelompok dengan tumbuhan tipe jelly – jellyan sebab teksturnya memanglah menyamai jelly yang unik.

Buat penamaannya sendiri jamur telinga mempunyai nama yang unik sebab memanglah wujudnya yang mirip dengan kuping manusisa. Jamur telinga sendiri pertumbuhannya melebar dengan wujud jamur yang mempunyai lengkungan – lengkungan serta lipatan – lipatan. Tidak hanya rasanya yang lezat, jamur telinga pula mempunyai isi gizi yang baik untuk badan kamu.


Cara Budidaya Jamur Kuping

Untuk kamu yang tertarik dengan usaha tersebut sama halnya dengan Budidaya Jamur Tiram, berikut merupakan cara budidaya jamur telinga yang gampang serta instan :

Baca Juga :  Budidaya Jamur Merang : Langkah Dan Cara Menanam

Proses Pembuatan Kumbung

Kumbung ataupun rumah jamur ialah bagian sangat utama serta harus terdapat dalam budidaya jamur telinga maupun jamur yang lain. Kumbung biasa terbuat bilik bambu serta beratap rumbai ataupun bambu. Ukuran rata – rata kumbung yang dapat digunakan ialah 12 meter x 7 x 3,5 meter dan di dalamnya ada rak – rak penyimpanan bibit jamur dengan jarak antar rak 80 centimeter.

Apabila memakai ukuran rata – rata, maka kumbung dapat menampung sampai 5.000 kantong bibit jamur. Dengan ukuran tersebut, rak dapat menampung optimal 10 polybag horizontal serta 20 polybag vertikal.

Pemilihan Bibit buat Budidaya Jamur Kuping

Setelah kumbung siap digunakan, maka berikutnya kalian dapat mulai memilah bibit terbaik buat budidaya jamur telinga. Kalian dapat memperoleh bibit jamur telinga dengan cukup dengan berbagai cara. Berikut beberapa pertimbangan yang butuh dicermati kala membeli bibit jamur telinga :

  • Belilah bibit jamur telinga langsung di toko bibit maupun di koperasi tani supaya lebih bermutu serta panen sukses.
  • Apabila mau bibit jamur terbaik, maksudnya kalian wajib langsung membelinya di petani jamur yang telah terpelihara kualitasnya.
  • Untuk pendatang baru, hendaknya belilah bibit jamur bermutu dengan tipe f4.

Proses Penyemaian Bibit Jamur Kuping

Langkah selanjutnya yang sangat penting dalam proses budidaya jamur telinga yakni proses penyemaian bibit jamur. Saking berartinya, tahapan ini tidak boleh dicoba sembarangan serta wajib dengan cara yang pas. Berikut ini proses yang wajib diiringi supaya jamur telinga berkembang dengan baik :

  • Tiap akan mengurusi jamur telinga, yakinkan tangan steril terlebih dulu dengan memakai alkohol 70%.
  • Buat menebarkan bibit jamur, kalian dapat memakai besi ataupun kawat dekat 30 centimeter yang sudah dipanaskan dengan api pembakaran spirtus serta semprot lagi dengan alkohol.
  • Kalian pula dapat menebarkan bibit dengan cara mencelupkannya dengan besi ataupun kawat ke dalam mulut ring serta setelah itu menggoyangkannya secara menyeluruh.
Baca Juga :  Ini Dia Manfaat Labu Putih dan Kandungan Pentingnya Bagi Kesehatan
Budidaya Jamur Kuping Cara Budidaya, Proses Penanaman Dan Panen.
Budidaya Jamur Kuping Cara Budidaya, Proses Penanaman Dan Panen.

Proses Penanaman Bibit Jamur Kuping

Persiapan media tanam

Media tanam terbuat memakai bahan – bahan berbentuk bekatul, serbuk gergaji kayu, kapur, serta air seperlunya. Cara membuat media tanam jamur telinga ialah dengan mengombinasikan bahan – bahan tersebut sampai menyeluruh.

Fermentasi

Dalam perihal ini, media tanam wajib difermentasi saat sebelum digunakan. Fermentasi bertujuan supaya mendapatkan media tanam yang sempurna buat perkembangan jamur telinga. Cara memfermentasi media tanam jamur telinga merupakan sebagai berikut:

  • Media yang sudah terbuat tadinya didiamkan selama kurang lebih 4 – 5 hari.
  • Dikala media didiamkan tersebut, temperatur pada media hendak bertambah jadi 70°C.
  • Media pula wajib dibolak – balik tiap 2 hari sekali.
  • Media tanam yang sudah siap buat ditanami diisyarati dengan berubahnya corak media tanam jadi coklat tua ataupun gelap.

Pembuatan baglog

  • Media tanam yang sudah difermentasi dimasukkan ke dalam plastik tahan panas dengan kapasitas 1 kilogram, dimensi 30×20 centimeter, ketebalan 0, 5 milimeter, serta besar 20 centimeter.
  • Media tanam tersebut dipadatkan memakai pengepres ataupun dipukul – pukul memakai botol. Pemadatan dicoba sampai bagian dasar plastik menyamai botol ataupun baglog.
  • Wujud leher plastik terbuat menguncup supaya lebih gampang dikala akan memasukkan ring (cincin).
  • Setelah itu, mulut botol ditutup memakai kapas serta penutup baglog. Tujuan dicoba penutupan mulut botol ini supaya air tidak tidak merembes masuk ke dalam baglog dikala proses sterilisasi.

Sterilisasi

Seluruh baglog yang telah diisi dengan serbuk kayu serta seluruh bahan yang lain telah siap ditanami bibit jamur telinga. Tetapi demikian, bukan tidak bisa jadi baglog-nya masih terkontaminasi bibit ataupun hama penyakit. Oleh sebab itu, butuh dicoba sterilisasi terlebih dahulu pada seluruh baglog tersebut.

Baca Juga :  Budidaya Jamur Tiram : Pengertian, Jenis Dan Manfaat

Sterilisasi dicoba dengan cara dikukus. Kamu juga dapat membuat alatnya sendiri dengan mempersiapkan suatu drum yang didesain semacam panci penanak nasi. Pada bagian bawahnya, diberi air seperlunya, kemudian disekat dengan media seng ataupun logam sejenis yang dilubangi kecil – kecil.

Kemudian, satu demi satu baglog dimasukkan serta disusun apik ke dalamnya serta ditutup rapat. Drum berisi baglog tersebut kemudian dipanasi sampai temperatur menggapai 900 C sepanjang kurang lebih 8 jam.

Pendinginan

Inilah proses terakhir saat sebelum bibit jamur telinga ditanam ke dalam baglog. Sehabis disterilkan, baglog dalam keadaan panas tersebut butuh didinginkan secara natural.

Angkat baglog yang telah disterilkan serta letakkan di tempat yang memiliki perputaran udara yang memadai. Bila butuh, dapat dibantu dengan kipas angin sebab jumlah baglognya lumayan banyak. Jangan lupa, tempatnya pula wajib steril serta bersih. Diamkan baglog sepanjang 1 – 3 hari sampai betul – betul dingin. Berikutnya, proses pembibitan jamur telinga dapat dicoba.


Masa Panen

Buat masa panen ini sendiri dapat dicoba dengan diisyarati jamur yang bergelombang dibagian tepinya. Biasanya, jamur telinga ini sendiri dapat dipanen tiap 3 – 4 minggu sekali. Serta dalam 1 periode ialah sepanjang 5 – 6 bulan, jamur telinga dapat dipanen sampai 4 – 6 kali.

Demikian Uraian kami tentang  Budidaya Jamur Kuping Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraia kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5