Mengenal Daun Dewandaru : Tumbuhan Pembawa Pesan Dewa Dengan Segudang Manfaatnya

5 min read

Mengenal Daun Dewandaru : Tumbuhan Pembawa Pesan Dewa Dengan Segudang Manfaatnya
0
()

Mengenal Daun Dewandaru : Tumbuhan Pembawa Pesan Dewa Dengan Segudang Manfaatnya – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Daun Dewandaru.

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini :


Mengenal Daun Dewandaru : Tumbuhan Pembawa Pesan Dewa Dengan Segudang Manfaatnya


Dewandaru merupakan tumbuhan dari famili Myrtaceae, yang mempunyai nama ilmiah Eugenia uniflora, L.

Dengan nama persamaan kata(sinonim) di antara lain Eugenia michelii, Lam., Eugenia oblongifolia, Eugenia zeylanica, Willd.

Tanaman ini berasal dari daerah tepi laut timur Amerika Selatan yang beriklim tropis.

Yang tersebar mulai dari Suriname, Guyana Prancis, sampai daerah selatan Brasil, pula sebagian dari Paraguay, Argentina, Uruguay, serta negara- negara di daerah Karibia.

Tanaman ini banyak dijumpai dalam kisah pewayangan, dalam bahasa jawa kuno, atau sansekerta.Kata dewandaru sendiri dalam bahasa Jawa berarti pembawa pesan dari para dewa.

Pohon ini terkenal karena ada banyak mitos yang berkaitan dengan pohon dewandaru ini.

Di wilayah asal serta penyebarannya itu, dewandaru diketahui dengan nama pitanga, suriname cherry, brazilian cherry, cayenne cherry, ataupun cerisier carré.

Nama yang lain, semacam dilansir dari hear. org, merupakan vine( Samoa), pomikanite( Tonga), cerezo de Cayena, nagapiry, pitanga( Spanyol), menemene, venevene( Maori, Cook Islands).

Di Suriname, tanaman yang dimanfaatkan bagaikan tumbuhan pelindung ataupun tumbuhan pagar ini diucap monkimonki kersie, ataupun pula montjimontji kersie.

Penggemar kisah- kisah pewayangan klasik pasti sangat sering di dengar dengan nama tumbuhan ini.

Sebab disitu diceritakan bila tumbuhan ini mempunyai semacam” kesaktian” yang dapat dimanfaatkan oleh para tokoh wayang tersebut.

Salah satu wilayah yang diketahui bagaikan habitat dewandaru merupakan kepulauan Karimunjawa. Di tempat terakhir, kayu dewandaru sangat kental nuansa magisnya.

Sejarah persebaran tumbuhan dewandaru( Eugenia uniflora) sampai ke Indonesia belum dikenal secara tentu. Kecuali bermacam mitos turun temurun yang tumbuh di warga.

Tumbuhan dewandaru dalam terminologi jawa bisa dimaksud bagaikan kayu‘ Pembawa Wahyu Dewa’.

Kata dewandaru banyak ditemukan dalam cerita pewayangan ataupun dalam khasanah bahasa Jawa Kuno ataupun sansakerta.

Karenanya tidak mengherankan bila setelah itu tumbuhan bernama dewandaru ini setelah itu sarat dengan mitos.

Tumbuhan dewandaru diketahui pula bagaikan asem selong, belimbing londo, ceremai londo, ataupun cereme asam.

Baca Juga :  Penangkal Asam Urat dan Kolesterol, Inilah Morfologi Daun Kepel dan Manfaat Untuk Kesehatannya

Dalam bahasa Inggris tumbuhan yang dipercaya memiliki kekuatan magis ini diucap dengan Surinam Cherry, Brazilian Cherry, ataupun Cayenne Cherry.

Sebaliknya nama ilmiah tanaman ini merupakan Eugenia uniflora L., yang memiliki sebagian persamaan kata(sinonim) antara lain Eugenia michelii Lam., Eugenia oblongifolia, Eugenia zeylanica Willd.


Sekilas Morfologi Tumbuhan Dewandaru.

‎Diskripsi Tumbuhan Dewandaru. Dewandaru( Eugenia uniflora) ialah tanaman perdu dengan besar menggapai 5 m serta hidup menahun.

Batang tumbuhan dewandaru tegak, berkayu, berupa bundar dengan kulit kayu bercorak coklat.

Daun dewandaru ialah daun tunggal, bercorak hijau berupa lonjong dengan ujung serta pangkal yang meruncing. Daun berdimensi dekat 5 sentimeter dengan tepi daun yang rata serta pertulangan menyirip.

Bunga tunggal dengan daun pelindung kecil bercorak hijau, mahkota bunga bercorak kuning sebaliknya benang sari serta putik bercorak putih.

Buahnya buni( bundar) dengan diameter dekat 1, 5 centimeter, bercorak merah. Bijinya kecil, keras, bercorak coklat.

Tanaman dewandaru tersebar di wilayah Amerika Selatan semacam Suriname, Brazil, Argentina, Urugay, serta Paraguay.

Di Indonesia, tanaman ini bisa ditemui di sebagian tempat di pulau Jawa, Sumatera, serta pulau- pulau kecil sekitarnya.

Salah satu wilayah yang diketahui bagaikan habitat dewandaru merupakan kepulauan Karimunjawa.

Di tempat terakhir, kayu dewandaru sangat kental nuansa magisnya. Sejarah persebaran tumbuhan dewandaru( Eugenia uniflora) sampai ke Indonesia belum dikenal secara tentu.


Mitos Dewandaru dari Magic Hingga Ilmu Penyembuhan.

Paling utama pada warga jawa, keberadaan tumbuhan dewandaru sarat dengan mitos. Mulai dari mitos soal asal- usulnya sampai bermacam manfaat magis bagaikan kayu sakti serta bertuah.

Karenanya, kayu dewandaru sering kali dimanfaatkan buat membuat pernak- pernik misalnya tasbih, gelang, akik( batu cincin), serta kalung.

Sebagian mitos terpaut tumbuhan serta kayu dewandaru antara lain:

Kayu( batang) dewandaru( Eugenia uniflora) yang sering dipercaya kayu sakti serta bertuah.

Tumbuhan dewandaru di tanam oleh Sunan Nyamplungan, putra Sunan Muria, sehabis mendapatkannya dari Tiongkok.

Seseorang bernama dewandaru yang jadi rebutan antara Kurawa serta Pandawa lantaran dipercaya jadi kunci buat memahami dunia. Supaya tidak bisa diperebutkan, orang ini berganti jadi tumbuhan.

Aroma kayu dewandaru sebagai fasilitas pencapaian kesempurnaan dalam ilmu kanuragan.

Dipercaya mempunyai manfaat bagaikan pengasihan, menaikkan kharisma, serta pengusir kendala gaib.

Kayu dewadaru ialah tipe kayu bertuah yang mempunyai banyak khasia dianataranya memperlancar rizki, buat media penyembuhan serta yang lain.

Tenaga kayu dewadaru pula dipercaya mempunyai pancaran kokoh buat media pengasihan, menaikkan kharisma, dan mencegah serbuan gaib.

Warga pada wiliyah kepulauan Karimunjawa yakin kalau kayu dewadaru karimunjawa itu berasal dari tongkat yang dibawa oleh Sunan Nyamplungan yang ialah putra dari Sunan Muria.

Baca Juga :  Perlu di Ketahui, Inilah Manfaat Daun Miana Untuk Kesehatan Selain Sebagai Tanaman Hias

Banyak sekali bermacam- macam kepercayaan dengan kayu bertuah dewadaru, kayu dewandaru telah banyak teruji mempunyai banyak keistimewaan secara alamiah.


Morfologi Tanaman Dewandaru

Di Indonesia, tumbuhan dewandaru diketahui pula bagaikan asem selong, belimbing londo, ceremai londo, ataupun cereme asam.

Tumbuhan Eugenia uniflora berupa perdu yang berkembang secara tahunan dengan besar lebih dari 5 m. Batangnya tegak berkayu, berupa bundar danberwarna coklat.

Daun yang dipunyai bercorak hijau dan ialah daun tunggal tersebar berupa lonjong dengan ujung runcing serta pangkal meruncing.

Tepi daun rata, pertulangan menyirip dengan panjang lebih dari 5 centimeter serta lebar kurang lebih 4 centimeter. Tumbuhan ini mempunyai bunga berbetuk tunggal berkelamin 2 dengan daun pelindung yang kecil bercorak hijau.

Kelopak bunga bertaju 3 hingga 5, benangsari yang dipunyai banyak dengan corak putih. Putik berupa slindris, makota bunga berupa kuku serta bercorak kuning.

Buah Eugenia uniflora berbentuk buah buni bundar denagn diameter kurang lebih 1, 5 centimeter serta bercorak merah.

Bijinya keras, bercorak coklat, serta kecil. Pangkal yang dipunyai bercorak coklat serta ialah pangkal tunggang( Hutapea, 1994).

Tumbuhan Eugenia uniflora tersebar luas di negara- negara Amerika Selatan paling utama di Brasil, Argentina, Uruguay, serta Paraguay( Consolini and Sarubbio, 2002).

Tumbuhan ini menyebar di Indonesia sampai di wilayah Sumatera serta Jawa( Hutapea, 1994).


Kandungan Kimia Dewandaru

Daun tumbuhan Eugenia uniflora memiliki flavonoid, saponin, serta tanin( Hutapea, 1994).

Flavonoid dari ekstrak daun berbentuk myricetrin, myrcitrin, gallocatechin, quercetin, serta quercitrin( Schmeda- Hirschmann et angkatan laut(AL), 1987).

Senyawa tannin yang diisolasi dari fraksi aktif Eugenia uniflora antara lain gallocatechin, oenothein B, eugeniflorins D( 1) and D( 2)( Lee et angkatan laut(AL), 2000).

Di Paraguuay, hasil rebusan daun dewandaru digunakan buat merendahkan kolesterol serta tekanan darah.

Tidak hanya itu pula bisa merendahkan metabolisme lipid serta bisa digunakan bagaikan dampak perlindungan pada trigliserida serta tingkat lipoprotein yang sangat rendah.

Riset Bandoni serta regu pada 1972, semacam dilansir dari riset Cancer Cemoprevention Research Center mengatakan buah serta daun dewandaru digunakan bagaikan penambah mutu astringent serta kurangi tekanan darah besar.

Dalam riwayat Brasil bagi catatan riset Consolini serta regu yang dicoba pada tahun 2000, disebutkan buah dewandaru digunakan sebagai antidiare, diuretik, antirematik, anti- febrile, serta antidiabetik.

Tidak hanya itu, ekstrak daunnya pula bagaikan agen hipotensif.

Riset yang dicoba T Matsumura serta regu pada tahun yang sama mengatakan dewandaru mempunyai manfaat membatasi kenaikan tingkat trigliserida serta glukosa plasma.

Baca Juga :  Panduan Cara Budidaya Semut Jepang Sebagai Peluang Bisnis

Hutapea dalam bukunya mengatakan daun dewandaru bagaikan obat tradisional efektif bagaikan obat mencret.

Sedangkan itu, Scapoval serta regu pada tahun 1994 mempublikasikan penemuan daun dewandaru mempunyai manfaat aksi anti inflamasi yang besar.

Mengenal Daun Dewandaru : Tumbuhan Pembawa Pesan Dewa Dengan Segudang Manfaatnya


Khasiat dan Manfaat Dewandaru

Di balik manfaat mistis yang dipercayai oleh sebagian warga, tumbuhan dewandaru nyatanya mempunyai bermacam khasiat yang terbukti secara klinis.

Buah dewandaru tidak hanya memiliki air pula memiliki protein, karbohidrat, serta vit C. Kulit kayunya memiliki tanin. Sebaliknya daunnya banyak memiliki minyak atsiri, saponin, flavonoid.

Dengan bermacam isi yang dipunyainya, dewandaru( Eugenia uniflora) bisa dimanfaatkan bagaikan penambah mutu astringent, kurangi tekanan darah besar, penurun kolestrol, penurun metabolisme lipid, serta antioksidan.

Kayaknya kita tidak boleh sangat terlena dengan bermacam manfaat mistis yang dimiliki tumbuhan dewandaru( serta tumbuhan‘ bertuah’ yang lain).

Kebalikannya, bermacam kepercayaan yang tumbuh di warga tersebut sebaiknya memacu kita buat mengeksplorasi isi serta khasiatnya secara klinis serta ilmiah.

Berikut adalah beberapa manfaat dari daun dewandaru :

  • Mengurangi Tekanan Darah

Buah serta daun Eugenia uniflora digunakan bagaikan penambah mutu astringent serta kurangi tekanan darah besar( Bandoni et angkatan laut(AL), 1972).

  • Merendahkan Kolesterol

Hasil decocta daun Eugenia uniflora di Paraguai digunakan buat merendahkan kolesterol serta tekanan darah.

Tidak hanya itu pula bisa merendahkan metabolisme lipid serta bisa digunakan bagaikan dampak perlindungan pada trigliserida serta tingkat lipoprotein yang sangat rendah( Ferro et angkatan laut(AL)., 1988).

  • Obat Diare

Daun Eugenia uniflora bagaikan obat tradisional efektif bagaikan obat mencret( Hutapea, 1994).

  • Anti Inflamasi

Aksi anti inflamasi yang besar pula ditemui pada daun Eugenia uniflora( Scapoval et angkatan laut(AL)., 1994).

  • Anti Rematik

Pada Brazilian folk medicine, buah Eugenia uniflora digunakan bagaikan antidiare, diuretik, antirematik, anti- febrile, serta antidiabetik.

Tidak hanya itu, ekstrak daun Eugenia uniflora pula bagaikan agen hipotensif( Consolini et angkatan laut(AL)., 2000) serta membatasi kenaikan tingkat trigliserida serta glukosa plasma( Matsumura et angkatan laut(AL)., 2000)

Daun dewandaru memiliki minyak atsiri. Minyak atsiri ialah analgesik ataupun penghilang rasa sakit.

Demikian Uraian kami tentang Daun Dewandaru Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5