Budidaya Semut Rangrang : Ternak Kroto dengan Toples dan Paralon di Rumah

Budidaya Semut Rangrang : Ternak Kroto dengan Toples dan Paralon di Rumah – Para Pembaca yang kami banggakan, Tanam.co.id kali ini akan menjelaskan tentang Budidaya Semut Rangrang.

Dan menerangkan tentang fungsi serta manfaatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini.


Contents

Budidaya Semut Rangrang : Ternak Kroto dengan Toples dan Paralon di Rumah


Semut rangrang merupakan penghasil kroto. Kroto sendiri ialah nama yang digunakan buat menyebut telur ataupun larva semut.

Kroto merupakan salah satu pakan incaran para pecinta burung hias. Kroto jadi bahan pakan yang sangat terkenal tidak lain merupakan sebab isi proteinnya yang sangat besar serta sangat digemari burung kicauan.

Warga di Thailand serta Filipina tidak membudidayakan kroto buat pakan burung ataupun ikan saja, melainkan bagaikan bahan pangan untuk manusia.

Produk pangan“ ajaib” ini bisa ditemui di pasar tradisional di negeri tersebut. Untuk mereka, kroto mempunyai cita rasa yang lembut seperti krim.

Di Indonesia, budidaya semut rangrang untuk menciptakan kroto masih belum sering dilakukan warga. Pemenuhan kebutuhan kroto biasanya dipasok dari hasil tangkapan alam.

Walaupun telah mulai terdapat yang membudidaya, masih belum dicoba riset tentang tipe pakan apa yang sangat mempengaruhi terhadap produktivitas kroto.

Kata“ kroto” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang setelah itu jadi terkenal di tanah air yang berarti komponen yang ada di dalam telur semut ini terdiri atas larva serta pupa.

Tampilan raga kroto sekilas mirip dengan butiran nasi, ialah berupa lonjong serta bercorak putih.

Dimensi sebutir kroto besar dekat 1 centimeter dengan diameter 5 milimeter. Ada pula panjang kroto kecil dekat 5- 6 milimeter dengan diameter 2 milimeter.

Kroto dihasilkan oleh ratu semut rangrang serta keberadaannya dilindungi dengan ketat oleh para semut pekerja serta umumnya ini tertelat di dalam gulungan daun.

Jumlah telur yang dihasilkan dapat sangat banyak sampai ribuan serta semut pekerja yang menjaganya juga sangat banyak.

Kroto berdimensi besar umumnya jadi calon ratu semut serta terbentuk dekat bulan September sampai Januari. Kroto yang berdimensi halus akan jadi calon semut betina, semut prajurit, ataupun semut pekerja.

Semenjak lama kroto dimanfaatkan bagaikan obat herbal tetapi lebih populer digunakan bagaikan pakan burung ataupun unggas sebab isi nutrisinya hendak membuat burung jadi lebih lincah serta lebih berkicau merdu.


Metode Ternak Kroto dengan Paralon

Terdapat banyak metode ternak kroto yang dapat kalian jalani buat menhasilkan kroto bermutu. Salah satunya ternak kroto dengan paralon. Media ini telah banyak peternak kroto yang memakai sebab lebih baik serta sederhana.

Media paralon sangat gampang buat didapatkan, sebab banyak yang jual, kerapian terjamin, media lebih awet serta lebih menampung banyak.

Langkah Ternak Kroto Dengan Paralon

Metode ternak kroto dengan paralon yang awal merupakan membuat model bersusun 2 tingkatan.

Rak dalam perihal ini dapat terbuat memakai bambu, besi ataupun kayu sejenis dan dimensi disesuaikan dengan tempat ataupun lokasinya.

Berikutya letakkan diatas rak kaki wadah plastic semacam mangkuk ataupun potongan plastik. Isi wadah tadi dengan cairan dapat air pula oli. Sehingga semut rangrang tidak keluar dari paralon.

Selanjutnya yakinkan rak tidak bersentuhan dengan bilik ataupun barang lain.

Potong paralon dengan diameter 4 ataupun 5 inci dengan panjang dekat 50 centimeter ataupun dapat disesuaikan dengan lebar rak.

Susunlah paralon tersebut dengan apik serta masukkan dedaunan supaya semut rangrang memicu buat membuat sarang.

Tabur bibit koloni semut rangrang di kandang sehingga terus menjadi banyak semut rangrang yang tiba serta membuat kroto dimedia paralon ini.

Berikan makan semut rangrang misalnya cicak, belalang, jangkrik, ulat ataupun hewan kecil lainyya dan hancurkan terlebih dulu.

Terahkir merupakan sistem panen. Kroto baru dapat dipanen sehabis berumur 15- 20 hari. Ingat pemanenan bisa dicoba apabila sarang sudah penuh dengan telur ataupun kroto yang bercorak putih.


Metode Ternak Kroto dengan Toples

Mayoritas peternak kroto memakai toples bagaikan media ternak bibit kroto yang gunanya bagaikan rumah semut rangrang serta kroto.

Metode ternak kroto dengan toples tidak hanya panennya gampang dicoba, wadahnya gampang didapatkan, relative murah.

Selain itu kita bisa mengamati pertumbuhan perkembangan kroto secara langsung dan metode menjualnya juga pula sangat kilat.

Budidaya Semut Rangrang : Ternak Kroto dengan Toples dan Paralon di Rumah

Langkah Ternak Kroto Dengan Toples

Metode ternak kroto dengan toples langkahnya adalah sebagai berikut :

Metode ternak kroto dengan toples yang awal adalah siapkan toples serta lubangi dengan diameter 5- 7 centimeter bagian bawahnya, sehabis itu tutup kembali lubang tadi dengan lakban.

Selanjutnya apabila telah memperoleh bibit semut rangrang hingga masukkan saja sarang tersebut ke dalam toples kemudian tutup dengan rapat.

Lalu yakinkan dalam satu koloni tersebut ada tipe semut rangrang yang lengkap. Terdapat ratu semut, prajurit, semut pejantan serta semut pekerja sehingga semut bisa bertelur dengan sempurna.

Berikutnya supaya semut tidak kabur maupun pindah posisi isi nampan dengan air serta masukkan ke dalam plastik kemudian letakkan batu di tengah permukaan nampan

Letakkan bibit semur rangrang yang terletak di dalam toples buat setelah itu ditempatkan diatas batu.Apabila posisi betul- betul tegak lakban bisa dilepas serta semut dengan leluasa mencari makan.

Jangan sampai kurang ingat berikan makan serta perhatikan sekali satu hari proses perkembangan kroto dalam toples.Selanjutnya adalah kita tunggu hingga kroto dapat dipanen.

Demikian Uraian kami tentang  Budidaya Semut Rangrang Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya