Budidaya Bawang Merah : Proses, Penanaman, Pemeliharaan Dan Pemanenan

3 min read

Budidaya Bawang Merah : Proses, Penanaman, Pemeliharaan Dan Pemanenan
0
()

Budidaya Bawang Merah : Proses, Penanaman, Pemeliharaan Dan Pemanenan – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Budidaya Bawang Merah.

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini.


Budidaya Bawang Merah : Proses, Penanaman, Pemeliharaan Dan Pemanenan


Bawang merah (Allium ascalonicum) ialah tumbuhan hortikultura musiman yang mempunyai nilai ekonomi besar. Tetapi pada saat – saat tertentu kerap hadapi banjir peermintaan sehingga biayanya anjlok.

Diperparah lagi dengan kebijakan impor yang diterapkan pemerintah yang acapkali memperburuk jatuhnya harga bawang merah di pasaran.

Buat menjauhi fluktuasi harga yang sangat merugikan petani, butuh upaya buat melaksanakan budidaya bawang merah diluar masa. Bersamaan dengan pembatasan aktivitas budidaya di musim – musim puncak.

Budidaya bawang merah membutuhkan penyinaran matahari lebih dari 12 jam satu hari. Tumbuhan ini sesuai dibudidayakan di dataran rendah dengan ketinggian 0 sampai 900 m dari permukaan laut.

Temperatur optimum buat pertumbuhan tumbuhan bawang merah berkisar 25 – 32 derajat celcius. Sebaliknya keasaman tanah yang dikehendaki dekat pH5 , 6 – 7.


Cara Proses Budidaya

Benih

Benih yang digunakan ialah umbi mini hasil perbanyakan dari biji/TSS serta ialah varietas unggul. Kriteria umbi mini buat bibit, ialah cukup usia tumbuhan (70 – 80 hari) bergantung pada varietas yang ditanam.

Cukup usia simpan (2 – 4 bulan), padat ataupun kompak serta kulit umbinya tidak cedera dan rupanya berkilau. Apabila benih bawang merah belum cukup usia simpan (tunas dalam benih masih sampai 50 – 60%).

Baca Juga :  14 Manfaat Daun Labu Siam Yang Penting Untuk Kamu Ketahui

Dilakukan pemotongan ujung umbi(±0,5 centimeter ataupun 1/3 bagian ujungnya) dengan tujuan buat membongkar dormansi.

  • Kebutuhan benih sebanyak 1200 kilogram/ha.
  • Benih bersih dari kulit yang kering ataupun kotoran.
  • Buat menghindari serbuan penyakit layu fusarium, dilakukan perlakuan benih saat sebelum tanam dengan memakai fungisida Mankozeb (dosis 100 gram fungisida/100 kilogram benih serta ditaruh dalam karung plastik sepanjang 1 – 2 hari).

Persiapan Lahan

Lahan dibersihkan dari sisa – sisa tumbuhan sehingga siap olah. Pada lahan sisa padi sawah, tanah diolah serta terbuat bedengan – bedengan terlebih dulu dengan lebar (1,2 – 1,5 meter).

Serta panjangnya disesuaikan dengan keadaan lahan dengan kedalaman parit 50 – 60 centimeter serta lebar parit 40 – 50. Bedengan mengikuti arah Timur – Barat.

Pada lahan dengan pH5,6 dilakukan pengapuran memakai kaptan/dolomite sebanyak 1 – 1,5ton/ha/tahun bertepatan dengan pengolahan tanah ialah minimun 2 minggu saat sebelum tanam.

Buat wilayah endemik orong – orong, diberikan insektisida karbofuran dengan dosis 30 kilogram/ha bertepatan dengan pemberian pupuk organik.

Penanaman

Penanaman umbi dengan cara menancapkan ataupun membenamkan pada bedengan sedalam 3/4 bagian umbi. Menjaga tumbuhan bawang merah dengan sebaik – baiknya

Percuma Kamu dapat mencerna lahan keringnya, memilih bibit bawang merah, sampai menanamnya, namun belum dapat menjaga tanamannya.

Perihal tersebut hendak berakibat kurang baik pada tanamannya yang nanti hasil panennya tidak maksimal. Oleh sebab itu, butuh langkah – langkah pekerjaannya sebagai berikut:

  • Pemupukan secara teratur jadi cara perawatan yang utama bawang merah. Sedangkan itu, pemupukan dapat dicoba secara mendasar serta susulan. Butuh diketahui pemupukan dasar dicoba saat sebelum menanam. Sedangkan itu, pemupukan susulan dapat dilakukan pada 10 hari sampai 1 bulan sehabis tanam bibit bawang merah.
  • Tidak hanya pemupukan, jangan lupa melakukan penyiraman serta penyiangan secara tertib. Khususnya penyiraman pada usia bibit 0 – 10 hari wajib dicoba 2 kali satu hari, ialah pada pagi serta sore hari. Tetapi sehabis bawang merah berumur lebih dari 10 hari, bisa dicoba sekali satu hari pada pagi ataupun sore hari. Ada pula penyiangan dicoba dengan cara mensterilkan lahan serta tumbuhan dari gulma ataupun tumbuhan pengganggu. Tidak hanya itu, cepat ambil daun bawang yang mulai mengering sebab pula dapat mengusik perkembangan.
  • Tidak menutup kemungkinan tumbuhan bawang merah nampak indikasi terkena hama penyakit. Bila semacam itu, pakai pestisida ataupun obat tumbuhan tertentu buat mengatasinya. Pasti saja dengan dosis yang direkomendasikan.
  • Perlu Kamu tahu kalau budidaya bawang merah di lahan kering bisa dipanen dikala umur 66 – 75 hari. Memanen bawang merah dengan cara mencabut, kemudian ikat daun bawangnya. Supaya lebih awet, Kamu dapat menjemurnya 2 – 3 hari.
Baca Juga :  Tanaman Bawang Putih : Morfologi, Kandungan, Manfaat dan Hama Pengganggunya

Budidaya Bawang Merah : Proses, Penanaman, Pemeliharaan Dan Pemanenan


Pemanenan

Panen dilakukan apabila tumbuhan sudah berusia 65 – 75 hari sehabis tanam. Tumbuhan yang sudah siap dipanen mempunyai ciri :

  • Tumbuhan sudah lumayan tua, dengan nyaris 60 – 90% batang sudah lemas serta daun menguning
  • Umbi lapis nampak padat berisi serta sebagian tersembul di permukaan tanah
  • Corak kulit umbi mengkilat ataupun memerah
  • Panen dicoba dengan cara mencabut tumbuhan bersama daunnya serta diusahakan supaya tanah yang melekat pada umbi dibersihkan. Perkenankan umbi beberapa jam pada bedengan, setelah itu diikat (1 – 1,5 kilogram/ikat)
  • Umbi yang sudah diikat dijemur dengan posisi daun terletak di atas (selama 5 – 7 hari). Sehabis daun kering,  diperbesar dengan menyatukan 3 – 4 hubungan kecil memakai tali bambu. Berikutnya dijemur kembali dengan posisi umbi di atas ( selama 2 – 3 hari),
  • Apabila umbi sudah kering, umbi siap ditaruh di gudang ataupun di para – para. ataupun dicoba pengasapan aga tidak gampang busuk serta tahan lama.

Pasca Panen

Umbi dijemur sampai cukup kering (1 – 2 minggu) dibawah cahaya matahari langsung. Pembalikan dicoba tiap 2 – 3 hari dikala susut bobot umbi menggapai 25 – 40%. Setelah itu dicoba pengelompokan (grading) cocok dengan dimensi umbi.

Bawang merah bisa ditaruh dengan cara menggantungkan ikatan – ikatan bawang merah di gudang spesial pada temperatur 25 – 30 derajat celcius serta kelembaban yang cukup rendah buat menjauhi penyakit busuk umbi dalam gudang.

Demikian Uraian kami tentang Budidaya Bawang Merah Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.

Baca Juga :  Budidaya Petai : Teknik Mudah Penanaman,Perawatan dan Panen Memuaskan

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5