Budidaya Timun Suri : Syarat Tumbuh, Cara Perawatan dan Manfaatnya

Budidaya Timun Suri : Syarat Tumbuh, Cara Perawatan dan Manfaatnya – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Budidaya Timun Suri.

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini.


Contents

Budidaya Timun Suri : Syarat Tumbuh, Cara Perawatan dan Manfaatnya


Timun suri bukanlah mentimun walaupun bentuk buahnya memanjang menyerupai mentimun. Bentuk daun dari buah ini lebih membulat dan bijinya juga lebih pendek seperti melon.

Timun suri, yang juga dikenal dengan nama mentimun suri, timun betik atau barteh merupakan tumbuhan semusim yang tergolong labu-labuan.

Buah ini biasa digunakan sebagai penambah sitarasa pada minuman, dan biasanya akan sering Anda temui saat bulan puasa.

Meskipun dari segi nama mirip dengan mentimun, namun buah ini tidak sama dengan timun. Disebut sebagai timun karena bentuknya yang panjang dan lonjong menyerupai timun.

Dari hasil riset yang dilakukan oleh Laboratorium Biologi Genetika UGM mengatakan bahwa timun suri memiliki kromosom dengan inti sel 2n=24 sementara mentimun kromosomnya adalah 2n=14.

Ada beberapa cara menanam timun suri agar cepat berbuah. Sebelum Anda menanam timun suri, simaklah beberapa tips menanam pada tulisan berikut ini.


Syarat Tumbuh Timun Suri

Anda perlu mengetahui terlebih dahulu syarat tumbuh dari timun suri, agar pertumbuhan tanaman ini menjadi lebih optimal dan menghasilkan buah yang berkualitas:

  • suhu udara 21 hingga 27 derajat Celcius
  • intensitas sinar matahari yang cukup
  • daerah kering dan tidak banyak hujan
  • ketinggian wilayah yang paling cocok adalah 1000 – 1200 mdpl
  • kondisi tanah gembur, kaya humus, dan mudah menyerap air
  • PH tanah 6 – 7
  • sistem pengairan atau drainase tergolong baik

Manfaat Timun Suri

Tidak hanya sebagai penambah citarasa dalam minuman, ternyata timun suri juga memiliki segudang manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut.

  • menjaga dan menutrisi kesehatan kulit
  • baik untuk ginjal
  • pencegah kanker
  • sumber energy bagi tubuh
  • baik untuk mata
  • mengontrol tekanan darah
  • meningkatkan sistem imun tubuh
  • detoksifikasi
  • melancarkan pencernaan
  • baik untuk kesehatan sendi
  • sebagai penangkal radikal bebas

Metode Menanam Timun Suri

Dalam artikel ini akan dipaparkan tentang 7 cara menanam timun suri agar cepat berbuah. Selamat menyimak! Berikut ini adalah cara menanam timun suri agar cepat berbuah beserta dengan tips perawatannya.

  • Persiapan Lahan Tanam Timun Suri

Persiapan lahan tanam timun suri tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi syarat tumbuh timun suri.

Oleh karena itu sebelum menentukan lahan tanam untuk menanam timun suri, ada baiknya Anda membaca terlebih dahulu kondisi-kondisi yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman timun suri.

Jangan sampai Anda memilih lahan tanam yang justru dapat merusak tanaman timun suri.

Jika lahan tanam yang Anda pilih sudah memenuhi syarat tumbuh, maka Anda sudah dapat melakukan pengolahan lahan dengan langkah-langkah berikut ini.

    • Lakukanlah sterilisasi lahan dengan membersihkan lahan dari gulma-gulma dan bebatuan.
    • Gemburkanlah tanah di lahan tanam dengan mencangkul atau membajaknya.
    • Buatlah bedengan dengan lebar 80 cm dan panjang yang disesuaikan dengan luas lahan Anda.
    • Tinggi bedengan sesuaikan dengan kondisi lahan Anda.
    • Buatlah lajur di bagian kanan dan kiri bedengan.
    • Buatlah parit di bagian tengahnya selebar 40 cm.
    • Taburkan kaur dolomit untuk memperbaiki pH tanah.
    • Berikan pupuk kandang atau pupuk kompos pada bedengan.
    • Anda bisa memberikan tambahan pupuk kimia, seperti SP, KCL, dan urea.
    • Biarkan selama 10 sampai 15 hari.

Persiapan lahan tanam menjadi langkah awal menanam timun suri mengingat prosesnya yang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjadikan lahan agar siap tanam.

Sembari menunggu lahan siap untuk ditanami, disarankan untuk melakukan pemilihan bibit unggul dan penyemaian benih timun suri.

Sehingga ketika bibit sudah tumbuh, maka Anda bisa langsung menanam di lahan tanam yang sudah Anda siapkan.

  • Pemilihan Bibit Unggul Timun Suri

Untuk mendapatkan bibit unggul timun suri, Anda bisa memanfaatkan buah timun suri yang sudah cukup matang dan sehat.

Secara kasat mata, timun suri yang sudah matang dan sehat memiliki kulit buah yang sedikit pecah serta mengeluarkan aroma khas timun suri. Untuk menyiapkan bibit timun suri dapat dilakukan dengan cara berikut ini.

    • Kupaslah buah timun suri dan bagi menjadi dua bagian.
    • Ambil biji timun suri.
    • Bersihkanlah biji timun suri.
    • Rendam biji timun suri dengan air biasa.
    • Buanglah biji timun yang mengapung dan ambillah biji timun suri yang tenggelam.
    • Tiriskanlah biji timun suri yang tenggelam
    • Jemurlah biji timun suri hingga kering.

  • Persiapan Media Tanam

Sebelum menanam timun suri di lahan yang sesungguhnya, sebaiknya Anda pilih media tanam yang baik sebagai media persemaian. Berikut ini adalah media tanam yang disarankan untuk digunakan sebagai media persemaian.

    • Tanah yang gembur dan kaya unsur hara
    • Pupuk kompos
    • Polybag atau gelas plastik berukuran kecil yang sudah diberi lubang di bagian bawahnya
    • Cetok
    • Air untuk menyiram secukupnya

  • Penyemaian Benih Timun Suri

Penyemaian benih timun suri dapat Anda lakukan setelah persiapan benih media tanam sudah dilakukan. Berikut ini adalah beberapa tips menyemai timun suri.

    • Campurkan tanah dengan pupuk kompos dengan perbandingan 2:1. Aduklah hingga rata menggunakan cetok.
    • Masukkan campuran tersebut ke dalam gelas plastik atau polybag yang sudah disiapkan.
    • Buatlah lubang di bagian tengahnya sedalam kurang lebih 2 cm.
    • Letakkan benih timun suri sebanyak satu biji pada masing-masing wadah.
    • Timbunlah dengan campuran tanah.
    • Padatkan tanah dengan menepuk tanah secara perlahan.
    • Siramlah dengan air secukupnya.
    • Letakkan di tempat yang teduh atau tidak terkena sinar matahari langsung.
    • Jika benih sudah berkecambah maka letakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung agar bibit yang tumbuh semakin kuat.

  • Pemindahan Bibit Timun Suri

Bibit timun suri yang sudah siap pindah tanam ke lahan permanen adalah bibit yang sudah menginjak usia 10 hari sejak masa penyemaian dan tentunya sudah menunjukkan adanya tanda-tanda perkecambahan.

Berikut ini adalah beberapa langkah mudah untuk memindahkan bibit timun suri.

    • Pilihlah bibit yang sehat, dimana bibit tidak terinfeksi penyakit apapun.
    • Angkatlah bibit timun suri hingga ke akarnya secara perlahan.
    • Tanamlah bibit di lubang tanam yang telah dibuat.
    • Timbun dengan sedikit tanah.
    • Siramlah dengan teratur.

Perawatan Tanaman Timun Suri

Perawatan tanaman timun suri perlu dilakukan sebagai upaya untuk menunjang pertumbuhan tanaman secara optimal.

Perawatan tanaman tidak bisa dipungkiri jika menginginkan tanaman yang sehat dan menghasilkan buah yang berkualitas. Berikut ini adalah tips merawat tanaman timun suri agar cepat berbuah.

  • Penyiraman

Agar tanaman timun suri dapat tumbuh dengan baik dan cepat berbuah, tentunya Anda harus menjaga pasokan air yang didapatkan oleh tanaman.

Untuk itu, Anda harus melakukan perawatan dengan menyiram tanaman timun suri dengan teratur.

Pastikan bahwa tanaman timun suri tetap dalam keadaan basah, meskipun tanaman ini termasuk salah satu tanaman yang toleran terhadap kekeringan atau panas.

  • Pemberian Pupuk

Pemupukan susulan juga perlu diberikan agar tanaman timun suri cepat berbuah. Berikut ini adalah tips memberi pupuk pada tanaman timun suri.

    • Berikanlah pupuk susulan pertama pada usia 10 hari setelah masa tanam. Siramkan pupuk NPK 16 sebanyak 2 kg yang sudah dicampur dengan 200 ml air di sekitar pangkal batang secukupnya.
    • Berikanlah pupuk susulan kedua pada usia 17 hari setelah masa tanam. Campurkan 5 kg pupuk NPK 16 dengan 200 liter air. Lalu siramkan pupuk di sekitar pangkal batang dengan jarak 15 cm.
    • Berikanlah pupuk susulan ketiga pada usia 24 hari setelah masa tanam. Larutkan 5 kg pupuk NPK 16 dengan 200 ml air, kemudian disiram di sekitar pangkal batang tanaman dengan jarak 20 cm.
    • Berikanlah pupuk susulan keempat pada usia 31 hari setelah masa tanam. Taburkan pupuk NPK 16 di sekitar pangkal batang tanaman dengan jarak 30 cm.
    • Berikanlah pupuk susulan kelima pada usia 40 hari setelah masa tanam. Lakukanlah seperti pemupukan keempat.

  • Penyiangan

Penyiangan merupakan salah satu cara merawat timun suri dengan memberantas gulma atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar tanaman timun suri.

Pemberantasan gulma sebaiknya dilakukan dengan cara tradisional, yaitu dengan mencabutnya dengan tangan. Yang terpenting adalah melakukan penyiangan di area sekitar tumbuhnya akar.

Untuk di area rambat tanaman, penyiangan masih bisa lebih jarang dilakukan kecuali jika gulma tumbuh menutupi tanaman timun suri.

  • Penyulaman

Penyulaman harus dilakukan sedini mungkin. Kontrollah tanaman timun suri dengan rutin.

Jangan biarkan tanaman yang sudah mati tetap tertanam di lahan, mengingat hal ini dapat mengganggu pertumbuhan tanaman timun suri yang lain.

Cara perawatan yang satu ini dapat Anda lakukan sampai dengan maksimal 10 hari setelah masa tumbuh.

Budidaya Timun Suri : Syarat Tumbuh, Cara Perawatan dan Manfaatnya


Proses Panen Timun Suri

Setelah 60 – 70 hari masa tanam, biasanya buah timun suri sudah bisa dipanen. Biasanya ditandai dengan tangkai buah yang mulai mengering hingga buah terlepas dari tangkainya.

Hal ini pertanda bahwa buah timun suri sudah tua dan siap untuk dipanen.

Jika tanaman timun suri tumbuh dengan sehat, maka Anda dapat memanen 10 hingga 15 kali dalam satu tanaman. Untuk cara panen timun suri, cukup dengan memetik dengan tangan atau alat potong.

Namun bisa juga hanya tinggal mengambil saja, mengingat buah timun suri akan terlepas dari batangnya ketika sudah cukup tua.

Demikian Uraian kami tentang Budidaya Timun Suri Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.