Tanaman Sukun : Morfologi, Syarat Tumbuh, Pedoman Budidaya dan Manfaat Buahnya

Tanaman Sukun : Morfologi, Syarat Tumbuh, Pedoman Budidaya dan Manfaat Buahnya – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Tanaman Sukun.

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini :


Contents

Tanaman Sukun : Morfologi, Syarat Tumbuh, Pedoman Budidaya dan Manfaat Buahnya


Sukun nama ilmiahnya Artocarpus altilis. Sukun merupakan tumbuhan yang mempunyai buah tidak berbiji.

Buah sukun umumnya diolah jadi bermacam makan salah satunya gorengan. Tidak hanya diolah jadi gorengan buah sukun yang muda bisa terbuat jadi sayur lodeh.

Sukun yang buahnya digoreng mempunyai rasa yang empuk semacam roti sebab tidak terdapat biji didalam buahnya.

Tumbuhan sukun sendiri ialah tumbuhan yang bisa hidup dengan produktif didaerah tropis dengan temperatur berkisar 30 celcius hingga dengan 40 celcius. Tumbuhan sukun berasal dari Asia Tenggara.

Asal usul sukun diperkirakan dari kepulauan Nusantara hingga Papua. Menjajaki migrasi suku- suku Austronesia dekat 2000 tahun saat sebelum Masehi, tumbuhan ini setelah itu ikut menyebar ke pulau- pulau di Pasifik.

Diperkirakan pada masa perdagangan rempah di akhir era Majapahit, sukun menyebar ke Jawa dari Maluku.

Sebab pengaruh kolonisasi bangsa- bangsa Eropa, sukun ini kemudian menyebar ke barat antara tahun- tahun 1750- 1800 ke Malaysia, India, Srilangka, Mauritius, serta pada 1899 datang di Afrika.

Saat ini sukun sudah menyebar luas di bermacam belahan dunia paling utama di lingkar tropis.


Morfologi Tanaman Sukun

Tumbuhan sukun( ataupun tumbuhan mencuat) biasanya merupakan tumbuhan besar, bisa menggapai 30 meter, walaupun biasanya di pedesaan cuma belasan m tingginya.

Hasil perbanyakan dengan klon biasanya pendek serta bercabang rendah. Batang besar serta lurus, sampai 8 meter, kerap dengan pangkal papan( banir) yang rendah serta memanjang.

Berjudul renggang, bercabang mendatar serta berdaun besar- besar yang tersusun berselang- seling.

Lembar daun 20- 40× 20–60 centimeter, berbagi menyirip dalam, liat agak keras semacam kulit, hijau tua mengkilap di sisi atas, dan kumal, agresif serta berbulu halus di bagian dasar.

Kuncup tertutup oleh daun penumpu besar yang berupa kerucut. Seluruh bagian tumbuhan menghasilkan getah putih( lateks) apabila dilukai.Perbungaan dalam ketiak daun, dekat ujung ranting.

Bunga jantan dalam bulir berupa gada panjang yang menggantung, 15–25 centimeter, hijau muda serta menguning apabila masak, serbuk sari kuning serta gampang diterbangkan angin.

Bunga majemuk betina berupa bundar ataupun agak silindris, 5- 7× 8–10 centimeter, hijau. Buah majemuk ialah pertumbuhan dari bunga betina majemuk, dengan diameter 10–30 centimeter.

Forma berbiji( mencuat) dengan duri- duri lunak serta pendek, hijau tua.

Forma tidak berbiji( sukun) umumnya mempunyai kulit buah hijau kekuningan, dengan duri- duri yang tereduksi jadi pola mata faset segi- 4 ataupun segi- 6 di kulitnya.

Biji mencuat berupa bundar ataupun agak gepeng hingga agak persegi, kecoklatan, dekat 2, 5 centimeter, diselubungi oleh tenda bunga.

Sukun tidak menciptakan biji, serta tenda bunganya di bagian atas menyatu, membengkak jadi daging buah sukun.


Ketentuan Tumbuh Tanaman Sukun

Tumbuhan sukun baik dibesarkan di dataran rendah sampai ketinggian 1200 meter dpl yang bertipe hawa basah. Curah hujan antara 2. 000- 3. 000 milimeter per tahun.

Tanah aluvial yang memiliki banyak bahan organik disenangi oleh tumbuhan sukun.

Derajat keasaman tanah seldtar 6- 7. Tumbuhan sukun relatif toleran terhadap pH rendah, relatif tahan kekeringan, serta tahan naungan.

Di tempat yang memiliki batu karang serta kandungan garam agak besar dan kerap tergenang air, tumbuhan sukun masih sanggup berkembang serta berbuah.


Pedoman Budidaya Tanaman Sukun

Perbanyakan tumbuhan Umumnya tumbuhan sukun diperbanyak dengan setek pangkal ataupun cangkok.

Meski tumbuhan bisa diperbanyak dengan okulasi ataupun sambung pucuk pada batang dasar semai keluwih, namun metode ini tidak diajarkan sebab persentase keberhasilannya rendah serta relatif lama.

Pangkal samping tumbuhan sukun ditarik ke atas, kemudian dipotong sejauh 20- 30 centimeter, setelah itu disemaikan buat bibit.

Pada pangkal yang nampak di permukaan tanah kerap berkembang tunas. Tunas ini bisa dipotong beserta pangkal induknya buat dijadikan bibit.

Bibit sukun yang. sudah menggapai besar kurang lebih 70 centimeter bisa ditanam di kebun. Dimensi lubang tanam 40x40x30 centimeter. Tiap lubang diberi 10 kilogram pupuk kandang yang sudah matang.

Hendaknya bibit muda dilindungi dahulu dengan daun kelapa ataupun daun yang lain buat menghindari sengatan cahaya matahari serta diberi air yang lumayan apabila masa kemarau.

  • Pemeliharaan

Pemangkasan cabang tidak sering dicoba. Tetapi, apabila pembuatan percabangan belum bagus hingga batang utamanya hendaknya dipangkas supaya bertunas banyak.

Pupuk buatan berbentuk NPK( 15: 15: 15) diberikan 3 bulan sekali sebanyak 25- 1000 gram per tumbuhan per tahun cocok dengan usia tumbuhan.

Sehabis tumbuhan berbuah, pemupukan lumayan diberikan 1- 2 kali pertahun saat sebelum berbunga serta setelah panen raya.

  • Hama serta Penyakit

Hama yang biasa melanda tumbuhan sukun merupakan penggerek batang( Xyleberus sp.) serta lalat buah( Dacus sp.).

Lubang gerekan pada batang disumbat rapat dengan aspal ataupun batangnya disiram dengan larutan insektisida sistemik bisa menanggulangi serbuan.

Hama penggerek ini bisa mematikan tumbuhan. Oleh sebab itu, apabila terdapat serbuan wajib kilat diberantas.

Penyakit yang biasa mengecam tumbuhan sukun merupakan mati pucuk( Fusarium sp.), busuk buah lunak( Phytophthora palmivora), serta busuk tangkai buah( Rhizopus sp.).

  • Panen serta Pasca Panen

Tumbuhan mulai berbuah pada usia 3- 4 tahun. Tumbuhan sukun bisa berbuah sejauh tahun. Masa panen terbanyak umumnya pada bulan Januari- Maret.

Buah bisa dipanen sehabis tua benar. Buah sukun dipanen sehabis tua benar. Tandanya, benjolan kulit buah mulai menyeluruh serta buah bercorak kekuningan kumal.

Buah sukun yang dibungkus semenjak petil menampilkan corak kekuningan bersih serta menarik.

Buah dipotong pada tangkainya dengan galah yang ujungnya diberi pisau. Getah yang keluar dari tangkai buah bisa dihentikan dengan mencelupkan buah ke dalam air.

Buah tidak boleh jatuh ke tanah supaya tidak memar. Bagian buah yang memar jadi pangkal serbuan busuk buah yang berdampak buah terasa getir.

Tanaman Sukun : Morfologi, Syarat Tumbuh, Pedoman Budidaya dan Manfaat Buahnya


Manfaat Buah Sukun

Buah sukun kaya hendak isi nutrisi yang berguna. Satu cawan buah sukun dengan berat 220 gr memiliki tenaga sebesar 227 kalori ataupun setara dengan 11% kebutuhan tenaga dalam satu hari.

Uniknya, buah bernama Latin Artocarpus altilis ini pula memiliki lemak sebanyak 0, 5 gr yang setara dengan 1% kebutuhan lemak dalam satu hari.

Isi paling banyak yang lain dalam buah sukun merupakan karbohidrat lingkungan, serat, dan protein bermutu besar.

Tidak hanya itu, Kamu pula bisa mendapatkan konsumsi bermacam vit serta mineral semacam kalsium, fosfor, zat besi, vit C, serta vit B dari komsumsi.

Bersumber pada nutrisi berguna yang di milikinya, buah sukun diyakini mempunyai bermacam- macam khasiat bagaikan berikut:

  • Merendahkan Kolesterol Serta Tekanan Darah

Isi serat yang besar dalam buah sukun bisa merendahkan kolesterol darah dengan metode menghindari penyerapan kolesterol dari sistem pencernaan.

Tidak hanya itu, mengkonsumsi serat dari buah sukun pula diyakini bisa merendahkan resiko kegemukan, merendahkan tekanan darah, serta melindungi usus besar dari senyawa kimia faktor kanker.

  • Menolong Memelihara Kesehatan Sistem Peredaran Darah

Buah sukun fresh besar hendak isi kalium, zat besi, dan bermacam mineral lain yang jadi komponen berarti dalam melindungi kestabilan denyut jantung serta tekanan darah.

Tidak hanya itu, isi senyawa fitokimia pada buah sukun pula bisa menolong menghindari penyempitan serta pengerasan pembuluh darah akibat timbunan kolesterol.

  • Melindungi Badan dari Serbuan penyakit

Mayoritas orang bisa jadi akrab dengan buah jeruk bagaikan salah satu sumber vit C terbanyak. Sementara itu, isi vit C dalam buah sukun pula tidak kalah besar.

Seratus gr buah sukun memiliki 29 mg vit C yang penuhi 48% kebutuhan vit C dalam satu hari. Mengkonsumsi buah- buahan besar vit C menolong badan melawan serbuan penyakit serta radikal leluasa yang beresiko.

Walaupun rasanya bisa jadi tidak selezat tipe buah- buahan yang lain, buah sukun dapat jadi alternatif untuk Kamu yang mau berupaya tipe buah- buahan baru.

Tidak hanya dengan menggorengnya, Kamu pula dapat mencerna buah sukun dengan metode yang lebih sehat, misalnya dengan mengukus ataupun merebusnya.

  • Buah yang Mengenyangkan

Dilansir Dokter. Mercola’ s Food Facts 220 gr buah sukun memiliki 59, 7 gr karbohidrat yang setara dengan 20% kebutuhan karbohidrat satu hari, 10, 8 gr serat yang penuhi 43% kebutuhan serat satu hari, dan 2, 4 gr protein.

Pasti saja, isi yang ada pada buah sukun tersebut hendak membuat Kamu merasa kenyang lebih lama.

  • Menolong melawan radikal bebas

Suatu riset menampilkan kalau buah sukun memiliki senyawa phenolic serta flavonoid yang bertabiat antioksidan. Kedua isi ini menolong badan melawan akibat yang ditimbulkan oleh radikal leluasa.

Apalagi, tipe buah sukun bercorak kuning- oranye mempunyai lebih banyak isi antioksidan xanthin serta lutein yang mempunyai khasiat seragam.

Demikian Uraian kami tentang Tanaman Sukun Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.